 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Pembela Gus Dur Siap Mati Syahid Membela Gus Dur

Surabaya, 4 April 2001 00:04 Ribuan orang pengikut setia Presiden Gus Dur, sejak Senin hingga kini terus mengalir mendatangi Posko Front Pembela Kebenaran di Surabaya. Mereka berikrar lewat sebuah surat pernyataan "Siap Mati Syahid untuk Membela Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)". Jika sewaktu-waktu 'pasukan' ini dibutuhkan, mereka siap bertandang ke Jakarta membentengi Gus Dur dari kelompok anti Gus Dur.
Pengamat politik UGM Riswanda Imawan menyebut, munculnya gerakan pasukan berani mati membela Gus Dur, karena banyak yang tidak bisa membedakan antara Gus Dur sebagai ulama dan sebagai presiden. Sebagai ulama, Gus Dur memang tak tergantikan. Ia haruslah dimuliakan, dan bila perlu dibela mati-matian. Namun sebagai presiden, kata Riswanda, ia harus bisa dikritik karena jabatan presiden adalah jabatan publik. Gus Dur tak cuma sebagai presidennya orang-orang NU atau PKB, tapi ia adalah presidennya rakyat Indonesia yang beraneka ragam. Maka itu, wajar jika ada yang pro dan kontra.
Begitulah teori politiknya. Namun yang di hadapan mata sekarang, adalah munculnya massa pasukan berani mati membela Gus Dur itu. Tak ada jaminan kalau mereka tidak bergerak ke Jakarta jika Gus Dur digoyang-goyang terus. Mereka tidak rela Akan kontra produktif jika sikap politik yang berbeda (pro dan anti Gus Dur) bertemu di jalanan. Tak bisa dibayangkan, apa jadinya negeri ini, jika setiap pemimpin bangsa memiliki 'pasukan berani mati' sendiri-sendiri. Di parlemen, antar elit politik berseteru mulut, sementara di jalanan, para pendukungnya berkelahi sendiri-sendiri. Indonesia, negeri yang dulu sering dilukiskan dalam lagu sebagai 'aman sentosa', kini benar-benar mencemaskan.
[ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Liga Indonesia PSSI Batalkan Jadwal Putaran Kedua Liga Indonesia VII Medan, 4 April 2001 21:37 Pengurus PSSI Pusat membatalkan jadwal semua pertandingan putaran kedua Liga Indonesia VII Bank Mandiri yang sudah disusun, dengan alasan waktu yang bersamaan persiapan tim nasional PSSI menghadapi babak penyisihan pra piala
dunia.
[ Print | Email ]
Inflasi Tingkat Inflasi Sudah Mengkhawatirkan Jakarta, 4 April 2001 21:02 Bank Indonesia (BI) menilai tingginya inflasi yang cenderung terus meningkat sudah mengkhawatirkan, mengingat kecenderungan laju kenaikannya yang begitu cepat.
[ Print | Email ]
Pernyataan Siswono Hariadi: Ada Upaya Adu Domba Presiden Dengan Wapres Jakarta, 4 April 2001 20:58 Mantan Ketua Iluni Hariadi Darmawan menilai pernyataan Siswono Yudohusodo dari Fraksi Utusan Golongan MPR mengenai kemampuan Wapres Megawati Soekarnoputri, merupakan bentuk adu domba antara Presiden dan Wapres. [ Print | Email ]
Arab Saudi Bantu Rp 6 Milyar Untuk Maluku Utara
Ribuan Pengungsi di Aceh Timur Terancam Kelaparan
Kejaksaan Agung: Ginandjar Menghindar
Matori: Pasukan Jihad = Pamswakarsa = Cap Jempol Darah
RUU Parpol Buka Peluang Lahirnya Parpol Lokal
|
|
Kasus Tanjung Priok AM Fatwa Diperiksa Sebagai Saksi Korban Kasus Tanjung Priok Jakarta, 4 April 2001 19:52 Wakil Ketua DPR AM Fatwa di Jakarta, Rabu, memenuhi panggilan tim jaksa penyidik kasus pelanggaran HAM berat di Tanjung Priok 12 September 1984 untuk diperiksa sebagai saksi korban.
[ Print | Email ]
Angkutan Bus Perusahaan Bus Jakarta Disiagakan Atasi Kelangkaan Angkutan Jakarta, 4 April 2001 19:38 Menteri Perhubungan, Agum Gumelar mengatakan, Departemen Perhubungan sudah sepakat dengan perusahaan bus lainnya (anggota Organda) untuk siap-siaga mengatasi kelangkaan angkutan umum, jika Perusahaan Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD)terus melanjutkan aksi mogoknya.
[ Print | Email ]
Duta Besar RI Eki Sjachruddin Pilih Jadi Duta Besar Jakarta, 4 April 2001 19:26 Menetapkan satu keputusan untuk dua pilihan yang sama-sama berat, tidaklah mudah. Itu dialami politisi Eki Sjachruddin yang baru saja lepas dari kebimbangan untuk pilihan antara menjadi diplomat atas keputusan pemerintah, atau mencalonkan diri menjadi gubernur di daerah kelahirannya, propinsi Banten.
[ Print | Email ]
Dolar Lewati Batas Psikologis Rp 10.500
Ketua PKB: Seruan Jihad Takkan Dikeluarkan
Umar Juoro; Defisit APBN 2001 Bisa Sampai Rp 70 Trilyun
Pengunduran Diri Xanana Hanya Test Case
Johan Langsung Tumbang Di Jepang Terbuka
|
|
 |
|
|