|
| Info TMC Polda Metro Jaya |
| melalui Twitter.com |
 |
 |
|
|
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Tommy Soeharto Di Batu Berharap Diskon
Cilacap, 19 Agustus 2002 00:05 Semilir angin selatan menelusup di ruang Masjid At-Taubah. Puluhan pria duduk bersila empat saf di rumah Allah berukuran sekitar 8 x 10 meter itu. Di antara para hadirin, terselip seorang lelaki dengan kulit bersih yang duduk tegak dengan sajadah cokelat muda, berpeci hitam, berkaus krem merek Tiger Shark. Ia adalah Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Terpidana 15 tahun penjara yang baru dua hari menghuni LP Batu itu. Pada petugas, Tommy tidak banyak cakap. Hanya saja, pagi-pagi di hari pertama menginap, ia mengeluhkan soal kondisi air yang banyak mengandung kapur. Keluhan lain soal banyaknya nyamuk dan mrutu (kutu kecil warna putih yang gigitannya sangat gatal). "Tapi, udara di sini segar. Ini pengaruh angin dari Australia," ujar Tommy dalam wawancara khusus dengan GATRA.
Tommy kini harus menghadapi kenyataan tinggal di balik terali besi di Nusakambangan, tempat yang tidak pernah dia impikan. "Dulu pernah dua kali saya mancing di seputar sini. Tapi, ya, tidak pernah membayangkan tinggal di sini," katanya. Tapi Tommy tampaknya tak akan sampai 15 tahun tinggal di Batu. Belum satu tahun menginap di bui, ia sudah mendapat remisi umum satu bulan. Adalah Ngusman yang membuat usulan remisi itu, sebagai bagian tradisi LP merayakan HUT RI 17 Agustus.
Diskon hukuman itu membuat semangat Tommy tergugah. "Ya, sekarang saya hendak menanam bibit agar mendapat remisi sebanyak-banyaknya," ujar Tommy. Bos Humpuss itu juga mengingatkan, ia tetap akan melakukan upaya hukum atas vonis yang dirasanya tak adil. "Tunggulah, sampai saat yang tepat," katanya. Tommy tampaknya masih memiliki agenda tersembunyi.
[Laporan Utama, GATRA, Nomor 40 Beredar Senin 19 Agustus 2002]
[ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Kwik: Masih Ada Kemungkinan, Pertumbuhan 5% Jakarta, 19 Agustus 2002 17:43 Meneg PPN/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie mengatakan, masih ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen. Namun, dalam waktu sekitar 1,5 tahun, masih akan terjadi perkembangan yang diketahui sehingga ia tidak bisa terlalu optimis atau pesimis.
[ Print | Email ]
Penggalian Situs Batutulis Menparsenibud Tak akan Perkarakan Menag Jakarta, 19 Agustus 2002 17:31 Menparsenibud I Gede Ardika mengatakan, pihaknya tak akan mengajukan proses hukum terhadap Menteri Agama, berkaitan dengan penggalian Situs Batutulis yang diprakarsainya, sebab tak ada kerusakan yang berarti pada peninggalan Kerajaan Pajajaran di Kota Bogor tersebut.
[ Print | Email ]
Kwik: Ketergantungan Indonesia Sudah Membahayakan Jakarta, 19 Agustus 2002 17:25 Meneg PPN/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie mengatakan, ketergantungan Indonesia pada pihak lain sudah dalam taraf sangat membahayakan. Rakyat Indonesia dipaksa untuk mengeluarkan dana ribuan triliun rupiah untuk membayar obligasi rekapitalisasi yang diberikan kepada dunia perbankan yang nantinya akan dijual ke swasta bahkan asing.
[ Print | Email ]
Bom di Poso, Bom Rakitan
Seribu Tahanan Taliban Mati Lemas dalam Truk Peti Kemas
Sujito Tewas Terseret Ombak Anyer
Gubernur Bengkulu Wawancarai Wartawan
Australia Sanggup Daur-ulang Sampah Bantar Gebang
|
|
Pegadaian Semarang Programkan Bantuan Modal Usaha Rp150 Juta Semarang, 19 Agustus 2002 16:20 Kanwil Perum Pegadaian Semarang tahun ini memprogramkan bantuan pinjaman modal usaha sebanyak Rp150 juta kepada koperasi dan pengusaha kecil mitra binaan di daerah ini. Program ini naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp125 juta untuk 15 unit usaha kecil dan koperasi.
[ Print | Email ]
Mantan Wartawan Surabaya Post Dirikan Surabaya Pos Surabaya, 19 Agustus 2002 16:14 H. Tatang Istiawan, mantan wartawan Surabaya Post, mendirikan koran pagi baru dengan nama Harian Surabaya Pos (tanpa huruf “t”), yang terbit perdana, 17 Agustus 2002. Koran berformat semi tabloid 20 halaman itu memuat headline seputar pidato kenegaraan Presiden Megawati dengan judul Januari 2003, Gaji Naik 10 %, dengan foto Mega bersalaman dengan Ketua DPR Akbar Tandjung, didampingi Wapres Hamzah Haz.
[ Print | Email ]
Wirajuda: Putusan Pengadilan HAM Timtim Tak Pengaruhi Bantuan Militer AS Jakarta, 19 Agustus 2002 15:37 Menlu Hassan Wirajuda menegaskan, putusan Pengadilan Ad Hoc HAM Timtim tak berdampak terhadap proses bantuan militer AS kepada RI, meski misi bantuan itu, salah satunya menegakkan HAM di Indonesia. Menurutnya, semua pihak, termasuk LN harus menghargai segala keputusan hukum di pengadilan Indonesia.
[ Print | Email ]
Menteri Purnomo Bantah Ketemu Wapres Taiwan
Tujuh Polisi di Maumere Luka
Penggalian Di Batutulis Rusak Rekonstruksi Sejarah Padjadjaran
Gubernur Aceh: Pers agar Lebih Obyektif Beritakan Aceh
Air PAM Jambi Tercampur Air Laut
|
|
 |
|
|
|