 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Mengangkat Anoman Membidik Doraemon
Jakarta, 20 Pebruari 2003 00:18 Mungkin orang tak menyangka, Doraemon, Detektif Conan dan Pokemon dibuat di Bali. Bahkan, kartun Walt Disney, MGM, dan Warner Bros dibuat di Cikarang, Bekasi. Tapi, jangankan animator, nama perusahaan pembuat animasi itu saja tidak dicantumkan, dan tidak mendapat royalti, karena tidak membuat karya sejak awal hingga akhir. "Jadi, seperti tukang jahit saja," kata Amarsyah, Direktur Asiana Wang Animation. Menurut Iga Mawarni, penyanyi yang pernah bergabung dengan Bening Uro-Uro, animator Indonesia masih berperan sebagai buruh, meski kualitasnya tak kalah dibanding produk luar. Wajar saja kalau raksasa kartun dunia lebih memilih Indonesia sebagai tukang jahitnya. Sebab untuk perusahaan lokal mematok tarif menggarap Doraemon berdurasi 24 menit, sekitar US$ 30.000. Jauh lebih murah dibanding Korea yang mematok US$ 90.000 dan Filipina US$ 40.000. Sayangnya, peran animator Indonesia dalam bisnis animasi dunia masih sangat minim. Menurut Wakil Ketua I Asosiasi Animasi Indonesia Daniel Harjanto, baru sekitar 0,1% dari total omset bisnis animasi dunia sebesar US$ 600 juta. Padahal, Indonesia berpotensi membuat animasi bermutu. Buktinya, animasi Cindelaras produksi Bening Uro-Uro pernah menyabet kategori art director terbaik pada sebuah Festival di Korea. Untuk itulah, T. Ratna, Direktur Utama Asiana, berniat menggali potensi animator lokal. Pihaknya mematenkan beberapa karyanya, seperti Naughty Dolly dan Anoman. Terbukalah lapangan kerja baru bagi animator berbakat. Untuk itu, Ratna berencana membuka studio sendiri dan membangun sekolah animasi. Ladang garapan para animator lokal masih terbentang luas. Mulai film kartun hingga bentuk lain, seperti identitas program atau identitas stasiun TV. Bahkan, penayangan iklan saat ini lebih banyak bermain animasi ketimbang pengambilan kamera secara langsung.
[Ekonomi, GATRA, Nomor 14 Beredar Senin 17 Februari 2003]
[ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Kasus Bom Bhayangkari Anang Sumpena Sehat Secara Psikologis Jakarta, 20 Pebruari 2003 18:58 Anang Sumpena (34), tersangka pelaku peledakan bom di Wisma Bhayangkari Mabes Polri, dinyatakan sehat secara psikologis, sehingga proses hukum dapat segera dilanjutkan.
[ Print | Email ]
Banjir Jakarta Belanda Bantu Rp 3 Miliar Atasi Banjir Jakarta, 20 Pebruari 2003 18:36 Pemerintah Belanda memberikan hibah bantuan teknis senilai Rp 3 miliar untuk mengatasi banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya, khususnya di sepanjang daerah aliran Sungai Ciliwung.
[ Print | Email ]
Tewas di Tahanan Warga Tewas, Massa Mengamuk Wonosobo, 20 Pebruari 2003 18:30 Ratusan warga dusun Binangun, Wonosobo, Jateng, mengamuk. Mereka membakar ban-ban bekas dan menebangi pohon peneduh jalan sepanjang dua kilometer. Lalu membuat barikade. Pemicunya, kematian seorang warga di tahanan polisi.
[ Print | Email ]
Makan Buah, Kurangi Resiko Kanker
Panglima AU Pakistan Tewas
Pesenam Spanyol Positif Gunakan Ganja
Atlet Jateng Wakili Indonesia di Australia
DKJT Sesalkan Pencekalan Inul
|
|
Paolo Maldini Samai Rekor Italia Di UEFA
Milan, 20 Pebruari 2003 18:08 Kapten AC Milan, Paolo Maldini menyamai rekor Giuseppe Bergomi dari Italia dalam hal penampilan di kompetisi Eropa saat ia turun ke lapangan melawan Lokomotiv Moscow, Rabu.
[ Print | Email ]
Anak Terlantar Jadi Lima Juta Orang Jakarta, 20 Pebruari 2003 18:02 Depsos mengungkapkan, anak terlantar usia 6-18 tahun di Indonesia mencapai lima juta orang. Meningkat tajam dibanding sebelum krismon yang hanya berjumlah satu juta orang. Penyebabnya, orangtuanya miskin akibat krisis ekonomi.
[ Print | Email ]
Piala Champions Ferguson Puas Atas Penampilan MU
Manchester, 20 Pebruari 2003 18:00 Bos Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson terkesan atas kualitas para pemainnya pada pertandingan Liga Champions Rabu malam yang mengantarkan klub itu menang 2-1 atas Juventus.
[ Print | Email ]
Sutiyoso Janji akan Perbaiki Keamanan Gedung
Pedagang akan Ditampung di Lahan BPPN
Walikota dan Pasar Jaya Beri Data Berbeda
Tim SAR Diimbau Turun Gunung
RI: "Hindari Perang, Lakukan Diplomasi"
|
|
 |
|
|
|