 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Amandemen UUD 45 Kado Besar Jaminan Kurang
Jakarta, 12 Agustus 2002 00:24 Sebuah kado istimewa disodorkan untuk memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-57. Lewat Panitia Ad Hoc I (PAH I), para wakil rakyat di MPR memberikan kewenangan baru kepada negara untuk menguasai aset yang tak ternilai tingginya. Aset tersebut bernama angkasa. Hadiah dari MPR itu dirumuskan dengan mengamandemen Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 ayat 3. Naskah asli yang hanya memasukkan bumi, air, dan kekayaan alam kini ditambah dengan "angkasa" sebagai aset yang dikuasai negara. "Sekarang, angkasa sudah memiliki nilai ekonomis," kata Fuad Bawazier, anggota MPR dari Fraksi Reformasi.
Pencantuman angkasa sempat mengundang pembahasan panjang. "Sampai batas mana kekuasaan negara atas angkasa itu," kata Hamdan Zoelva, anggota PAH I dari Fraksi Bulan Bintang. Apalagi, belum ada kesepakatan internasional tentang kedaulatan negara atas wilayah angkasa. Berdasarkan perjanjian internasional, ruang angkasa ditetapkan sebagai wilayah bebas. Namun, argumen memasukkan "angkasa" sebagai aset yang dikuasai negara juga masuk akal. "Dengan kemajuan teknologinya, wilayah angkasa banyak dimanfaatkan oleh negara-negara maju," kata Jakob Tobing, Ketua PAH I. Padahal ada nilai ekonomis dari penguasaan wilayah angkasa dengan memanfaatkan frekuensi udara. "UUD menjadi petunjuk bahwa kita pun ingin menguasai wilayah angkasa," kata Jacob. Meskipun teknologi yang dimiliki saat ini belum mendukung ke arah sana. [Bagian I, GATRA, Edisi Khusus, Nomor 39 Beredar Senin 12 Agustus 2002] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
WHO: Akibat Pencemaran Udara, Indonesia Rugi 634 Juta Dolar Denpasar, 12 Agustus 2002 16:09 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, kerugian ekonomi akibat pencemaran udara di Indonesia pada 2000 mencapai 634 dolar AS, jauh lebih besar dibanding 1990 yang besarnya 424,3 juta dolar. Jika pemerintah RI tak juga serius menanggulanginya, kerugian akan bertambah besar.
[ Print | Email ]
Budi Harsono, Sekjen Golkar Jakarta, 12 Agustus 2002 15:23 Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung, hari ini mengukuhkan Letjen (Purn) TNI Budi Harsono sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai berlambang beringin itu, menggantikan Mayjen (Purn) Tuswandi yang meninggal dunia 12 Juni 2002. Budi sebelumnya menjabat Ketua Fraksi TNI/Polri DPR-RI.
[ Print | Email ]
Kesehatan Soeharto Dokter RSCM: Daya Ingat Soeharto Lamban Jakarta, 12 Agustus 2002 15:17 Tim dokter RSCM yang baru memeriksa kesehatan mantan presiden Soeharto mengatakan, daya ingat mantan penguasa orde baru itu sangat lamban dan mudah kesal karena tidak mampu mengemukakan apa yang ada di pikirannya. Soeharto juga mengalami kesulitan berbicara dan tidak mampu menjawab pertanyaan lebih dari empat kata. Untuk itu, Jaksa Penuntut Umum akan mengkaji secara hukum laporan hasil pemeriksaan kesehatan itu.
[ Print | Email ]
IPB Open House, Sambut Dies Natalis Ke-39
Mega dan Hamzah Hadiri Acara Puncak 100 Tahun Bung Hatta
Marinir Tangkap Tentara GAM Wanita
Setelah Enam Bulan, Pearl Baru Dimakamkan di LA
AC Milan Batalkan Transfer Nesta
|
|
Kolombia Berlakukan Keadaan Darurat Bogota, 12 Agustus 2002 15:06 Presiden Kolombia Alvaro Uribe, Senin dinihari mengumumkan keadaan darurat, menyusul maraknya aksi kekerasan yang sudah menewaskan 115 warganya, sejak pelantikan Uribe sebagai presiden, lima hari lalu. Ia memohon adanya ketetapan dalam konstitusi yang membolehkan membekukan sementara kebebasan warga sipil, sehubungan dengan adanya ancaman terhadap "stabilitas kelembagaan dan keamanan negara".
[ Print | Email ]
Indonesia Terbelakang dalam Telekomunikasi Jakarta, 12 Agustus 2002 15:02 Ketua Pokja Mastel-Kadin mengatakan, Indonesia tergolong kelompok terbelakang di dunia dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi. Indonesia hanya memiliki sambungan telepon tetap (fix line) 7,3 juta SST dan telepon genggam sekitar enam juta SST, sehingga tingkat kepadatan telepon rata-rata di Indonesia baru mencapai sekitar empat persen. Sedangkan di negara Asial lain, rata-rata 10 persen, dan negara maju di atas 60 persen.
[ Print | Email ]
Empat Kandidat Rektor UI Debat Terbuka Depok, 12 Agustus 2002 14:35 Prof Dr Djoko Hartanto Msc (FT-UI), Prof Dr Jimmly Assiddiqie SH (FH-UI), Dr Usman Chatib SpMk (FK-UI), dan Prof Dr Martani Huseini (Fisip-UI), empat kandidat rektor Universitas Indonesia (UI), mengikuti debat tebuka guna menentukan dua calon untuk dipilih menjadi rektor periode 2002-2007 oleh Majelis Wali Amanat UI.
[ Print | Email ]
Korban Banjir di Pesisir Laut Hitam Menjadi 58 Orang
Sekjen GP 27 Juli Dipukuli Demonstran Anti Sutiyoso
Panglima TNI: Tugas TNI di Aceh Berperang, Bukan Berdialog
Meningkat, Korban Gigitan “Anjing Gila” di Bengkulu
Demonstran Anti Sutiyoso Kepung DPRD Jakarta
|
|
 |
|
|
|