 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Bom Tommy Gadis Menteng Menebar Bom: "Milik Tommy," katanya.
Jakarta, 22 Januari 2001 00:16 Ancaman bom TNT di tiga sasaran gedung pemerintah dapat dicegah. Pelakunya, seorang gadis Menteng, diciduk. Ia menunjuk Tommy Soeharto sebagai dalang pengeboman. Bayarannya Rp 75 juta. Kadispen Bahrum Alam melihat, paket bom ini mempunyai ''gaya'' yang sama dengan bom yang meledak di malam Natal. Soalnya, di dalam tas ditemukan juga paku yang sebagian terpotong-potong sebanyak 350 gram, serta tiga pak paku payung yang masing masing-masing berisi 50 butir. ''Komposisinya sama dengan bom Natal,'' katanya.
Kepada Gatra, salah seorang paman Eliza, Max Tuwahatu, tetap tak percaya bahwa keluarganya terlibat dalam jaringan teror bom. ''Saya rasa mereka dijebak. Eliza tak sebodoh itu. Dia kan anak sekolahan,'' kata Max. Pengacara Tommy Soeharto, Elza Syarief, juga tak percaya. Sepanjang menjadi penasihat hukum Tommy, Elza mengaku bahwa kliennya tak pernah sekali pun menyebut nama Eliza. Maka, jika pengakuan pertemuan dengan Tommy itu benar, ''Eliza orang yang luar biasa. Kok, bisa ketemu. Polisi saja enggak bisa,'' katanya. [Laporan Utama Gatra: Nomor 10, Beredar Senin, 22 Januari 2001] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Ansor-Banser Ansor Tolak 29 Januari Sebagai Hari Penentuan Gus Dur Surabaya, 22 Januari 2001 23:59 Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur menolak keras pernyataan elite politik yang seolah-olah menjadikan tanggal 29 Januari 2001 sebagai hari "penentuan nasib" Presiden Abdurrahman Wahid.
[ Print | Email ]
Perubahan UUD '45 Muladi Tolak Jabatan Sekretaris Tim Perubahan UUD 45 Jakarta, 22 Januari 2001 23:35 Hakim Agung Prof Dr Muladi SH, yang juga mantan Menteri Kehakiman pada pemerintahan B.J. Habibie menolak jabatan Sekretaris Tim Penyelidik Perubahan UUD 45 yang dibentuk Presiden Abdurrahman Wahid. Muladi merekomendasikan Satya Arinanto sebagai orang yang tepat. [ Print | Email ]
Pansus DPR-Presiden Akbar: Sikap DPR Ditentukan 29 Januari Jakarta, 22 Januari 2001 22:13 Ketua DPR RI Akbar Tandjung menegaskan kembali bahwa sikap DPR atas hasil kerja Pansus Buloggate dan Bruneigate akan ditentukan dalam rapat paripurna DPR 29 Januari 2001.
[ Print | Email ]
Gus Dur Disambut Aksi Massa
Ternyata, Pemblokiran Rekening Tommy Masih Diproses
Keterangan Presiden Di Depan Pansus Bersifat Resmi
Pertemuan Pansus-Gus Dur Sore Ini Terancam Gagal
Gus Dur Dituntut Ikuti Jejak Estrada
|
|
Pansus DPR-Presiden Pansus Sesalkan Cara Presiden Tinggalkan Pertemuan Jakarta, 22 Januari 2001 20:18 Pansus Buloggate-Bruneigate DPR RI menyesalkan cara Presiden Abdurrahman Wahid yang "begitu saja" meninggalkan ruang pertemuan antara Pansus dan Presiden di Gedung Jakarta Convention Centre (JCC) Balai Sidang Senayan, Senin.
[ Print | Email ]
Kasus Bunker Tommy Juan Felix Tak Mau Jawab Pemeriksa Jakarta, 22 Januari 2001 18:53 Pengacara keluarga Cendana, Juan Felix Tampubolon, menolak menjawab pertanyaan penyidik Polda Metro Jaya saat menjalani pemeriksaan di Mapolda, Senin dengan alasan pertanyaan tersebut menyangkut etika profesi sebagai pengacara yang harus melindungi rahasia kliennya.
[ Print | Email ]
Rapat Pansus DPR Rapat Pansus Dengan Presiden Berlangsung Singkat Jakarta, 22 Januari 2001 17:43 Rapat kerja antara Presiden Abdurrahman Wahid dan Pansus DPR masalah Bulogate dan Bruneigate, yang berlangsung Senin sore di ruang Merak I Jakarta Convention Center, hanya berlangsung kurang dari satu jam. Gus Dur menyangkal semua tuduhan tentang keterlibatannya dalam kasus Bulogate dan Bruneigate.
[ Print | Email ]
Presiden dan Wapres Perlu Staf Khusus
Perwakilan Mahasiswa Jabar Dukung Pansus DPR
Seorang Deputi BPPN Resmi Mundur
Polisi Meragukan Pengakuan Elize Soal Tommy
Ke Mana Orang Medan Liburan Imlek
|
|
 |
|
|