 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
JiFFest Sponsor Hilang Film Berkurang
Jakarta International Film Festival (JIFFest) 2003 mengalami krisis film dan penonton. Pada JIFFest tahun ini, September 11 merupakan salah satu dari dua film yang paling diminati. Film lain adalah Nowhere in Africa karya Caroline Link, yang tahun lalu merupakan film terlaris di Jerman. Selain penonton berkurang, judul film pun makin surut. Sutradara terkemuka Garin Nugroho berpendapat, JIFFest kurang mampu merawat komunitasnya. "Komunitas yang terbangun sejak awal jadi agak terbengkalai dan akhirnya mengendur," kata Garin. Di mata Garin, JIFFest tahun ini kehilangan geregetnya. "Meski tiap tahun JIFFest menyodorkan tema, ini kurang digubris oleh panitia," ujar Garin. Ia juga menyayangkan ketergantungan panitia pada sponsor. Pencinta film sekaligus sastrawan Seno Gumira Adjidarma justru melihat tahun ini JIFFest terlalu mengikuti selera penonton. Padahal, penonton cenderung kurang apresiatif terhadap film-film bermutu. Terlepas dari itu, "Kualitas film JIFFest tetap oke, belum ada yang ngalahin," kata Seno.
[Film, GATRA, Edisi 49 Beredar Jumat 24 Oktober 2003] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Christy Jusung Hamil Muda Christy
Christy Jusung mengaku mendapat kesulitan saat memerankan Sabrina, seorang istri ustadz yang sedang ngidam, dalam sinetron Lorong Waktu 4. Gadis 21 tahun itu harus menghayati bagaimana karakter seorang istri yang sedang hamil muda; ngidam, manja, marah-marah dan cemburuan. Tapi Christy mengaku bersyukur bisa melewatinya, berkat bimbingan Pak Haji, yang memegang peran sebagai sutradara sekaligus pemeran tokoh Haji Husin, H. Deddy Mizwar. [ Print | Email ]
Ine Febrianti Tatapan Ampuh Ine
Ine Febriyanti ditodong tiga penjahat beneran, saat ber-HP di mobilnya, yang terjebak kemacetan di Cawang, Jakarta Timur. Meski takut bukan kepalang, model dan aktris cantik ini secara refleks melempar HP-nya ke bawah, lalu menatap mata tiga pria garang yang mengepungnya. Meski mukanya sempat ditodong pistol berpeluru, Ine masih mendapat pertolongan-Nya. Ketiga penjahat itu pergi begitu saja tanpa meminta barang-barang berharga Ine. [ Print | Email ]
Soraya Abdullah Balvas Rambut Ular Soraya
Soraya Abdullah Balvas, pemeran Medusa dalam sinetron Gerhana II, mengaku takut sekali ular. Padahal, tokoh yang diperankannya ini adalah perempuan berambut ular. Meski takut dan geli bukan kepalang, Aya -–sapaan akrabnya-- memberanikan diri mengenakan wig yang terbuat dari ular beneran. Lama-lama, karena terbiasa, rasa takut dan geli itu hilang dengan sendirinya. "Ternyata ular-ular itu lucu dan tidak berbahaya," kata perempuan 25 tahun itu. [ Print | Email ]
Irene Ditahan Remis Amy Officer
Tiga Paparazzi akan Disidangkan
Jepang Sediakan Bantuan 700-800 Juta Dolar
Diancam, Pesawat Israel Mendarat di Montreal
Prajurit AS Tewas dalam Ledakan Bom
|
|
Silvi Antarini Hadiah Gusuran Silvi
Rumah orangtua pebulutangkis nasional Silvi Antarini kena gusur. Padahal, Silvi saat itu sedang giat berlatih untuk mengikuti pertandingan di Vietnam. "Saya diberitahu Opa kalau rumah itu digusur," kata gadis 19 tahun yang berlatih bulu tangkis sejak sembilan tahun itu. Tapi kesedihan Silvi terobati. Pengusaha nasional Ciputra menghadiahinya rumah lengkap dengan perabotannya. Biaya kepindahan ke rumah barunya di Cikupa, Tangerang itu, semua ditanggung Ciputra. [ Print | Email ]
Oemar Berto Raibnya Pistol Oemar
Dirut PT Kereta Api Indonesia, Oemar Berto, melaporkan hilangnya senjata api genggam miliknya ke Powiltabes Bandung. Saat ia melakukan shalat Jumat, seorang pria necis berpakaian safari menggondol pistol Walter P99 kaliber 9 milimeter serta tujuh butir peluru yang disimpan dalam tas hitam beserta uang tunai Rp 3 juta. "Yang saya khawatirkan, senjata itu digunakan untuk kejahatan," kata pria 46 tahun itu. [ Print | Email ]
Muladi Gelar Mesakake Muladi
Mantan Menkeh & HAM dan Rektor Undip, Muladi, mendapat penghargaan Best Alumny Award dari almamaternya. Muladi dianggap sebagai alumnus yang memiliki komitmen nyata kepada bangsa, dunia pendidikan, dan almamater. "Saya dipilih kan karena mesakake (kasihan)," kata Muladi, 61 tahun. "Masih banyak alumnus Undip yang lebih muda, hebat, dan menunjukkan karya yang harus diakui," tambahnya, merendah. [ Print | Email ]
Christian Aid: 4 Miliar Dolar Uang Irak "Lenyap"
Spanyol Bebaskan Wartawan Al-Jazeera
TPM Surati Wapres, Serahkan Hasil Otopsi Ghozi
Israel akan Bangun Ratusan Rumah Yahudi Baru
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno
|
|
 |
|
|
|