 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Sidang Paripurna DPR Jelang 30 April, Politisi Cemas Gus Dur Tenang

Jakarta, 18 April 2001 00:51 Menanti datangnya tanggal 30 April, bak menanti sebuah ketidakpastian yang mencekam. Hari itu, DPR mengadakan perhelatan besar, menggelar sidang paripurna DPR. Di situ, masing-masing fraksi akan membacakan tanggapannya terhadap jawaban presiden atas memorandum I. Kalau sekadar itu, barangkali masyarakat, dan juga politisi non PKB, tidak cemas. Yang menjadi pikiran, adalah kalau DPR menjatuhkan memorandum II. Bisa dibayangkan, massa Gus Dur, yang tergabung dalam pasukan berani mati, bisa mengamuk. Inilah yang dikhawatirkan masyarakat, apalagi Gus Dur, yang memiliki pendukung fanatik itu, tak mengeluarkan larangan apa-apa.
Polisi memang sudah menyatakan kesiapannya untuk mengamankan Jakarta. Namun, tanpa bermaksud merendahkan kemampuan Polri, apakah dengan personil terbatas, mampu mengatasi keadaan jika terjadi riot? Ada usul agar sidang DPR dipindah ke luar kota, sementara sejumlah politisi minta pengamanan khusus. Tapi benarkah keadaannya sudah sedemikian mencekam, sampai-sampai para politisi minta pengamanan khusus dan sidang DPR dipindah keluar kota? Mudah-mudahan tidak seseram yang dibayangkan. Pak Presiden saja, yang punya massa militan itu tenang-tenang saja, kok.
[ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Ansor GP Ansor NTB Tidak Buka Pendaftaran Pasukan Berani Mati Mataram, 18 April 2001 22:10 Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Nusa Tenggara Barat (NTB), L Aksor Ansori, mengatakan, hingga kini pihaknya belum membuka pendaftaran pasukan pembela kebenaran untuk mendukung Presiden KH Abdurrahman Wahid.
[ Print | Email ]
Operasi Preman Tak Benar, Polisi Malas Malakukan Operasi Preman Jakarta, 18 April 2001 21:59 Kapolda Metro Jaya Ijen Pol Mulyono Sulaiman membantah, pelaksanaan operasi pemberantasan preman tidak dikoordinasikan dengan jajaran terkait. [ Print | Email ]
Konflik Aceh Pelaku Penyerangan Exxon Mobil Tewas Banda Aceh, 18 April 2001 21:22 Pasukan Pengaman Proyek Vital (Pam Provit) "Exxon Mobil" di Cluster IV, di Desa Tumpok Barat, Kec.Matangkuli, Kab. Aceh Utara, Rabu sekitar pukul 08.30 WIB diserang kelompok bersenjata dan mengakibatkan seorang penyerang tewas
ditempat. [ Print | Email ]
Dipo Alam: IMF Cairkan Dana Bulan Mei
Wati Diperkosa, Lantas Dihukum Cambuk
Paripurna DPR 30 April Tetap di Jakarta
Maya Hasan Jadi Guru
180.000 Perusahaan Masih Jadi Pasien BPPN
|
|
Massa Pro Gus Dur Pasukan Berani Mati di Jateng Jumlahnya Kecil Semarang, 18 April 2001 21:13 Kodam IV/Diponegoro memperkirakan pendukung presiden Abdurrahman Wahid yang mengadakan latihan bela diri di seluruh Jateng hanya sekitar 800 orang. "Jumlah ini jauh lebih kecil dibanding di Jatim," kata Kapendam IV/Diponegoro Letkol A. Musyafir. [ Print | Email ]
Pemilu Untuk Atasi Kebuntuan Politik, Pemilu Perlu Dipercepat Jakarta, 18 April 2001 19:17 Para pakar yang tergabung dalam Indech (Indonesian Democratization Watch) memandang perlunya Pemilu dipercepat untuk mengatasi kebuntuan politik akhir-akhir ini yang sudah meresahkan. Megawati diharapkan bisa mengambil peran lebih besar dalam pemerintahan. [ Print | Email ]
Pembubaran Golkar Secara Yuridis, Tak Mudah Bubarkan Golkar Yogyakarta, 18 April 2001 18:50 Pakar hukum tata negara Dr Dahlan Thaib SH mengatakan, dari segi politis adanya tuntutan dari sekelompok orang untuk membubarkan Partai Golkar merupakan hal yang wajar, namun dari segi yuridis, tidaklah mudah.
[ Print | Email ]
Amanah Rakernas, PAN Dukung Mega
Massa NU Sulsel Nyaris Bentrok Dengan Mahasiswa
Rabu Siang, Gus Dur Bertemu Mega
Tembak Ditempat Untuk Perusuh Di Poso
Singapura Membuka Kantor Konsulat di Pekanbaru
|
|
 |
|
|