 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Red Dragon Memburu Si Peri Gigi

Jakarta, 11 Januari 2003 00:38 Red Dragon dibuka dengan adegan sebuah konser orkes simfoni. Di antara ratusan audiens konser, muncul wajah yang sudah tak asing lagi bagi penonton Silence of the Lambs (1988) dan Hannibal (1999): Dr. Hannibal Lecter (Anthony Hopkins). Matanya menyorot tajam ke pemain flute yang tampil tak sempurna. Adegan beralih ke jamuan makan malam oleh Lecter. Setelah menelan secuil daging, seorang tamu wanita bilang, "Hmm, enak..., apa ini?" Dengan kalem Lecter bilang, "Kalau saya beritahu, kalian semua akan kehilangan selera." Penonton digiring menyimpulkan sendiri daging apa yang disuguhkan Lecter kepada para tamunya, lewat obrolan tentang hilangnya seorang pemain flute. Red Dragon merupakan prekuel Silence dan Hannibal. Padahal tujuh tahun sebelum menulis Silence of the Lambs, novelis Thomas Harris meluncurkan Red Dragon. [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Kenaikan Tarif Sri Edi: "Pertumbuhan Ekonomi Tak Ada Artinya" Yogyakarta, 11 Januari 2003 18:30 Pengamat ekonomi UI Sri Edi Swasono menegaskan, meski pertumbuhan ekonomi mencapai 10 persen, dengan adanya kenaikan harga BBM, TDL dan taruf telepon, menjadi tidak ada artinya, kalau rakyat menjadi tergeser, tergusur dan menganggur.
[ Print | Email ]
Nasib Guru Guru di Minahasa Belum Terima Gaji Januari Manado, 11 Januari 2003 18:25 Para guru di Kab. Minahasa Sulut mengeluh, sebab hingga pertengahan Januari ini tak juga menerima gaji. Mereka sangat menyesalkan keterlambatan gaji padahal kebutuhan hidup semakin meningkat menyusul harga kebutuhan pokok mulai bergerak naik.
[ Print | Email ]
Kenaikan Tarif Mahasiswa Malang Ancam Mogok Kuliah Massal Malang, 11 Januari 2003 17:23 Mahasiswa Malang yang berunjuk rasa di gedung DPRD Kota Malang, mengancam akan mogok kuliah massal dalam waktu tak ditentukan, apabila tuntutan menolak kenaikan harga BBM, TDL dan tarif telepon tidak digubris DPRD setempat.
[ Print | Email ]
"Pemerintah Jangan Alihkan Substansi Aksi Massa"
Akbar Tandjung: "Rabu, Pemerintah Beri Penjelasan"
Tiga Jenazah Pendaki Kerinci Dibawa ke Jakarta
"Berty Hanya Didukung Oknum Kopassus"
PT Muhammadiyah Terima Mahasiswa Non-Muslim
|
|
AS Kirim 25 Ribu Pasukan Tambahan Washington, 11 Januari 2003 16:20 AS mengirimkan 25 ribu pasukan tambahan, termasuk marinir dan pesawat tempur ke kawasan Teluk. Saat ini sudah terkumpul sekitar 60.000 prajurit angkatan darat, udara, laut, dan marinir AS di Turki dan berbagai negara di wilayah Teluk.
[ Print | Email ]
Amnesti Internasional: "AS Siksa Tawanan Muslim" London, 11 Januari 2003 15:16 Amnesti Internasional (AI) mengungkapkan, AS memperlakukan secara buruk tawanan orang asing, terutama Muslim. Mereka tidak diberi makan, obat-obatan ataupun akses ke bantuan hukum. Beberapa di antaranya dipaksa tidur dalam posisi berdiri di atas lantai beton dalam kondisi membeku tanpa selimut.
[ Print | Email ]
Rencana Perang Teluk Agresi AS Bisa Picu Kekacauan Dunia Jakarta, 11 Januari 2003 14:11 Anggota Komisi I DPR Aisyah Amini menilai, masyarakat dunia perlu mengingatkan bahwa tindakan AS menyerang Irak bisa memicu kekacauan dunia. AS tidak mempedulikan Tim PBB, sebab tujuan utamanya adalah menyerang, melakukan agresi terhadap HAM rakyat Irak.
[ Print | Email ]
Bambang Pamungkas Pemain Terbaik versi GO
Ketua Parlemen Irak: Negerinya Bersih Dari Senjata Pemusnah Massal
Dana Kompensasi BBM Untuk Air Bersih Meningkat
Pabrik Sepatu Salamander, tutup Tiga Pabrik
Ratusan Pengunjuk Rasa, Mulai Bubarkan Diri
|
|
 |
|
|