 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Amandemen UUD 45 Tarik Menarik Amandemen

Jakarta, 7 Agustus 2002 00:02 Bunyi palu yang diketokan Amien Rais untuk membuka Sidang Tahunan Kamis pekan lalu seolah masih berdengung. Atmosfir ruang sidang sudah dipenuhi nuansa penolakan terhadap agenda utama sidang tahunan tersebut: menuntaskan amandemen ke 4 terhadap UUD 45. Setelah hujan interupsi, diikuti badai pengumupan tanda tangan di bawah meja untuk menolak amandemen ketiga dan keempat. Ini yang membuat Amien Rais jengkel. KArena kabarnya pengumpulan tanda tangan itu melibatkan sebagian besar anggota PDI Perjuangan, termasuk suami Presiden, Taufik Kiemas.
"Amandemen itu sudah digodok, digoreng, dimasak berbulan-bulan. Tiba-tiba ada tanda tangan penolakan, tentu ada operasi siluman," katanya. Amien tidak menyebut pelaku operasi siluman tersebut, tapi tudingan tertuju pada TNI. Bila memang terjalin koalisi antara PDI Perjuangan, FUG, dan Fraksi TNI/Polri, ditambah sejumlah "suara liar", maka proses amandemen memang bisa terganjal. Karena untuk mengetok palu pengesahan amandemen dibutuhkan persetujuan dari dua pertiga anggota MPR. Jalan untuk amandemen keempat ini tampaknya memang tidak mulus seperti yang terjadi tiga kali sebelumnya. [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Helmi Yahya Diperiksa Polda Metro Jaya Jakarta, 7 Agustus 2002 17:59 Presenter Helmi Yahya siang tadi menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, sebagai saksi kasus dugaan penggelapan dana bantuan korban banjir oleh LSM Institute of Civic Education (Ice) on Indonesia pimpinan Irma Hutabarat. Helmi diperiksa karena hadir sebagai MC pada acara pengumpulan dana –yang dihadiri Gubernur DKI Sutiyoso dan pengusaha Siti Hartati Murdaya.
[ Print | Email ]
Kwik: Pertumbuhan Ekonomi Tahun ini Tak Sampai Empat Persen Jakarta, 7 Agustus 2002 17:53 Meneg PPN/Ketua Bappenas Kwik Kian Gie mengatakan, berdasarkan hasil perhitungan Bappenas, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini, tak akan mencapai empat persen, sebagaimana ditargetkan pemerintah dalam APBN 2002. Jika lembaga lain mengestimasi 2,5 persen, Bappenas memperkirakan “tiga persen plus.” Rendahnya angka pertumbuhan tersebut disebabkan masih buruknya kondisi perekonomian nasional dan iklim investasi, serta menurunnya tingkat ekspor.
[ Print | Email ]
Dokter RS UCLA Pisahkan Bayi Kembar Siam
Los Angeles, 7 Agustus 2002 17:36 Tim dokter RS Anak UCLA, AS, berusaha memisahkan Maria Teresa Quiej dan Maria de Jesus, bayi kembar siam pada bagian kepala asal Guatemala. Lewat proses pembedahan 22 jam, kedua bayi akhirnya bisa dipisahkan. Namun, Maria Teresa terpaksa kembali menjalani operasi tahap kedua selama lima jam untuk mengambil darah yang membeku. Kedua bayi dalam situasi kritis, tapi kondisinya stabil.
[ Print | Email ]
IPB akan Pilih Rektor Baru
Depkeh dan HAM Sultra Beri Remisi 448 Napi
WN Korea Tabrak Tiga Motor
Todung: Pemberhentian Tiga Hakim, Langkah Baik Pulihkan Citra Hukum
Wapres Minta Pengertian Kreditor Pertimbangkan Debt Swap
|
|
Tommy Diperiksa Polisi Soal “Koordinasi dengan Aparat” Jakarta, 7 Agustus 2002 17:23 Tommy Soeharto menjalani pemeriksaan oleh tim reserse Polda Metro Jaya untuk mengungkap dugaan adanya “koordinasi” dengan oknum aparat selama terpidana itu buron. Menurut Kadispen Polda Metro Jaya Kombes Anton Bachrul Alam, Tommy, tanpa didampingi pengacara, menjawab 20 pertanyaan pemeriksa. Ia menyebut nama Wiyono, mantan anggota Paspampres yang sudah meninggal, sebagai salah seorang aparat yang berkoordinasi dengannya.
[ Print | Email ]
Bawa Dolar Palsu, Dua Afrika Ditangkap Bandung, 7 Agustus 2002 17:11 Aparat Polwiltabes Bandung meringkus dua Afrika, Amin Amiru (22), WN Siera Leon dan Raymond Kacha alias James (23), WN Kamerun, di sebuah kamar Hotel Panghegar, Bandung, karena membawa 4.000 lembar dolar AS palsu setengah jadi senilai Rp5,6 miliar. Polisi menemukan pula tiga botol dan satu jerigen bahan kimia pemuncul warna yang disimpan di dalam tas pakaian warna merah.
[ Print | Email ]
Penyelesaian TKI Ilegal, Perlu Diplomasi Total Semua Pihak Jakarta, 7 Agustus 2002 17:04 Direktur Pusat Informasi Deplu, Wahid mengatakan, untuk menyelesaikan masalah TKI ilegal di Malaysia, perlu diplomasi total dari semua pihak, baik pemerintah maupun pengusaha kedua negara. Hal itu sangat penting, sebab diplomasi luar negeri sangat berkaitan dengan situasi dan kondisi di Tanah Air, misalnya kondisi ekonomi nasional terkait masalah TKI.
[ Print | Email ]
Polres Cianjur Ringkus Pengedar Uang Palsu
Dokter Wanda dan Pembantunya Tewas Membusuk
Amien Rais Yakin, Komisi A Tuntaskan Amandemen Malam Ini
PDIP Inginkan Pemilihan Presiden Langsung
Wartawan Bandung Nantikan Tommy di Sukamiskin
|
|
 |
|
|
|