 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Tipu Via SMS Memperdaya Hati yang Berbunga
Jakarta, 23 Agustus 2002 00:38 "Kenapa ayam betina tak punya toket? Karena ayam jantan tak punya tangan." Banyolan ini nongol di layar telepon seluler (ponsel) milik Yogi, lewat fasilitas pesan singkat (SMS). Pemuda berusia 29 tahun itu kontan kegelian sendiri. Ia membalas pada sohibnya: "Brengsek lu...." Selang lima menit, ponselnya kembali berbunyi, tit-tit-tit-tit. Ia mengira, si sohib kembali mengerjainya. Kali ini pesannya bikin dia berdebar-debar. "Selamat, Anda berhasil mendapat hadiah sebuah mobil Toyota Kijang Krista dari Jutawan Pro-XL. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi Bambang Sudarsono di 0818684377." Untung akal sehat Yogi masih jalan. Buru-buru ia mengecek ke PT Excelcomindo. "Rupanya itu penipuan," kata Yogi. Ia lantas membalas dengan caci maki: "Brengsek lu, mau nipu, ya!"
Yogi untung, tapi banyak orang lain yang buntung. Penipuan berkedok undian berhadiah ini memang sedang marak. Sampai Juni lalu, tercatat 50 laporan masuk ke Polda Metro Jaya. Ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) ada 21 pengaduan. Yang melapor diperkirakan cuma sebagian kecil saja. Pihak penyelenggara undian resmi pun kebanjiran keluhan. PT Bayer Indonesia, misalnya, tiap bulan rata-rata mendapat 100 pengaduan. Mei lalu malah tercatat 300 pengaduan.
Selama ini, kawanan penipu itu bebas gentayangan. Polisi seakan mati kutu. Beruntung, akhirnya polisi tak perlu terlalu lama menahan malu. Dua komplotan penipu berhasil dibekuk. Komplotan Nur Fauzi alias Nur Pezi ditangkap di rumah kontrakan mereka di Lapangan Tembak, Cibubur, Jakarta Timur. Dan komplotan Sisno ditangkap empat hari kemudian di Cipondoh, Tangerang, Banten. Para tersangka sih tampangnya biasa saja. Jauh dari kesan cerdas, kalau tak dapat dikatakan culun. Juki malah petani asal Wajo, Sulawesi Selatan, yang belum lama merantau ke Jakarta. Tapi, akal-akalan mereka memangsa korban boleh juga. [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Amien Rais: Tak Kembalikan Form KPKPN, Tindak Pejabat Secara Hukum Jakarta, 23 Agustus 2002 18:46 Ketua MPR Amien Rais mendesak Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) agar menindak tegas secara hukum anggota DPR/MPR yang tidak mengembalikan Lembar Kekayaan Penyelenggaraan Negara. Sebab kalau tidak, katanya, pemerintah yang bersih dan berwibawa tak mungkin terwujud.
[ Print | Email ]
Sidang PK Agus Dwikarna Ditunda 20 Hari Jakarta, 23 Agustus 2002 18:42 Sidang Peninjauan Kembali (PK) perkara Agus Dwikarna yang divonis 10 tahun penjara oleh pengadilan Filipina, ditunda 20 hari guna memberi kesempatan jaksa menyampaikan tanggapannya atas PK yang diajukan kuasa hukum terpidana. Selain itu, penundaan itu juga dimaksudkan untuk memberi kesempatan kuasa hukum Agus Dwikarna menyampaikan tanggapan atas tanggapan jaksa terhadap materi PK yang diajukan.
[ Print | Email ]
Indonesia Tawarkan Formulasi Penanganan TKI di Malaysia Jakarta, 23 Agustus 2002 18:39 Pemerintah Indonesia menawarkan formulasi penanganan TKI di Malaysia, sehingga TKI yang bekerja di negara itu bisa diperlakukan secara manusiawi. "Rumusan itu merupakan hasil koordinasi antara Departemen Luar Negeri, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Departemen Kehakiman dan HAM," ujar Juru Bicara Deplu Marty Natalegawa.
[ Print | Email ]
Dephub Kembalikan Pinjaman Dana Kemanusiaan Rp4 Miliar
Keputusan Hukum Kasus Soeharto, Awal September
TNI AL Latihan Bersama AL Brunei Darussalam
Parlemen Irak Undang Negara Arab untuk Tolak AS
Kenaikan Target Penerimaan Pajak 2003 Tak Pengaruhi Likuiditas Dunia Usaha
|
|
Prajurit Wanita, Lulusan Terbaik Dikcaba Prajurit Karir Surabaya, 23 Agustus 2002 17:37 Serda Hadi Purwaningtyas (20) patut berbangga. Pasalnya, dialah satu-satunya prajurit Korps Wanita TNI AL (Kowal) yang berhasil meraih predikat lulusan terbaik Pendidikan Calon Bintara (Dikcaba) Prajurit Karir, mengalahkan 147 siswa pria di Kodikal Surabaya. Dari 148 lulusan, 23 di antaranya prajurit Kowal dan 125 bintara pria.
[ Print | Email ]
Target Pemerintah Genjot Pajak Jangan Bebani Rakyat Padang, 23 Agustus 2002 17:02 Seorang anggota Komisi C DPRD Sumatera Barat mengatakan, target pemerintah menggenjot penerimaan pajak dalam RAPBN 2003 jangan sampai membebani rakyat. Apalagi rakyat kecil yang sejak krisis ekonomi hidup dihimpit berbagai kesulitan. Ia menyarankan, program intensifikasi pajak lebih diutamakan terhadap pembayar pajak kelas kakap.
[ Print | Email ]
RSJ Jambi akan Dilengkapi Pusat Rehab Korban Narkoba Jambi, 23 Agustus 2002 16:38 Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jambi akan didukung pusat rehabilitasi korban narkoba, yang dilengkapi 10 tempat tidur dan enam tenaga medis. Diharapkan, fasilitas ini sudah mulai beroperasi pada 2003. Sebelumnya, RSJ Jambi menampung korban narkoba, termasuk yang tertangkap aparat keamanan, yang kondisinya cukup parah. Karena itu, Direktur RSJ Jambi menghimbau keluarga korban narkoba agar tidak menunggu pasien parah kondisinya, agar lebih mudah merehabilitasinya. [ Print | Email ]
Meski Kekeringan, Produksi Padi Tahun Ini Meningkat
Thailand Deportasi 15 Aktivis Antipemerintah Myanmar
Kabut Asap Riau Bukan Kiriman dari Kalbar
Malaysia Deportasi Seorang “Misionaris”
Wapres: Pemerintah Pusat dan NAD Utamakan Pembangunan “Daerah Putih”
|
|
 |
|
|
|