 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Kecelakaan Pesawat Jenazah Pilot Hawk TNI AU Diserahkan Keluarga
Jakarta, 20 Oktober 2000 10:38 JENAZAH Letkol Pnb Tedy Kustari, pilot pesawat tempur Hawk-100 TNI-AU, yang jatuh di Pontianak Kamis, tiba di pangkalan udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat dinihari, lalu diserahkan kepada keluarganya dalam upacara militer, yang dihadiri petinggi TNI-AU.
Dengan pesawat angkut CN-235 dari Lanud Supadio, Pontianak, tempat musibah itu terjadi, jenasah Tedy didampingi istri dan dua puteranya berusia sekolah dasar, tiba dan langsung diberangkatkan ke Sukabumi untuk dimakamkan.
Sementara itu, jenasah Lettu Pnb Dony Kristian, lulusan AAU (Akademi Angkatan Udara) tahun 1998, dengan pesawat yang sama diantar ke keluarganya di Bandara Tabing, Padang, tempat ia berasal.
Dalam kenangan teman-temannya seangkatan di AAU, AAL, Akpol dan Akademi Militer tahun 1983, Tedy Kustari dikenal sebagai sosok sederhana dan tidak banyak berbicara. Teddy dan Dony dikabarkan melakukan latihan rutin mulai pukul 09.53 WIB dari landas pacu 157, yang berketinggian tiga meter di atas permukaan laut.
Beberapa saat setelah lepas landas, pesawat buatan British Aerospace, Inggris, yang usianya baru beberapa tahun itu, akan didaratkan kembali ke landasan, yang kemudian mengalami kegagalan fungsi, sehingga tidak bisa lagi mendapatkan gaya angkat sebagaimana seharusnya.
Menurut keterangan, sekalipun Hawk-100 adalah pesawat tempur taktis ringan, yang tidak mendapat embargo persenjataan dan suku cadang, pengadaan unsur pendukungnya cukup sulit.
Sejak dilanda krisis moneter pada 1997, TNI-AU menghadapi dilema dalam peningkatan kualifikasi dan pemeliharaan kemampuan jajarannya, karena terdapat pembatasan pendanaan, yang pada gilirannya membatasi jam terbang penerbangnya, dari semula 25 jam sebulan menjadi 10 jam.
|
|
 |