 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Edisi Khusus Kemerdekaan Setelah 57 Tahun: Yang Tersisa dan Tersia

JAkarta, 13 Agustus 2002 00:42 Di Aceh Hotel, malam itu, sebelum acara santap bersama dimulai, Bung Karno tiba-tiba berkata, "Saya tidak akan mau makan sebelum kalian dapat menyerahkan sebuah pesawat udara." Suasana berubah hening. Semua mendadak ingat: Republik yang baru berumur tiga tahun kurang dua bulan itu belum punya pesawat terbang! Republik, pada tahun-tahun itu, boleh dibilang bagaikan rumah tangga yang compang-camping, hampir tak punya apa-apa --kecuali semangat kebersamaan.
Seorang saudagar Aceh, Djoeneid Joesoef namanya, angkat bicara dengan gagah jumawa. "Kami sanggupi tawaran itu," kata anggota Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh itu. "Kami akan mengumpulkan uang 120.000 ringgit, atawa emas murni sebanyak 20 kilogram." Djoeneid dan kawan-kawannya hanya membutuhkan izin mengekspor 600 ton kopra ke Penang, wilayah Malaya ketika itu. Uang hasil ekspor inilah yang kemudian dibelikan pesawat Dakota RI-001 "Seulawah", pesawat udara komersial pertama milik Republik. Soekarno, yang datang ke Aceh dengan dompet kempis, pulang dengan "mengantongi" sebuah pesawat terbang!
Setelah 57 tahun, apa gerangan yang kita andalkan sebagai kekayaan? Cadangan batu bara kita masih sekitar 5,22 ton, terbesar ketiga di Asia. Produksi emas terbesar di Asia, dan menduduki peringkat ketujuh di dunia. Kita masih tercatat sebagai pemasok seperempat kebutuhan timah dunia. Kalau begitu, pantaskah kita menjadi pemasok tenaga kerja wanita yang bertebaran hampir di seantero pelosok jagat? Mengapakah gerangan TKI dan TKW mengembara ke negeri-negeri "tandus" seperti Singapura, dan Hong Kong, hanya untuk memungut "uang receh" dalam ukuran sana?
[Mukadimah, GATRA, Edisi Khusus, Nomor 39 Beredar Senin 12 Agustus 2002] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Arafat-Sharon Arafat Kembali Tersenyum Di Kantor PM Sharon Kairo, 13 Agustus 2002 21:17 Presiden Palestina, Yasser Arafat, yang masih berstatus dicekal oleh penguasa Israel, kembali tampil tersenyum bahagia di kantor PM Sharon. Namun senyum Arafat bukan dalam bentuk fisik, tapi berupa foto jabatan tangan bersejarah antara Arafat dan mantan mendiang Yitzhak Rabin. Sharon pada April lalu memerintahkan untuk menurunkan Foto tersebut. [ Print | Email ]
Pemilihan Dirut Krakatau Steel DPR Desak Pemerintah Segera Tetapkan Dirut PTKS Jakarta, 13 Agustus 2002 20:26 Makin maraknya demonstrasi warga Banten soal pemilihan Direktur Utama PT Krakatau Steel, menurut Ketua Fraksi Partai Golkar (F-PG) DPR RI, Marzuki Achmad, dapat diredam dengan segera ditetapkannya hasil penjaringan calon oleh pemerintah. "Pengumuman hasil fit and proper test lebih cepat lebih baik," kata Marzuki. [ Print | Email ]
Kerusuhan Poso Lagi lima Tewas di Poso Poso, 13 Agustus 2002 19:35 Aksi penyerangan sekelompok orang tak didikenal di Kecamatan Lage Kabupaten Poso pada Senin malam menyebabkan lima warga tewas dan dua lainnya mendertita luka berat. Sementara di kota Poso Senin malam juga terjadi penyerangan yang mengakibatkan satu gedung SD, sebuah Mesjid, dan satu Gereja dibakar kelompok penyerang. [ Print | Email ]
Dubes Boyce: Pemahaman Orang Amerika Meleset Jauh
Suyatno: Pengelolaan Dana Bulog Menyimpang Dari Dulu
Bupati Muba Ancam Ganti Kendaraan Dinas dengan Ojek
Cina, Calon Kuat Tuan Rumah Piala Dunia 2014
Separuh Anggota DPRD Kota Batu Lulusan SD
|
|
Amerika-Irak PM Jordania: 4000 Pasukan AS Bukan Untuk Serang Irak Kairo, 13 Agustus 2002 19:30 Perdana Menteri Jordania, Ali Abu Raghib kembali menegaskan, 4.000 anggota militer AS di Jordania semata-mata untuk mengikuti pelatihan perang bersama militer Jordania. "Mereka dikenakan persyaratan ketat, dan tidak terkait dengan rencana penyerangan ke Irak," kata Raghib. "Jordania menolak kampanye menumbangkan rejim Baghdad," tambahnya. [ Print | Email ]
Pasar Elektronika Cina Produsen Elektronik Terbesar di Asia Tokyo, 13 Agustus 2002 18:49 Survai yang diadakan harian Nihon Keizai Shimbun, hari ini menyebutkan dominasi Cina untuk bidang elektronik makin tak tertandingi di kawasan Asia. Ini belum berakhir, karena menurut Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang lebih dari 70 persen perusahaan Jepang memindahkan pabriknya ke Cina dengan alasan besarnya pasar domestik Cina. [ Print | Email ]
Remisi Tommy Adnan Buyung: Terlalu Pagi Tommy Ajukan Remisi Jakarta, 13 Agustus 2002 17:38 Praktisi hukum senior Adnan Buyung Nasution menilai pengajuan remisi bagi Tommy Soeharto tidak layak. "Terlalu pagi," kata Buyung. Menurutnya, ada tiga macam remisi: yakni remisi umum, remisi khusus pada hari-hari besar, serta remisi lebih khusus pada napi berkelakuan baik. "Tommy belum bisa dinilai untuk ketiga kriteria tersebut," katanya. [ Print | Email ]
Suu Kyi Prihatin Sekali atas Kasus Perkosaan Shan
Fraksi PAN, PK dan PBB Tolak LPJ Sutiyoso
Sumbar Bentuk Forum Wartawan Radio
New York Bangun Kembali Transportasi di Bawah Bekas Gedung WTC
Banjir Terbesar dalam Abad Ini Melanda Austria dan Ceko
|
|
 |
|
|
|