 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Memo Phoenix Menyelusuri Dusta Sang Presiden

Washington, 31 Mei 2002 00:16 Sepanjang pekan-pekan terakhir, "Memo Phoenix" menjadi lema baru yang mencuat di jagat politik "negeri Paman Sam". Laporan yang ditulis agen Biro Penyelidik Federal Amerika (FBI), Kenneth Williams, pada Juli 2001 itu mencatat secara detail kecurigaan Williams terhadap sejumlah pria Arab yang sedang belajar di sebuah sekolah penerbangan di Arizona. Laporan hasil penyidikan Williams ini menjadi kontroversi karena telah dikirimkan ke divisi kontraterorisme di Markas Besar FBI di Washington, jauh sebelum serangan 11 September. Memo itu, jika ditanggapi serius, dipercaya bisa mencegah peristiwa ambruknya World Trade Center. Tak mengherankan, "Memo Phoenix" segera menjadi isu politik paling mengganggu bagi Presiden George W. Bush.
Mungkinkah Bush telah tahu siapa yang sebenarnya berada di belakang peristiwa 11 September, lalu membiarkannya terjadi sebagai bagian dari cara Bush menguasai Afghanistan? Dugaan bahwa ada kelompok lain di luar Al-Qaeda yang bekerja untuk melakukan operasi 11 September juga membesar. Bukankah beberapa kali terbukti dalam sejarah bahwa dinas rahasia Israel, Mossad, pernah melakukan cara-cara menyalahkan orang lain agar tujuannya tercapai? Apakah Bush juga ditunggangi dinas rahasia Yahudi ini?
Lawan-lawan politik Bush dari Partai Demokrat segera memainkan isu ini dengan mengusung pembentukan Panitia Khusus Kongres. Meski Bush berusaha mencegah terbentuknya Pansus--yang di sini akhirnya merontokkan Presiden Abdurrahman Wahid-- tampaknya arus politik akan mengarah ke sana. Jika saja kelak Bush tak bisa mencegah munculnya bukti-bukti yang membenarkan tuduhan bahwa ia secara sengaja telah menyembunyikan peringatan mengenai kemungkinan terjadinya peristiwa 11 September, tentu karier politiknya bakal suram. Sebab, Panitia Khusus Kongres ini bisa berujung pada proses impeachment. [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Piala Dunia 2002 Tersangka Holigan Inggris Kantongi 350 Tiket Chiba, 31 Mei 2002 11:07 Seorang warga Inggris berusia 33 tahun yang dicekal masuk ke Jepang karena diduga sebagai holigan (bonek), ternyata mengantongi 350 lembar tiket final Piala Dunia 2002, dan kebanyakan untuk pertandingan kesebelasan kesayangan mereka, Inggris. Ia kemudian bermaksud menjual kembali tiket itu.
[ Print | Email ]
Ketegangan Hubungan India-Pakistan Afghanistan Desak India dan Pakistan Redakan Ketegangan Islamabad, 31 Mei 2002 11:00 Guna menghindari peperangan antarnegara tetangga, pemimpin Afghanistan Hamid Karzai mendesak India dan Pakistan agar meredakan ketegangan yang semakin meningkat, dan mendorong kedua pemimpin negara itu menyelesaikan perselisihan mereka.
[ Print | Email ]
JakArt@2002 Dibuka, Menyambut HUT Ke-475 Jakarta Jakarta, 31 Mei 2002 10:52 Menyambut HUT Ke-475 Jakarta, Pemda Jakarta menggelar pagelaran kesenian JakArt@2002. Panitia memandu orang-orang asing, termasuk para Duta Besar, untuk berkeliling kota Jakarta antara lain ke taman-taman yang bagus sekaligus melihat pertunjukan kesenian yang digelar di lokasi itu
[ Print | Email ]
Asterix et Obelix: Missie Cleopatra, Pembuka Festival Film Perancis VII
Vaksin Cacar Air Tercemar, Tiga Anak Kuba Tewas, 42 Lainnya Sakit
Dua Anggota DPRD dan Mantan Sekda Bengkulu Tahanan Kota
Sekjen PBB: Negara Maju Belum Penuhi Janji Lindungi Lingkungan
Miss Rusia Oxana Fedorova, Ratu Sejagad 2002
|
|
Ketergantungan Obat, Diana Ross Direhabilitasi
Los Angeles, 31 Mei 2002 10:40 Bintang pop ternama Diana Ross (58) memasuki klinik rehabilitasi untuk mengatasi ketergantungan obat dan alkohol yang dideritanya. Ia "secara sukarela" masuk klinik yang eksklusif, mahal dan sangat tertutup di Malibu, California untuk "membersihkan masalah pribadinya,” sebelum mengawali tur musim panas di AS dan di luar AS.
[ Print | Email ]
BPPT Tawarkan Alternatif Pengelolaan Air Limbah Jakarta Jakarta, 31 Mei 2002 10:32
Guna memperkecil pencemaran lingkungan di DKI Jakarta, BPPT menawarkan alternatif pengelolaan air limbah kota. Caranya, untuk wilayah yang kepadatan penduduknya rendah, air limbah toilet harus diolah dengan cara sanitasi sederhana, wilayah kepadatan penduduk sedang, air limbah rumah tangga diolah dengan cara pengolahan di tempat dan wilayah kepadatan penduduk tinggi, air limbah rumah tangga harus dioleh secara terpusat.
[ Print | Email ]
Pangeran Jepang dan Presiden Korsel Bahas Isu Sejarah Seoul, 31 Mei 2002 10:20 Pangeran Jepang Takamado dan Presiden Korsel Kim Dae Jung membahas isu sejarah pada pertemuan mereka di ”Gedung Biru”, istana kepresidengan Korsel. Kim mengatakan, jika rakyat semua kelompok etnis tidak bisa belajar dari sejarah masa lalu, mereka tidak akan berhasil, dan jika mereka tidak begerak maju karena terpaku pada sejarah masa lalu, mereka juga tidak akan sukses.
[ Print | Email ]
Bunuh Orang Kencing Sembarangan, Divonis Lima Tahun
Kebut-kebutan dan Penjarahan Warnai Ujian Akhir SMU
VCD “Casting Iklan” Cabul Beredar di Denpasar
BI Harus Lindungi Rakyat dari Risiko Uang Palsu
Seorang Warga AS Divonis 20 Tahun Penjara
|
|
 |
|
|