 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Sidang Paripurna DPR Tak Mudah, Melengserkan Gus Dur

Jakarta, 30 Januari 2001 00:11 Massa pro dan anti Gus Dur bertemu di DPR. Syukurlah tak terjadi bentrokan massal. Kekuatan anti Gus Dur, tak sebesar yang diisukan selama ini. Melihat peta di lapangan, nampaknya sulit untuk mengulang peristiwa Mei 1998. Apalagi kini kekuatan mahasiswa terbelah. Sementara Budiman Sudjatmiko dan elemen mahasiswa lain yang dulu sukses menumbangkan rezim Soeharto, lebih memilih isu menggusur orde baru dan Golkar, karena mereka dinilai sebagai penghalang reformasi. Nampaknya mereka tak tertarik pada agenda menumbangkan pemerintahan. Melihat kekuatan lapangan, nampaknya untuk saat ini, Gus Dur masih bisa tidur nyenyak. Sebab selain didukung massa fanatik, tidaklah mudah untuk menggelar sidang istimewa. Banyak jalan berkelok yang musti dilalui untuk sampai ke sana, dan saat ini nampaknya sulit menembus jalan penuh rintangan itu. Jadi, tenanglah Gus. [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Buntut Teror Bom Polisi Perlu Dana Rp 1 Trilyun Jakarta, 30 Januari 2001 23:22 Kepolisian Negara RI perlu dana Rp 346 milyar untuk beli dua detektor bom dan Rp 739 milyar untuk pengadaan pesawat serta kapal laut, demikian Kapolri Jenderal S. Bimantoro di Jakarta, Selasa. [ Print | Email ]
Maroko Surat Untuk Pimpinan MPR Rabat, 30 Januari 2001 22:36 Pimpinan MPR-RI baru saja meninggalkan Maroko (26/1), setelah tiga hari mengadakan "kunjungan kerja". Namun agak sulit juga untuk disebut kunjugan kerja. Sebab untuk kunjungan kerja itu kan harus ada yang ingin dicapai, sementara dari Maroko yang masih belajar demokrasi apa yang yang mau diambil? [ Print | Email ]
Dubes Portugal Temui Menteri Yusril Jakarta, 30 Januari 2001 22:12 Menteri Kehakiman dan HAM Prof Dr Yusril Ihza Mahendra di kantornya Selasa sore mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Portugal Ana Martins Gomes. Dalam pertemuan sekitar satu jam itu, Yusril antara lain menjelaskan proses peradilan Eurico Guterres. [ Print | Email ]
Kadin Suburkan Praktek Monopoli
Aksi Mahasiswa Dinilai Masih Murni
Biaya Pansus Buloggate Rp 152 Juta
Poster Gambar Ketua Pansus Dibakar
Institut Teknologi Riau Segera Berdiri
|
|
Demo Mahasiswa Aksi Mahasiswa Kok Dipentung Jakarta, 30 Januari 2001 22:05 "Aparat jangan sampai memperlakukan mahasiswa secara tidak wajar, antara lain dengan adanya tindakan fisik, apalagi kalau aksi itu dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Akbar Tanjung kepada pers di Jakarta, Selasa. [ Print | Email ]
RUU Keadaan Darurat Pemerintah Tergantung DPR Jakarta, 30 Januari 2001 21:56 Gagasan pemerintah untuk mengajukan pembahasan Rancangan Undang-Undang Keadaan Darurat yang baru kepada DPR --sebagai pengganti RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya tergantung keputusan DPR apakah bersedia membahas atau tidak.
[ Print | Email ]
Pejabat Tutup Mulut Lagi-Lagi Jajaran Polsoskam Bungkam Jakarta, 30 Januari 2001 19:29 Para menteri dan pejabat tinggi yang berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Politik Sosial dan Keamanan (Menko Polsoskam) lagi-lagi tidak mau memberi keterangan kepada wartawan mengenai topik pembicaraan rapat mereka. [ Print | Email ]
Ketua SIRA Diadili di Medan
Apa Ada Alasan Gus Dur Membubarkan DPR
Akbar Tak Bisa Terima Upaya Bubarkan Golkar
Gus Dur: Saya Tak Terlibat Bulog dan Bruneigate
Menteri Agama Pertama, HM Rasjidi, Meninggal Dunia
|
|
 |
|
|