 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Mudik Mudik, Menyibak Sejuta Kenangan

Jakarta, 17 Desember 2000 00:58 Pemerintah boleh berkali-kali mengimbau warganya agar tak usah mudik setiap menjelang lebaran. Namun nyatanya, imbauan itu sia-sia belaka. Dari tahun ke tahun, jumlah pemudik di Jawa terus meningkat. Tahun ini saja diperkirakan 2,3 juta warga Jakarta mudik. Tak heran jika stasiun kereta api dan terminal bus terus dijejali calon pemudik. Bahkan di Stasiun Gambir, sejak Jumat lalu, warga Jakarta rela menginap berhari-hari untuk menunggu loket buka. Jika mereka mendapat tiket, rasa letih dan kantuk pun seolah sirna. Mereka tersenyum, karena sudah bisa memnbayangkan bakal bisa melepas rindu di kampung halaman. Bagi daerah tertentu, pemudik adalah 'tamu istimewa', yang diharapkan bisa membelanjakan uang kota ke kampungnya sendiri. Tradisi mudik nampaknya memang sulit dihilangkan. Di sana ada sejuta rindu yang tersimpan, ada sejuta kenangan yang bakal tersibak.
[ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Lanun 10 Orang Indonesia Ditangkap Selat Malaka, 17 Desember 2000 23:41 Sepuluh orang Indonesia ditangkap polisi Malaysia di Selat Malaka, lepas pantai negara bagian Johor. Menurut ketua polisi angkatan laut Malaysia, Muhamad Muda, hari Minggu, para tertuduh sedang menaikkan sejumlah sepeda motor curian ke sebuah perahu. Polisi tiga malam mengintai para lanun alias perompak itu untuk menyergap mereka. [ Print | Email ]
Kamra Kamra Jateng Jadi Urusan Polda Metro Jakarta, 17 Desember 2000 23:05 Ribuan Kamra dari Jawa Tengah akhirnya ditampung di Polda Metro Jaya, Minggu, menyusul rencana mereka akan berunjuk rasa ke Jakarta. Mereka dijemput petugas Polda Metro Jaya yang dipimpin Wakapolda Brigjen Makbul Padmanegara, dari Stasiun Tanah Abang, Minggu dinihari.
[ Print | Email ]
Soal Singapura Gus Dur Omeli Singapura Lagi Bangkok, 17 Desember 2000 23:01 Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan telah bicara dengan Menteri Senior Singapura Lew Kuan Yew mengenai penghentian bank-bank komersial di negara pulau itu yang melakukan spekulasi terhadap rupiah yang rawan. [ Print | Email ]
Disambut Baliho "Referendum"
Rusia - Kuba Lanjutkan Kerjasama Militer
Calo Merajalela di Bandara Soekarno-Hatta
Perlu Badan Regulator Independen
Indonesia-Singapura Normal Lagi
|
|
Arus Mudik Catut Ditangkap di Gambir Jakarta, 17 Desember 2000 22:53 Para pencatut karcis kereta api mulai ada yang ditangkap di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Ada pula yang sekadar jadi joki, lalu menjualnya pada para pencatut. [ Print | Email ]
Kunjungan Gus Dur Batal Deklarasi Syariat Islam Banda Aceh, 17 Desember 2000 22:41 Ketua Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA), Muhammad Nazar SAg, yang masih berada di tahanan Polda Aceh, menyatakan ingin bertemu dengan Presiden Abdurrahman Wahid guna menyampaikan aspirasi masyarakat Aceh yang sebenarnya. [ Print | Email ]
Kebijakan AS - RI Kebijakan AS Atas RI Tak Akan Banyak Berubah New York, 17 Desember 2000 19:57 Kebijakan Amerika Serikat atas Indonesia di bawah pemerintahan Presiden George W. Bush tak akan banyak berubah secara fundamental, paling tidak untuk satu tahun ke depan. [ Print | Email ]
2000 Pasukan Keamanan Siaga
Bupati Jangan Kebablasan
Raja Inggris Tak Bisa Bahasa Inggris
Waspadai Jalur KA Yang Rawan Banjir Dan Pelemparan
Cuma 2-3 Hari Untuk Penyesuaian
|
|
 |
|
|