 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Kiblat Bayangan Arah ke Baitullah
Berpuluh tahun orang menera kiblat dengan tongkat. Saat menera itu jatuh pada Rabu sore pekan lalu. Rabu tengah hari di Mekkah, atau pukul 16.18 di Jakarta, matahari bertengger di atas Masjidil Haram. Jika pada saat itu ditancapkan sebatang tongkat di atas tanah datar terbuka, pancaran sinar matahari sore akan memberikan segaris bayangan. Nah, garis bayangan ke pangkal tongkat itu merupakan arah lurus ke Ka'bah. Metode sederhana ini dikenal dengan teori tongkat istiwa. Ketepatan metode ini bisa diandalkan dan diakui kesahihannya oleh Departemen Agama RI. ''Itu cara tradisional ala pesantren, tapi cukup memenuhi kaidah ilmiah,'' kata Wahyu Widiana, MA, Direktur Pembinaan Peradilan Agama Depag. Dibanding rumus ilmu ukur sudut (trigonometri bola) dan kompas, tongkat istiwa lebih akurat. Pemakaian kompas sering menyimpang lantaran sumbu magnetik bumi tak berimpit dengan arah mata angin. Ia juga sering meleset bila dipakai di daerah yang banyak mengandung unsur logamnya. Trigonometri bola memiliki kelemahan karena bentuk bumi yang tak bulat sempurna, tapi pepat di bagian kutub. Selain itu juga harus diketahui koordinat Ka'bah dan masjid setempat, yang tentu memerlukan peranti global positioning system, selain data magnetik bumi dan koreksi bentuk bumi.
[Ilmu & Teknologi, GATRA, Edisi 29 Beredar Senin, 2 Juni 2003]
[ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Dewa Gelar Konser Tunggal di Kampung Halaman Surabaya, 6 Juni 2003 19:16 Setelah setahun absen, grup musik Dewa akan menggelar konser tunggal di Surabaya yang menjadi kampung halaman para personelnya, sekaligus mengobati kerinduan penggemarnya di Kota Pahlawan itu.
[ Print | Email ]
Pertahanankan Fungsi Alami Hutan Desa Setulang Kaltim Dapat Kalpataru Jakarta, 6 Juni 2003 19:10 Di tengah maraknya perusakan hutan, Desa Setulang Kab Malinau, Kaltim berhasil mempertahankan keberadaan hutan sesuai fungsinya. Pemerintah menganugerahinya Kalpataru 2003 kategori penyelamat lingkungan.
[ Print | Email ]
AS-Korsel Sepakati Penarikan 37.000 Pasukan Washington, 6 Juni 2003 17:44 AS dan Korsel menyepakati penarikan 37.000 pasukan AS dari dekat Zona Demiliterisasi ke pangkalan yang berada di selatan Sungai Han, melebihi jarak tembak artileri Korut.
[ Print | Email ]
Tertembaknya WN Jerman, Risiko di Daerah Rawan
Polisi Tahan 100 Anggota GAM
AS Janji Bakal Temukan Senjata Irak
Rumsfeld: "Ali Kimia" Kemungkinan Masih Hidup
Korban Mengira, Tembakan Peringatan bagi Orang Lain
|
|
Sebanyak 27 Negara Butuh Perawat Indonesia Jakarta, 6 Juni 2003 16:56 Seorang direktur PJTKI mengungkapkan, Indonesia masih punya peluang mengirim tenaga perawat ke 27 negara, yang selama ini belum terisi, karena keterbatasan bahasa dan rendahnya disiplin.
[ Print | Email ]
Pasca-Perang Irak Kuwait Terima 153 Perawat Indonesia Jakarta, 6 Juni 2003 15:22 Sejak terjadi Perang Irak, untuk pertama kalinya Kuwait menerima 153 perawat Indonesia untuk bekerja di negara itu dengan status PNS pemerintah negara kaya minyak itu dengan gaji 1.000-1.500 dolar AS/bulan.
[ Print | Email ]
Perlakuan Terhadap WNA di Aceh Menko Polkam: Pemerintah Siapkan Kebijakan Baru Jakarta, 6 Juni 2003 15:06 Menko Polkam Susilo BY mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan dan peraturan mengenai perlakuan terhadap WNA di wilayah NAD selama darurat militer diberlakukan.
[ Print | Email ]
TNI AL Periksa Empat Penumpang Jatra III
Dephub akan Aktifkan Enam Mercu Suar di NAD
Jenazah Luther Dievakuasi ke Jakarta
Polisi Selidiki Keterlibatan GAM
"No Sex Please, Kita Orang Bulgaria"
|
|
 |
|
|