 |
|
 |
|
OLAHRAGA |
 |
| |
Sepak Bola Persatuan Sepakbola Karimun Keberatan Istilah PSK
Jakarta, 20 Oktober 2003 14:30 Mantan kapten kesebelasan Persatuan Sepakbola Karimun (PSK) Chaizir Zein mengimbau media massa untuk tidak menggunakan istilah PSK (Pekerja Seks Komersial) karena singkatan tersebut dapat memperburuk citra sepakbola Karimun.
"Singkatan PSK (Persatuan Sepakbola Karimun) telah ada sejak tahun 1960, dimana pada masa tersebut sepokbola Karimun sangat di segani di kawasan Sumatera, dan selalu dipadati penonton jika sedang bermain," kata Chaizir Zein di Jakarta, Senin.
Tanjung Balai Karimun memang sering diberitakan sebagai tempat penyelundupan wanita. Banyak wanita yang diperdagangkan di daerah tersebut, sehingga semakin menciptakan citra kurang baik bagi Tanjung Balai Karimun.
Dikatakannya, saat ini sedang dilakukan konsolidasi untuk membangun kembali kejayaan sepakbola Karimun yang terpuruk lebih dari 40 tahun tersebut, dimana Bupati, DPRD, Bea Cukai dan para pengusaha sedang berupaya mengangkat kembali kejayaan sepakbola Karimun, dengan menyiapkan dana yang cukup.
Chaizir Zein yang menempati kiri luar dan sangat disegani pada masanya mengakui terkejut mendengar istilah PSK (Pekerja Seks Komersial) pertama kali lewat media massa.
Sepengetahuan dia istilah PSK lahir karena ada singkatan WTS yang diplesetkan menjadi Wartawan Tanpa Suratkabar, sehingga diganti menjadi PSK (Pekerja Seks Komersial).
"Apa tidak ada istilah lain selain PSK untuk pekerja seks, kan kita bisa menggunakan istilah lain," katanya memprotes istilah tersebut.
Dikatakannya ia tidak mempunyai istilah lain yang cocok untuk pekerja seks dan menyerahkannya kepada media massa untuk mengganti istilah tersebut, karena media massa dinilainya mempunyai banyak istilah selain PSK.
Chaizir yang saat ini menjadi anggota DPRD Propinsi Riau, dari Fraksi Amanat Persatuan Bangsa (fraksi gabungan PAN, PKB, PBI, PKP, dan PP), mengatakan jika istilah tersebut tidak diganti maka tidak ada cara lain selain meningkatkan prestasi sepakbola Karimun hingga dapat berbicara di tingkat nasional.
"Kita harus meningkatkan prestasi jika ingin mengubah "imej" PSK bukan pekerja seks melainkan sebuah klub sepakbola yang sangat disegani," tegasnya.
Menurut dia, untuk mengangkat prestasi sepakbola Karimun, memang sudah disiapkan dana yang cukup, sehingga tinggal bagaimana kita membina anak-anak agar prestasinya semakin meningkat.
Untuk meningkat olahraga di Karimun tersebut pemerintah setempat sedang mempersiapkan sekolah khusus olahragawan, seperti sekolah Ragunan di Jakarta.
Persatuan Sepakbola Karimun (PSK) berdiri sejak tahun 1960-an, pada masa tersebut prestasinya semakin menanjak dan puncak prestasi pada tahun 1963-1973.
Pada saat itu kita sering lawan Singapura dimana, jika ada pertandingan antar klub para pemain Singapura membawa paling sedikit empat pemain nasionalnya untuk menghadapi PSK (Persatuan Sepakbola Karimun) karena tidak percaya akan menang. [Tma, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
Apa arti sebuah nama (ramayana_ok@ya..., 21/10/2003 03:39) Apa arti sebuah nama om....
Anda sebagai kapten bola ngomong doank...aksi anda mana? Anggota DPRD komisi bola sepak? Mbok aksi yg jelas kayak peningkatan mutu pemain, peltih, dana. Ini koq omong nama doank..Kapan majunya. Lagian ngapa orang kayak gini jadi anggota DPRD, gak adaa yg lain apa... | |
 |