|
| Info TMC Polda Metro Jaya |
| melalui Twitter.com |
 |
 |
|
|
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
PT Dirgantara Indonesia Menyambut Direksi Karpet Bolong

Jakarta, 22 Agustus 2002 00:06 Kebiasaan Laksamana Sukardi mengganti-ganti direksi badan usaha milik negara (BUMN) rupanya belum berubah. Kali ini, yang kena sodok adalah para direksi PT Dirgantara Indonesia. Lima pucuk pimpinan pabrik pesawat terbang yang berpusat di Bandung, Jawa Barat, itu dilengserkan secara mendadak. Buntutnya, Djusman Syafi'i Djamal sang direktur utama Dirgantara meradang. Kendati dibalut kesal, Djusman rela melepas kedudukannya. Acara serah terima jabatan berlangsung di sebuah ruangan di lantai XII Gedung Departemen Keuangan, yang hadir cuma 13 orang. Yaitu para direksi lama dan baru, masing-masing lima orang, tiga lainnya adalah pembawa acara, pembaca doa, dan Roes Aryawijaya, Deputi Menteri Negara BUMN. Ruangan tempat serah terima malah mirip gudang. Karpetnya banyak yang bolong. "Kok, ya, ada pergantian direksi BUMN seperti ini," kata Djusman.
Namun pencopotan Djusman Cs disambut gembira Arief Winardi dan A.M. Bone, dua pentolan Forum Komunikasi Karyawan (FKK) Dirgantara. Sejak awal tahun lalu, forum ini getol menggerakkan demo ribuan karyawan untuk menggusur Djusman. Isu yang diembuskannya adalah korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Apalagi dari lima direksi baru Dirgantara, empat orang adalah usulan karyawan. Mereka adalah Puji Sulaksono (direktur keuangan), Sudarma (direktur teknologi), Budi Wuraskito (direktur operasi dan niaga), dan Budi Setiawan Taufik (direktur umum). Hanya Edwin Sudarmo, sang Dirut baru, yang bukan. Toh, Bone tidak khawatir. "Dia orang yang netral," katanya. Dengan komposisi seperti itu, masalah hubungan harmonis antara manajemen dan karyawan sudah terselesaikan. Tapi direksi baru menghadapi tantangan berat berkait dengan sejumlah karyawan yang menganggur. [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Sebanyak 300 Ha Kebun Kopi Siap Panen Terbakar Takengon, 22 Agustus 2002 15:22 Sedikitnya 300 hektar kebun kopi siap panen milik petani di sejumlah petani Aceh Tengah, NAD terbakar habis. Sehingga kerugian ditaksir mencapai Rp7,5 miliar. Diduga, kebakaran itu akibat musim kemarau yang mulai melanda Aceh Tengah sejak awal Agustus lalu. Selain itu, seorang petani kopi mengakui, menjelang musim panen mereka punya kebiasaan membakar semak-semak untuk membersihkan kebun. Karena cuaca di musim kemarau cukup panas, jilatan api sukar dibendung.
[ Print | Email ]
Seratus Sambungan Telepon Putus Akibat Kebakaran Hutan Pontianak, 22 Agustus 2002 15:12 Kebakaran hutan, lahan dan ladang di sekitar Pontianak menyebabkan 100 satuan sambungan telepon (SST) terputus sejak awal pekan ini. Namun dari kapasitas 100 SST tersebut tak semuanya tersambung ke pelanggan, sebab ada yang merupakan saluran cadangan. Hingga kini, Telkom belum bisa mengatasi kerusakan tersebut, misalnya mengganti kabel yang rusak, sebab lahannya masih membara.
[ Print | Email ]
Buyung: Menag Tak Cukup Minta Maaf Jakarta, 22 Agustus 2002 14:48 Pakar hukum Adnan Buyung Nasution mengatakan, Menag Said Agil Husein tak cukup meminta maaf atas kesalahannya melakukan penggalian harta karun di situs Sejarah Budaya Prasasti Batutulis. Seharusnya dia mengundurkan diri dari jabatannya. "Tindakannya (mencari harta karun) telah merusak cara berpikir dan membodohkan masyarakat," tegasnya. Namun demikian, ia menilai tak perlu diperkarakan secara pidana.
[ Print | Email ]
Malaysia: Junta Militer Tolak Pertemuan dengan Suu Kyi
Unhalu Sponsori Pelestarian Tanaman Sagu
Polisi Thailand Tangkap 30 Aktivis Antipemerintah Myanmar
SMGR Kaji AD/ART dalam Restrukturisasi SP
Abu Sayyaf Kembali Culik Warga Filipina
|
|
Mendagri Belum Bersikap Soal Pemecatan Gubernur Kalsel Jakarta, 22 Agustus 2002 14:43 Mendagri Hari Sabarno belum bisa menentukan sikap, tentang sesuai tidaknya prosedur pemecatan Gubernur Kalsel oleh DPRD setempat, sebab sedang diproses. Mendagri tak bersedia mengomentari lebih jauh tentang pemecatan itu. "Saya tidak berani melawan wakil rakyat, karena wilayahnya politik," katanya, singkat. [ Print | Email ]
Mega Resmikan Lima Kapal Jakarta, 22 Agustus 2002 14:39 Presiden Megawati meresmikan lima kapal di Unit III Galangan Kapal Jakarta. Empat di antaranya merupakan kapal perang dan patroli TNI AL dan Polri. Satu kapal lainnya adalah kapal penyeberangan milik Pemkab Siak, Riau. Kapal bagi TNI AL, KRI-Silas Pattare dan KRI-Imam Bonjol, sebelumnya menjalani program repowering. Demikian pula dengan kapal patroli milik Polri, Setyaki 508. [ Print | Email ]
Wapres: Masalah Menag Sudah Selesai Jakarta, 22 Agustus 2002 14:32 Wapres Hamzah Haz, seusai bertemu Menteri Agama mengatakan, masalah Menteri Agama Said Agil Husein sudah selesai, setelah dia menyatakan permohonan maafnya kepada publik karena melakukan penggalian Situs Sejarah Budaya Prasasti Batutulis di Bogor, 14 Agustus lalu. Menurutnya, kemungkinan Menag, selaku pembantu presiden mempunyai informasi mengenai harta karun. "Mungkin berkaitan dengan tugas, ada inisiatif itu," katanya.
[ Print | Email ]
Beras Thailand Tak Pengaruhi Petani Padi Sumbar
PBB Himbau Asia Tenggara Berantas Perdagangan Manusia
Kabut Asap Palangka Raya Masih Tebal, Menhut Batal Berkunjung
Anggota Parlemen Rusia Ditembak Mati di Moskow
Afghanistan Siap Tindaklanjuti Laporan Tewasnya Ratusan Tawanan Taliban
|
|
 |
|
|
|