spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Rudini: Saya Menangis Siswa STPDN Jadi "Preman"

Jakarta, 9 September 2003 13:02
Mantan Mendagri sekaligus pendiri Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), merasa risau luar biasa begitu mengetahui adanya siswa lembaga pendidikan tersebut meninggal akibat kekerasan yang dilakukan senior dalam masa orientasi, dan juga kepada wartawan.

"Saya sedih dan menangis begitu mengetahui kekerasan yang terjadi, bahkan sampai menewaskan salah seorang calon pamong negara," kata Rudini dalam percakapan telepon dengan Antara di Jakarta, Selasa.

Rudini mengatakan, tujuan dibentuknya STPDN adalah melahirkan pejabat pemerintahan sipil atau pamong yang berwibawa, bukan lulusan yang mengandalkan kekuasaan, tetapi lebih karena pemikiran dan teladan yang dilakukannya.

"Dengan wibawanya itu maka ia diakui oleh masyarakat. Bukan pamong yang sok kuasa," ujarnya sengit.

Sesudah mencermati situasi yang terjadi di STPDN, mantan Kasad itu menuturkan telah terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah calon camat itu, sehingga nantinya malah menghasilkan calon kader yang keras tetapi tidak mengerti makna pamong.

"Mengenai kurikulum sebetulnya tidak ada masalah, yang salah adalah operasionalnya," ujar Rudini.

Ia kemudian mencontohkan, tidak adanya pengasuh dalam setiap kelompok yang bertugas membimbing dan memberikan teladan kepada para calon.

"Zaman dulu ada, tapi sekarang tidak ada, makanya tidak heran kalau jadinya calon kader itu seperti preman," ujarnya.

Pada era permulaan STPDN, bahkan Rudini mencoba untuk memasukkan praktek lapangan yang berkaitan dengan pertanian, peternakan, serta perbankan.

Menurut dia, calon pemimpin itu boleh keras, tetapi juga memiliki jiwa demokratis yang mengedepankan musyawarah dan komunikasi. "Sekarang ini yang ada salah asuh dan main kuasa semata."

Lebih jauh ia menceritakan latar belakang pembangunan STPDN yang diilhami dari pendidikan taruna di AS yang begitu patuh pada aturan, sehingga saat sang jenderal tidak berada pada posisi kewenangan yang tepat, langsung diingatkan. [Tma, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  senior (unknown@un..., 28/09/2003 17:10)
Saya setuju dengan pendapat iachda@arn.com
Seorang senior harus cenderung melindungi dan membimbing, bukan menguasai.
 
 
spacer
  
  Pelajar atau preman (Canibalszme@pl..., 19/09/2003 08:23)
waduh sulit banget ya, bedain praja dengan preman di STPDN. Hampir semuanya kena getahnya, makanya Pak Rudini liat dong gimana perkembangan itu sekolah, coba sekali kali liat junior di opspek senior. Bukannya malah nangis itu percuma, mending ente benahin kekacauan sekolah ente.
 
 
spacer
  
  rud, harusnya you nangis dari dulu (s-w-a@eu..., 13/09/2003 01:29)
rud, kenapa baru sekarang lu nangis. dulu waktu ente jadi mendagri itu sekolah (ngga tau apa namanya waktu itu) ngga bagus-bagus amat hasilnya. liat tuh dari dulu ampe sekarang kantor kabupaten, kecamatan, kelurahan n walikotamadya. isinye pegawe dateng telat pulang cepet. kerjanya cuman baca poskota, ngrumpi n rapat ini itu. halaman penuh papan name tapi prestasi kosong blong.nyatanye ... kagak ade nyang brobah boss.
 
 
spacer
  
  Bukan Cuma STPDN (iachda@ar..., 12/09/2003 13:22)
Tindak kekerasan, dan boleh dibilang kriminal semacan insiden di STPDN yang merenggut nyawa siswanya belum lama ini, yang dilakukan oleh para siswa "senior" terhadap siswa "junior" sudah merupakan momok di dalam dunia pendidikan di Indonesia sejak lama.

Saya tak habis mengerti, apa manfaat dari unjuk superiorisme ini, apalagi secara fisik? Apa faedahnya dalam mendidik para siswa?

Lantas, mengapa para guru dan para pendidik di P&K dan juga aparat penegak hukum serta instansi-instansi lain yang... <717 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  peraturan tidak tertulis. (gondrong78@ho..., 11/09/2003 01:16)
pasal 1(satu):senior tidak pernah salah.
pasal 2(dua):kalau ada kesalahan senior kembali ke pasal 1 :)
 
 
spacer
  
  STPDN=Sekolah Tinggi Preman Dalam Negeri (fifi_alone@bo..., 10/09/2003 22:16)
Sebaiknya STPDN ditutup aja sebab percuma aja apabila sekolah tersebut hanya melahirkan pamong2 yang senang menganiaya rakyatnya. Masih pendidikan aja udah spt itu apalagi nanti jika memimpin rakyat......
 
 
spacer
  
  saya ngakak kalo stpdn BUBAR !! (putra_sunda@ne..., 10/09/2003 21:44)
udahlah p`rudin.... lulusan STPDN kirim aja ke aceh.... biar sana TArung sama Taruna GPK aceh!!! itu juga kalo punya nyali !!
 
 
spacer
  
  Pemberitaan Media tidak komprehensif (alwie@eu..., 10/09/2003 21:19)
Visi dan misi didirikannya STPDN sangatlah mulia, yakni mencetak kader pimpinan pemerintahan yang profesional, handal dan berintegritas. Saya sangat salut dengan gagasan besar pak Rudini dengan mendirikan STPDN. Ada secercah harapan akan masa depan bangsa dan negara yang cerah, yakni terwujudnya 'good governance' apabila lulusan-lulusan STPDN yang tersebar di seluruh Nusantara terbentuk seideal konsep visi dan misinya. Menurut saya, beberapa deviasi yang dilakukan oleh oknum siswa STPDN sehingga... <543 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  MASYARAKAT MEMBUTUHKAN PENGOBATAN GRATIS DAN PENDIDIKAN GRATIS; BUKAN STPDN (muhammad_767@ho..., 10/09/2003 21:03)
President Soeharto memperbanyak pegawai negri karena mereka wajib memilih Golkar. Begitu juga Golkar wajib memilih kembali Bapak Soeharto untuk menjadi president RI, setelah Golkar memenangkan pemilihan umum (PEMILU). Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negri (STPDN) menghasilkan banyak pegawai negri. Pemerintah membayar semua gaji pegawai negri dari pajak pajak yang dibayar oleh masyarakat. Makin banyak pegawai negri; makin tinggi pajak dan makin bermacam-macam pajak yang harus dibayar oleh masyara... <1258 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  para pamong sing mikir (indra090180@ya..., 10/09/2003 20:28)
betul pak!bukan dg kekuasaan tapi kewibawaan,kayanya para pamong harus pesantren dulu di Daarut Tauhidnya Aa gym!!!cing atah tong jiga preman,pake oatk hey calon pemimpin bukan pake otot,kaya preman di pasar,nyawa melayang sesal datang,otak hilang,pamong ditendang
 
 
spacer
   
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 18 September 2003 >>
SuMTW ThFSa
dot123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer