spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
NUSANTARA
spacer
 
KSDA Bengkulu Ancam Panggil Paksa Perambah Hutan

Bengkulu, 26 Maret 2002 11:08
Badan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bengkulu mengancam akan memanggil paksa para perambah hutan Cagar Alam Dusun Besar setempat apabila mereka tetap menolak dipanggil secara patut.

"Panggilan pertama tidak mereka hiraukan, sekarang kami akan melayangkan surat pemanggilan kedua, kalau para perambah itu masih juga tidak mau memenuhinya kami akan minta bantuan Kepolisian untuk melakukan pemanggilan paksa," kata Kepala KSDA Resor Bengkulu Utara Usuluddin, kepada wartawan, Selasa (26/3).

Dikatakan, pihaknya hanya melakukan pemanggilan terhadap sembilan orang yang dianggap sebagai wakil dari para perambah. Utusan perambah itu akan diajak untuk membicarakan bagaimana cara terbaik menyelesaikan masalah penggarapan Cagar Alam Dusun Besar.

Ketua Yayasan Lembak Bengkulu Usman menilai, Pemdaprov Bengkulu kurang peduli terhadap kelestarian hutan Cagar Alam yang sebenarnya merupakan salah satu paru-paru dunia.

Padahal, sesuai kesepakatan beberapa waktu lalu, Pemda akan segera mengosongkan kawasan tersebut dan berjanji akan memperbaiki saluran air serta menutup jalan yang membelah cagar alam itu namun hingga saat ini hal tersebut belum terealisasi.

"Kami sudah mengirimkan surat tahun 1998 yang isinya mengenai kerusakan hutan Cagar Alam Dusun Besar dan nama-nama yang mengkapling lokasi tersebut, namun hingga saat ini belum ada realisasi," katanya.

Di antara perambah yang menggarap kawasan Cagar Alam Dusun Besar terdapat nama-nama mantan pejabat Bengkulu, di antaranya Adjis Ahmad (mantan Gubernur Bengkulu), Amiduddin (mantan Kakanwil PU) dan Baharudin Dj (mantan Ketua DPRD propinsi)

Ia menambahkan, karena keberadaan para mantan pejabat inilah maka Pemda seperti tidak "bertaring" untuk menyelesaikan masalah tersebut, walaupun sebenarnya perbutan para mantan tersebut jelas-jelas telah melanggar UU.No.5 tahun 1990.

Menurut dia, akibat ulah para mantan pejabat itu telah menyebabkan surutnya air Danau Dendam Tak Sudah yang menjadi sumber air untuk mengairi pesawahan petani setempat," katanya.

"Semenjak air Danau Dendam Tak Sudah susut dan tidak dapat mengairi pesawahan petani setempat mengakitkan sekitar 700 hektare kering dengan kerugian materi mencapai Rp1,4 miliar," katanya.

Dia mengatakan, sewaktu hutan Cagar Alam Dusun besar itu masih utuh warga dari sebelas desa di antaranya Desa Dusun Besar, Jembatan Kecil dan Panorama itu tak pernah merasakan kekeringan air, namun sekarang baru satu bulan kemarau mereka sudah kekeringan air.

Kawasan hutan Cagar Alam tersebut, selama ini melindungi mata air yang ditampung di Danau Dendam Tak Sudah setempat, setelah itu baru dialirkan ke areal persawahan masyarakat di sebelas desa tersebut. [Tma, Ant]


printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 26 March 2002 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdot12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer