 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Terapi Kolon Cantik Lewat Terapi Usus

Jakarta, 31 Agustus 2002 00:09 Lady Asther hampir patah arang. Berbagai cara telah dilakukan lajang berusia 28 tahun ini. Namun, bobot warga Meruya, Jakarta Barat, itu tetap bercokol di 96 kg. "Saya nyaris masa bodoh terhadap tubuh saya," katanya. Hingga akhirnya dia mencoba terapi usus di Klinik Provitalitas di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dia percaya tak percaya dengan tehnik kuras isi perut dari anus tersebut. Namun, setelah enam bulan, Lady terkejut. Tubuhnya terus menyusut. Kini, berat badannya menjadi 71 kg, atau turun 25 kg. Terapi ini memang tidak murah. Pada bulan-bulan pertama, ia ikut terapi dua kali sepekan. Setelah menjalani dua bulan, frekuensi dikurangi menjadi sekali sepekan. Tiap kali terapi, ia harus merogoh kocek Rp 350.000.
Terapi alternatif tersebut mulai banyak bermunculan. Selain di Jakarta, terapi menyembur air lewat dubur itu juga banyak diminati di Surabaya. Dan dipercaya tak hanya melangsungkan tubuh, juga untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, termasuk jantung. Tak heran banyak dokter yang tidak percaya dengan terapi tersebut. Meski disebutkan telah mendapat restu dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), gastroenterolog pada Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, sulit menerima logika menguras isi usus efektif untuk pengobatan penuaan, pelangsingan tubuh, dan penyakit lain. "Tak ada hubungan logis antara gangguan di perut dan penyakit penuaan atau sakit kepala," ujarnya. Malah, menurut Ari, terapi dengan memasukkan air ke dalam kolon amat berbahaya. "Kalau tak berhati-hati, zat-zat makanan akan diserap dan usus akan terganggu," katanya. [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Agum: Pelayaran Nasional Mandul Karena Instruksi Presiden Bogor, 31 Agustus 2002 21:09 Menteri Perhubungan Agum Gumelar menyatakan, dunia pelayaran nasional selama ini mandul karena kebijakan pemerintah melalui Inpres No. 4/1985. "Inpres yang intinya penggalakan ekspor non-migas ini telah melupakan sektor pelayaran nasional. Kapal dari mana pun boleh masuk asalkan bisa memperbesar ekspor," katanya. [ Print | Email ]
Untuk Layani Kapal Perang Amerika AS Bangun Docking Kapal Perang Di Bitung Senilai 3 Trilyun Bitung, 31 Agustus 2002 20:12 Bitung di Sulawesi Utara tampaknya akan makin mencorong. Di kota pelabuhan itu sedang dibangun galangan kapal perang yang diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp 3 trilium itu. Jika selesai sekitar 2005, Bitung akan jadi pusat perbaikan kapal-kapal perang Amerika dan kapal perang negara-negara Eropa, Australia, Jepang. [ Print | Email ]
TKI di Malaysia 80 Ribu TKI Tertahan Di Sabah Terancam Hukuman Cambuk Nunukan, 31 Agustus 2002 20:04 Menjelang berakhirnya masa pengampunan pada 31 Agustus 2002 tengah malam, masih sekitar 80.000 Warga Negara Indonesia berada di Negara Bagian Sabah, Malaysia Timur. Mereka terancam ditangkap dan dikenakan hukuman cambuk sesuai Undang Undang Imigrasi Malaysia yang baru 2002. [ Print | Email ]
Damanik Tolak Panggilan Mapolda Sulawesi Tengah
Dampak Alam Raya Mulai Terasa Di Bogor
Ramli Araby Mohon Penangguhan Penahanan
Ramli Araby Dicecar 35 Pertanyaan
Amien Rais: Jangan Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Malaysia
|
|
Kecelakaan Kapal 16 Orang Tewas Dalam Kapal Yang Meledak Di Buton Baubau, 31 Agustus 2002 17:05 Hasil pendataan para korban Kapal Motor Kenanga yang terbakar dan meledak di perairan Baubau, Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara hingga Sabtu petang pukul 16.00 wita mencatat korban tewas berjumlah 16 orang, tiga diantaranya anak-anak. Kapal berbobot 91 ton itu tiba-tiba meledak, terbakar dan karam setelah berlabuh 2 mill dari pelabuhan Baubau. [ Print | Email ]
Lawatan Presiden Presiden Megawati Akan Kunjungi Masjid Istiqlal Bosnia Jakarta, 31 Agustus 2002 13:58 Presiden Megawati Soekarnoputri dan suaminya Taufiq Kiemas, tanggal 10 September 2002 akan mengunjungi Masjid Istiqlal Indonesia di Sarajevo, Bosnia, sebagai bagian dari rencana lawatan 15 harinya ke Afrika Selatan, Aljazair, Hongaria, Bosnia, Kroasia serta Mesir. [ Print | Email ]
Kasus Alam Raya Bertambah Lagi Tersangka Kasus Alam Raya Bandung, 31 Agustus 2002 12:08 Tersangka kasus PT. Qurnia Subur Alam Raya (QSAR) bertambah menjadi delapan orang dari 41 saksi yang diperiksa. Sebelumnya tersangka berjumlah lima orang dan telah ditahan di Mapolres Sukabumi Jabar. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 41 orang saksi polisi memutuskan tiga tambahan tersangka. [ Print | Email ]
Dirgantara Indonesia Telah Jual 450 Pesawat
Gubernur dan DPRD Sultra Saling Lempar Kritik
Dirut QSAR Mulai Diperiksa Polisi, Investor Tenang
Wapres Minta Mentan dan Menegkop & UKM Evaluasi Kelayakan Usaha PT QSAR
Arroyo Utus Ramos, Bicara Masalah Naker dengan Mahathir
|
|
 |
|
|
|