 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Bisnis di Irak Urung Menyedot Gurun Perawan
Jakarta, 29 Agustus 2002 00:07 Meski tak terdengar kabar mendapat teguran dari Washington--seperti Rusia baru-baru ini-- kontrak Pertamina untuk menyedot minyak di Blok-3 Western Desert masih terlunta. Daerah gurun yang masih perawan dekat perbatas Arab Saudi itu diperkirakan menyimpan cadangan minyak 3 milyar barel. Bila sukses dibor, ladang itu akan menggembungkan kocek si "kuda laut" sekitar US$ 200 juta per tahun selama 20 tahun.
Surantoko, Asisten Direktur Hulu Pertamina, menepis anggapan bahwa kemandekan itu lantaran intervensi Amerika. Namun Kelompok Usaha Bakrie yang berniat membeli minyak Irak jujur mengakui adanya tekanan dari Washington. Ini pula tampaknya yang membuat perdagangan Indonesia-Irak terbilang kecil. Selama 10 tahun, nilainya hanya US$ 300 juta. Jauh di bawah India. "Negeri Bollywood" itu mampu merealisasikan pembelian minyak Irak senilai US$ 1,53 milyar.
Padahal iklim usaha di Irak, menurut Dahlan Abdul Hamied, Duta Besar RI di Baghdad, begitu menggeliat. Negara-negara Eropa dan Asia berlomba-lomba masuk. Negeri jiran Malaysia, misalnya, berani membangun pabrik ban. Lucunya, Indonesia hingga kini melakukan hubungan dagang melalui negara ketiga. "Di sini banyak produk pakaian Indonesia, tapi masuknya dari negara lain," kata Dahlan. Repot memang kalau mesti bergantung pada utang Amerika. Mau berkawan dengan siapa pun takut kena semprot. [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Kasus Bank Bali Syahril Sabirin Dibebaskan Dari Segala Dakwaan Jakarta, 29 Agustus 2002 23:59 Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta dalam keputusannya tertanggal 12 Agustus 2002 membebaskan Syahril Sabirin terdakwa dalam kasus Bank Bali dari segala dakwaan. Gubernur Bank Indonesia itu oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 13 Maret 2002 menjatuhkan vonis tiga tahun dan denda sebesar Rp 15 juta dalam kasus Bank Bali, yang sempat mengegerkan itu. [ Print | Email ]
Sepuluh Tahun Lagi, Orangutan di Indonesia akan Punah
Samarinda, 29 Agustus 2002 17:43 Orangutan di Indonesia bakal tinggal sejarah. Pasalnya, dalam 10 tahun terakhir, penurunan populasinya mencapai 30-50 persen, sehingga dalam 10-20 mendatang, diperkirakan satwa langka itu akan punah. Perburuan liar dan perusakan hutan menjadi penyebab utama.
[ Print | Email ]
Jepang Sumbang Rp2,7 Miliar untuk Seni dan Budaya Indonesia Jakarta, 29 Agustus 2002 17:26 Pemerintah Jepang memberikan sumbangan sebesar 35,7 juta yen (sekitar Rp2,7 miliar) kepada Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata bagi kemajuan seni dan budaya nasional. Dana tersebut antara lain diberikan untuk pengadaan peralatan tata suara di Taman Budaya Propinsi DI Yogyakarta.
[ Print | Email ]
Dirut QSAR akan Menyerahkan Diri ke Polisi
Wapres: Indonesia Tak akan Serahkan Warganya pada Singapura
Dirut QSAR Minta Penjadwalan Ulang Pengembalian Dana
UNICEF: Akte Kelahiran, Hak Anak Paling Utama
Oknum Polisi Tembak Mati Laki-Laki Teman Istrinya
|
|
Kapolri: Pemeriksaan Terhadap Warga Sindangpanji, Bukan Balas Dendam Jakarta, 29 Agustus 2002 17:22 Kapolri Jenderal Pol Da’i Bachtiar menyatakan, pemeriksaan terhadap 200 warga Desa Sindangpanji, Cikijing, Majalengka, bukan merupakan tindakan balas dendam atas kematian dua polisi. Tindakan warga desa itu merupakan tindak pengeroyokan yang menimbulkan korban meninggal, sehingga harus dipastikan lokasi dan pelakunya.
[ Print | Email ]
Amelia Yani Luncurkan Buku, Ungkap “Dokumen Gilchrist” Jakarta, 29 Agustus 2002 17:09 Anak ketiga Pahlawan Revolusi Jenderal TNI Achmad Yani, Amelia Yani (53), meluncurkan buku Sepenggal Cerita Dari Dusun Bawuk setebal 587 halaman, yang isinya antara lain, mengungkap masalah “Dokumen Gilchrist”. Dokumen itu menyebut adanya Dewan Djenderal di tubuh TNI AD, sebelum terjadinya Peristiwa G30S/PKI.
[ Print | Email ]
Pangdam Sriwijaya Tawarkan Bantuan Penanggulangan Kebakaran Hutan Jambi, 29 Agustus 2002 16:59 Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Sudibyo TN mengatakan, TNI siap bantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumbagsel (Sumsel, Lampung, Jambi dan Bengkulu), dengan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi setempat. Itu dilakukan agar Sumbagsel tidak dilanda kabut asap akibat kebakaran itu.
[ Print | Email ]
Vietnam Tawarkan 200 Ribu Tenaga Kerjanya ke Malaysia
Meski Sudah Aman, Jangan Terburu-buru Cabut Darurat Sipil Maluku
Sekjen DPK Prihatin Nelayan Saling Bakar Kapal
TNBBS Dinominasikan sebagai “Tapak Warisan Dunia”
Pemerintah Tak Adil Terapkan Kebijakan LH
|
|
 |
|
|