 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Pulau Judi Pundi Judi, Mau Tapi Malu
Jakarta, 22 April 2002 00:13 Sudah dua pekan puluhan tempat judi ilegal di Jakarta tutup. Gantinya, Pemerintah DKI Jakarta, berencana untuk memindahkan perjudian kelas tinggi di Kepulauan Seribu. Kalau disetujui, oleh DPRD, pemeritnah pusat dan ulama, menurut GUbernur Sutiyoso, pusat judi akan dibangun di pulau kosong. "Anggap saja membuang para penjudi ke laut," ujar Sutiyoso. Dari 110 pulau di Kepulauan Seribu, 35 di antaranya kosong. Hanya 11 pulau berpenduduk 18.000 jiwa, dan sejumlah pulau lainnya dijadikan tempat wisata, sekitar 40 pulau dikelola perusahaan swasta atau perorangan.
Kini, Kepulauan Seribu, kata Walikota Abdul Kadir, diincar banyak investor perjudian. Tapi baru Yayasan Dana Bina Sosial (YDBS) yang mengajukan secara resmi. Padahal, beberapa investor judi dari Makau, Los Angeles, dan Sydney, menurut Abdul Kadir, bersedia membangun sarana perjudian dengan duitnya sendiri. "Seorang pengusaha Belanda siap menanamkan modalnya sebesar US$ 5 juta," kata Abul Kadir. Beberapa "importir" judi itu, kabarnya, berani pasang taget pemasukan ke kas pemerintah sebesar Rp 1,5 trilyun hingga Rp 1,8 trilyun per tahun. Padahal, APBD DKI Jakarta tahun 2001 hanya Rp 9,1 trilyun. Jika dana judi sebesar Rp 1,8 trilyun itu benar-benar masuk, berarti 20% pendapatan DKI Jakarta berasal dari duit judi.
[Laporan Utama GATRA Nomor 23 Tahun ke VIII, Beredar 22 April 2002] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
BI Tak Akan Terbitkan Pecahan Rp100.000 Baru Jakarta, 22 April 2002 18:01
Meski uang pecahan Rp100.000 sudah bisa dipalsukan, Bank Indonesia tidak berencana menerbitkan uang dengan nilai pecahan tersebut. Gubernur BI Syahril Sabirin bersikukuh, teknologinya masih sukar ditiru atau dipalsu secara sempurna.
[ Print | Email ]
Presiden Setujui Pendirian Bank Pekerja Jakarta, 22 April 2002 17:52
Menakertrans Jacob Nuwa Wea mengatakan, Presiden Megawati menyetujui pendirian Bank Pekerja dan Rumah Sakit Pekerja untuk memfasilitasi dan meningkatkan kesejahteraan pekerja. Pendirian bank itu juga diharapkan memudahkan TKI mendapatkan pinjaman untuk bekerja di luar negeri.
[ Print | Email ]
Laksamana: Presiden Tidak Menolak Ganti Kepala BPPN Jakarta, 22 April 2002 16:48 Meneg BUMN Laksamana Sukardi mengatakan, tak ada penolakan dari Presiden Megawati untuk mengganti Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) IPG Ary Suta oleh Syafruddin Tumenggung. Malah, instruksi sudah turun sejak Jumat, tapi Keppresnya baru hari ini.
[ Print | Email ]
Menpan: Banyak Anggapan Salah Tentang PNS di Era Otda
Sebanyak 41,78% Terumbu Karang Indonesia Rusak Berat
Swedia Dukung Otonomi Khusus di Aceh
Warga Kepulauan Seribu Tolak Judi
Jaksa Fahmi Tuding Kesaksian Mahdar Palsu
|
|
Sidang Akbar Tandjung Orang yang Mencairkan Dana Bulog Ber-KTP Palsu Jakarta, 22 April 2002 16:20
Imam Kuncoro dan Suyanto masih misterius. Dalam sidang kasus Bulog terungkap, kedua orang yang mencairkan dana bulog senilai total Rp28 miliar ke Bank Bukopin itu terbukti ber-KTP palsu, sehingga keduanya tak bisa dilacak keberadaannya.
[ Print | Email ]
Komersialisasi Hukuman Siswa SMK di Pekanbaru Mengamuk Pekanbaru, 22 April 2002 16:04
Seusai upacara bendera, ratusan siswa SMK Nurul Falah Pekanbaru, Riau tiba-tiba mengamuk memecahkan jendela dan membalikkan bangku-bangku. Ternyata, itu merupakan bentuk protes mereka pada aturan sekolah yang kaku dan mengarah pada komersialisasi hukuman. Seperti membolos didenda 1 zak semen, terlambat didenda Rp1.000 dan banyak lagi.
[ Print | Email ]
Madrid Diguncang Bom Mobil Madrid, 22 April 2002 15:51
Sebuah bom mobil yang diperkirakan seberat 15 kg meledak di luar kantor perusahaan minyak di Madrid, Senin pagi. Akibatnya, empat orang dibawa ke rumah sakit, sejumlah kendaraan dan jendela rusak. Diduga, serangan dilakukan kelompok separatis ETA.
[ Print | Email ]
Eka Santosa, Terpilih Jadi Ketua Umum KONI Jabar
Mega Akhirnya Tandatangani Keppres Kepala BPPN Baru
Latuconsina Perpanjang Jam Malam
Dua Anggota LSM Asing Dideportasi dari Maluku
Bupati Tanjab: Warga Jangan Mudah Percaya Dana Revolusi
|
|
 |
|
|
|