 |
|
 |
|
MALUKU & PAPUA |
 |
| |
Anak-anak Temukan Ratusan Peluru dan Mortir Aktif
Jayapura, 8 Juni 2004 09:26 Anak-anak warga Kampung Telaga Maya dan Kampung Nendaly Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, menemukan ratusan butir peluru dan mortir aktif peninggalan Perang Dunia (PD) II.
Kapolres Jayapura AKBP Drs. Robert Djoenso, ketika dihubungi wartawan di Jayapura, Selasa, membenarkan penemuan bahan peledak yang berbahaya itu di Kampung Telaga Maya dan Kampung Nendaly Netar, sekitar 30 Km arah barat Kota Jayapura.
Bahan peledak itu ditemukan sekelompok anak-anak yang sedang bermain menggali tanah dan secara tidak sengaja menemukan benda tersebut dan kemudian menyerahkan kepada orangtuanya dan selanjutnya dilaporkan kepada Polres Jayapura di Sentani.
Setelah diperiksa ternyata bahan peledak itu masih aktif. Di Telaga Maya ditemukan 86 peluru jenis SO, penangkis serangan udara yang masih aktif.
Masyarakat juga menemukan delapan mortir aktif jenis 37 M/MM54 dan 373 buah peluru jenis Brenbar kaliber 12,7 yang masih aktif serta 13 buah selongsong peluru jeni Blenbar kaliber 12,7.
Mortir tersebut ditemukan nelayan di tepian danau Sentani ketika sedang menyelam ikan gabus.
"Barang bukti tersebut telah diamankan di Mapolres Jayapura di Sentani," kata Kapolres.
Kapolres menyampaikan penghargaan kepada masyarakat yang membantu menemukan bahan peledak berbahaya itu dan menyerahkannya akepada polisi agar tidak menelan korban jiwa manusia.
Djoenso meminta warga masyarakat yang menemukan bahan peledak agar segera melaporkan kepada aparatnya guna mengambil tindakan preventif.
Sementara itu ratusan warga disekitar SD Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Gembala Baik Distrik Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (5/7), dikejutkan dengan isu bom di dalam sebuah tas hitam yang dititipkan keluarga Adypati.
Keluarga Adypati melaporkan kepada Polsek Abepura dan selanjutnya aparat tim Gegana dari Satuan Brimob Polda Papua menuju TKP, namun tas tersebut ternyata hanya berisikan pakaian. [Tma, Ant]
|
|
 |