 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Partai Baru Kendaraan Politik Kaum Selebriti

Jakarta, 1 Agustus 2002 00:50 Dengan tangan terkepal, senyum lebar, sutradara beken --yang juga penulis lagu,wartawan, serta politikus--Eros Jarot mendaklarasikan partai baru-nya. Di hotel berbintang, dihadiri ratusan orang yang biasa nonggol di televisi, Eros dan belasan pengurus yang mengenakan seragam--jas putih, baju hitam dan dasi merah-- meresmikan Partai Nasionalis Bung Karno (PNBK)-nya. Hari itu (25 Juli) Eros dalam pidato politiknya langsung mengingatkan pada tragedi 27 Juli 1996 yang menimpa partainya Megawati Soekarnoputri--tempat Eros dulu bernaung. "Hari itu bau anyir darah menyegat dari tubuh saudara kita yang memperjuangkan demokrasi," katanya.
Eros bukan satu-satunya selebriti yang bikin partai. Mantan Menteri Negara Otonomi Daerah, Ryaas Rasyid, dan Dr. Sjahrir juga. Ryaas mendeklarasikan Partai Persatuan Demokratik Kebangsaan (PPDK) di Hotel Indonesia. Pengamat politik yang bintang talk show, Dr. Andi Alfian Mallarangeng, ikut berada di barisan Ryaas. Sedangkan Sjahrir yang kini menjadi Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Baru masih gencar membentuk pengurus provinsi dan kabupaten. Ia mengaku belum menemukan nama yang tepat untuk partainya.
Akankah partai baru mereka berjalan mulus. Pengamat politik Dr Bachtiar Effendy meragukannya. "Dikira pasar politik bisa dikavling-kavling," kata Bachtiar. Ia yakin, suara pemilih sudah habis oleh 10 partai terbesar yang kini di DPR. Dr. Afan Gaffar mendukung kalkulasi Bachtiar. "Mereka dapat 100.000 suara saja sudah bagus," katanya. Begitulah analisis dua dosen perguruan tinggi. Tapi, siapa yang bisa meramal dengan tepat? Karena ini politik. [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Sidang Tahunan MPR 2002 Akbar Tak Menyinggung Soal Pansus Bulog II Jakarta, 1 Agustus 2002 18:23 Ketua DPR Akbar Tandjung, dalam laporan pelaksanaan fungsi, tugas dan wewenang DPR pada Sidang Tahunan MPR 2002 menyebutkan, selama masa persidangan 2001-2002, DPR menggunakan hak penyelidikan terhadap beberapa kasus besar, seperti dugaan KKN di Pertamina dan BLBI. Namun ia sama sekali tak menyinggung mengenai usul pembentukan Pansus Bulog II untuk menyelidiki penyalahgunaan dana Bulog Rp40 miliar yang melibatkan dirinya, sewaktu menjabat Mensesneg.
[ Print | Email ]
Gus Dur Temui Bambang Sutrisno di Singapura Jakarta, 1 Agustus 2002 18:16 Gus Dur secara khusus telah menemui mantan komisaris Bank Surya yang bermasalah, Bambang Sutrisno di Hotel Shangri La Singapura untuk memberi dukungan moral terhadapnya. Menurut penasihat hukum Bambang, Gus Dur tertarik mengunjungi kliennya –yang pernah diadili secara in absentia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, padahal sedang sakit- karena dia merasa kesulitan mendapatkan keadilan di Indonesia.
[ Print | Email ]
Djatun: Modal Asing, Prioritas Utama Pemulihan Ekonomi Jakarta, 1 Agustus 2002 18:11 Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti mengatakan, masuknya modal dari investor asing, khususnya investasi langsung (foreign direct investment), harus menjadi prioritas utama pemerintah agar pemulihan ekonomi dan krisis di negeri ini segera tercapai. Hal itu akan menopang laporan perbaikan masuknya portofolio di Tanah Air yang sudah terlihat positif di bursa efek maupun penjualan obligasi yang laku, bahkan di atas target.
[ Print | Email ]
Tukang Becak Gagalkan Aksi Perampokan
Mega Janjikan Penghargaan Tambahan Bagi Guru
Balita Korban Ayah Kandung Akhirnya Meninggal
Mega: Saling Curiga dan Gaduh Tak Selesaikan Masalah
Napi Jangan Lagi Jadi Donor Darah
|
|
Tommy Tak Akan Banding Jakarta, 1 Agustus 2002 18:06 Tommy Soeharto memutuskan membiarkan waktu untuk mengajukan banding atas putusan 15 tahun penjara terhadapnya berlalu, sebab ia menilai tak ada lagi obyektivitas pada pengadilan yang mengadilinya. Sementara itu, tenggang waktu untuk mengajukan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tertanggal 26 Juli itu akan berakhir besok (2/8).
[ Print | Email ]
Anwar Nasution: Tak Masalah, Mochtar Riady Kembali ke Lippo Jakarta, 1 Agustus 2002 17:43
Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Anwar Nasution mengatakan, tak masalah keluarga Mochtar Riady kembali memiliki dan mengelola Bank Lippo. Sebab, hingga kini Mochtar tidak masuk dalam daftar orang yang tidak boleh mengelola atau memiliki bank. Lewat fit and proper test yang pernah dilakukan BI, konglomerat itu dinyatakan tak bermasalah.
[ Print | Email ]
Sidang Tahunan MPR 2002 Akbar: Kinerja Pemerintah di Bidang Ekonomi, Belum ada Kemajuan Jakarta, 1 Agustus 2002 17:35 Ketua DPR Akbar Tandjung menilai, kinerja pemerintah di bidang ekonomi setahun terakhir ini belum mengalami kemajuan berarti, meski harapan ke arah itu sudah ada. Menurutnya, program-program pemerintah masih banyak yang menemui kendala, antara lain, dari internal pemerintah berupa kurangnya koordinasi antarinstansi, kurangya penagawasan dan kebijakan pemerintah yang tidak fokus.
[ Print | Email ]
Mega: Pemekaran Daerah Timbulkan Masalah Baru
Malaysia Mulai Tangkapi TKI Ilegal
Akbar: Jika Amandemen Deadlock, Kembali ke Naskah Asli
Mega: Tegas Terhadap GAM, Jamin Keselamatan Rakyat Aceh
Tim Penasihat Hukum Tommy Keberatan Ucapan Ketua MA
|
|
 |
|
|
|