 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Menopause Kanker? Siapa Takut!

Jakarta, 2 Agustus 2002 00:25 Selama puluhan tahun, terapi hormon dianggap obat mukjizat untuk menopause. Penyakit yang diderita kaum hawa yang memasuki usia senja itu memang timbul karena berkurangnya produksi hormon wanita estrogen dan progesteron. Terapinya yang selama ini diyakini manjur ya, sulih hormon itu. Tapi anggapan itu mulai luntur. Karena menurut penelitian Women's Health Initiative (WHI), lembaga yang mengurusi masalah kesehatan wanita di Amerika Serikat, yang melibatkan 16.608 wanita selama lima tahun, terapi itu beresiko menyebabkan serangan jantung, stroke, hingga kanker payudara.
Karena itu Institut Jantung, Paru-paru, dan Darah, begitu juga Institut Kanker Nasional Amerika, menyerukan para wanita menopause agar menunda terapi hormon. Padahal tahun lalu saja tak kurang 45 juta wanita menebus resep untuk hormon tersebut. Di Indonesia sendiri terapi hormon banyak diminati kaum ibu tajir. Menurut Dr. Ali Baziad, dari sekitar 14 juta wanita Indonesia berumur 50 tahun-an, Sekitar 10%-nya menjalani terapi hormon. Ini yang membuat banyak ibu mengaku was-was dengan terapi yang mereka jalani. Namun, lanjut Ali, yang menjabat ketua Perkumpulan Menopause Indonesia (Premi), terapi hormon masih bisa dilakukan. Untuk berjaga-jaga, lanjutnya, Permi sepakat menurunkan dosis Premarin dari 0,625 menjadi 0,3 miligram bagi pasien. [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Penegakan Hukum Indonesia Ibarat Sarang Laba-Laba Palu, 2 Agustus 2002 18:37 Pakar hukum Unhas Prof Dr. Achmad Ali mengatakan, penegakan hukum di Indonesia baru sampai sebatas pada keadilan "sarang laba-laba". Artinya, hanya menjerat serangga kecil, sedangkan yang besar-besar justru yang merobek sarang itu, sehingga lolos. Kondisi penegakan hukum kita demikian buruknya, sehingga masyarakat tak lagi percaya pada aparat penegak hukum.
[ Print | Email ]
Bentrok Unjuk Rasa Anti-AS di Filipina, 12 Luka Manila, 2 Agustus 2002 18:23 Unjuk rasa yang berujung bentrokan terjadi di Manila, saat sekelompok pengunjuk rasa sayap kiri berusaha memaksa melewati garis polisi di Kedubes AS di Manila, menjelang kunjungan Menlu AS Colin Powell. Akibatnya, 12 orang, termasuk dua polisi luka ringan. Polisi menjaga ketat Kedubes AS. Sebuah senapan mesin dinaikkan ke sebuah jip militer untuk menjaga gerbang fasilitas AS itu.
[ Print | Email ]
Kawasan Sub Urban akan Berkembang Jadi Perkotaan Semarang, 2 Agustus 2002 18:04 Guru besar tata kota dan wilayah, Prof Dr Ir Sugiono Soetomo mengatakan, kawasan atau ruang sub urban akan menjadi masa depan perkembangan kota di Indonesia, karena beban ekologis, sosial dan ekonomi perkotaan yang semakin berat. Namun kumuh atau rapinya kawasan baru tersebut tergantung bagaimana merencanakan tata ruang dengan faktor terkait lainnya.
[ Print | Email ]
Powell Akui Salah Persepsi Tentang Indonesia
Sodetan Ciliwung-Cisadane, Solusi Terbaik Atasi Banjir
Powell: Reformasi Hukum Dorong Pemulihan Ekonomi
Ketergantungan RI pada IMF Terlampau Jauh
Deadlock Amandemen UUD’45, Berdampak Buruk Bagi Investasi
|
|
RI Minta Malaysia Tidak Tangkapi TKI Jakarta, 2 Agustus 2002 17:09 Menlu Hassan Wirajuda meminta pemerintah Malaysia tidak melakukan penangkapan terhadap TKI ilegal, sebab Indonesia sedang melakukan proses kelengkapan administrasi “pendatang haram” tersebut. RI juga minta Malaysia menyediakan tempat penampungan sementara bagi TKI yang tertangkap, sehingga proses pemberian dokumen menjadi lebih cepat dan mudah, karena sebetulnya mereka ingin pulang.
[ Print | Email ]
Polda Jatim Pecat Empat Perwiranya Surabaya, 2 Agustus 2002 16:38 Polda Jawa Timur memecat empat perwira pertama (Pama) “nakal” secara tidak hormat, karena tindak pidana dan pelanggaran yang berbeda-beda. Antara lain, desersi, penipuan, penggelapan, perselingkuhan dan pemalsuan identitas. Menurut Kadispen Polda Jatim, tindakan tegas itu dimaksudkan sebagai upaya mencetak polisi yang bersih dan berwibawa. Apalagi perwira adalah contoh bagi anggota kesatuannya
[ Print | Email ]
AS akan Bantu Indonesia 15 Juta Dolar Jakarta, 2 Agustus 2002 16:00 Pemerintah AS memutuskan memberikan bantuan 15 juta dolar AS kepada Indonesia, di antaranya bagi peningkatan kapasitas, kemampuan dan organisasi TNI/Polri. "Bantuan senilai itu akan secepatnya diberikan pemerintah AS kepada Indonesia dalam waktu dekat dan saat ini masih digodok di kongres," kata Menlu AS Colin Powell. Pemberian dana bantuan itu didasarkan pada informasi bahwa Indonesia memiliki komitmen kuat memerangi terorisme.
[ Print | Email ]
Baru Diresmikan, Mess Atlet KONI Cianjur Rusak Parah
TNI AL akan “Sikat Habis” Penyelundup Pasir Laut
Sekjen PDI P: Itu Manuver Biasa Saja
Bupati Donggala Cabut Kembali Rekomendasi Penambangan Emas
FPBB Tetap Perjuangkan Tujuh Kata Piagam Jakarta
|
|
 |
|
|
|