spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
INTRIK
spacer
 
Kafi Kurnia
Loss Leader

SEKITAR 10 hari lalu, di tengah hari bolong, Jakarta macet luar biasa. Selidik punya selidik, penyebab kemacetan itu adalah iklan di sebuah harian Ibu Kota. Sebuah pengecer elektronik memasang iklan, cuci gudang, dan diskon sampai 90%. Sebenarnya ini bukan hal istimewa. Diskon, obral, sale, harga murah, dan sebagainya sudah sangat biasa. Banyak konsumen yang sudah kebal dengan iklan seperti itu.

Nah, yang barangkali beda dan istimewa adalah angka diskon sampai 90% itu. Angka sebesar itu memerangkap imajinasi kebanyakan konsumen. Bukan cuma konsumen di sekitar Jabotabek, melainkan juga konon sampai Sukabumi dan Bandung berduyun-duyunlah menyerbu pengecer elektronik itu.

Sayangnya, cerita ini tidak berakhir bahagia. Hampir semua konsumen kecewa dan merasa tertipu. Ternyata iklan itu cuma akal-akalan pengecer elektronik untuk memancing konsumen. Produk yang didiskon 90%, jumlah stoknya sangat terbatas. LSM pembela hak-hak konsumen pun ikut bicara, dan menuntut iklan lanjutan yang tak lagi menyesatkan.

Peristiwa semacam ini bukan pertama kali terjadi. Konon, sebuah hypermarket juga pernah mengiklankan menjual pemutar cakram DVD dengan harga kurang dari Rp 400.000. Sama saja tekniknya. Jumlah barang yang semurah itu unitnya terbatas. Banyak konsumen yang tidak kebagian dan kecewa.

Malam harinya, tak kurang dari selusin wartawan menelepon saya. Kebanyakan bertanya soal etika berdagang dan iklan yang menyesatkan atau menipu konsumen. Dalam dunia retail, teknik memancing perhatian konsumen, dengan barang supermurah, atau produk yang sengaja dijual rugi --tapi jumlah unitnya terbatas-- merupakan sebuah taktik yang dikenal dengan istilah loss leader. Ini taktik kuno.

Logikanya, pengecer mengorbankan produk tertentu, dengan sengaja menjual rugi. Tujuannya, agar tokonya ramai dikunjungi pembeli. Pengecer berharap, ketika konsumen tiba di toko, selain mencari produk supermurah itu, juga secara impuls belanja produk lain. Sehingga terjadi subsidi silang.

Loss leader ini juga banyak dipraktekkan di Indonesia. Hampir semua pengecer melakukannya. Tiap Jumat, di berbagai koran nasional, sering terpampang iklan pengecer, terutama pasar swalayan, yang mengiklankan produk yang juga dijual murah. Umumnya harga dipatok break-even atau impas, atau dijual dengan sedikit merugi.

Di zaman keterbukaan saat ini, seharusnya pengecer lebih bertanggung jawab dan memegang teguh etika berdagang yang jujur dan adil. Boleh saja pengecer mengiklankan harga supermurah, atau diskon sampai 90%. Namun sekadar pencantuman jumlah unit stok yang terbatas saja tak cukup. Mestinya, para pengecer mencantumkan dengan jelas jumlah stok yang didiskon habis-habisan itu. Misalnya, hanya tersedia 100 unit. Sehingga konsumen tidak terjebak dalam persepsi yang menyesatkan.

Loss leader memang salah satu senjata pemasaran. Di tangan pemakai yang bertanggung jawab, loss leader bisa menciptakan situasi saling menguntungkan antara konsumen dan pengecer. Di tangan pemakai yang tidak bertanggung jawab, loss leader bisa menjadi bumerang. Konsumen tidak lagi mau percaya bila pengecer yang sama beriklan lagi di masa mendatang.

Loss leader juga berbahaya jika memancing perang harga antara sesama pengecer. Di Amerika, pada 1950-an hingga 1960-an, ada dokumentasi kasus di mana loss leader yang dipraktekkan oleh pompa bensin memancing perang harga. Akibatnya, pompa bensin swasta milik perorangan banyak yang bangkrut dan tutup.

Jangan sampai kasus loss leader yang memancing perang dan mengakibatkan kebangkrutan warung kecil dan toko perorangan terjadi di Tanah Air. Bencana ini mesti dihindarkan!

peka@indo.net.id

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  perlu kekujuran dalam loss leader (vivinq@ms..., 20/08/2004 02:37)
membaca tentang komentar mangenai loss leader , saya teringat seperti kejadian yang baru baru ini terjadi di sini , seperti di ketahui setiap 1 tahun 2 kali toko elektronik terbesar di jepang (laox) mengadakan sale besar besaran dan kebetulan juga saya sebagai member dari toko elektronik tersebut di undang dalam cuci gudang tersebut tetapi dalam undangan brosur tersebut telah dicantumkan barang barang apa yang akan di sale, dan juga berapa unit yang tersedia.
barang barang intu seperti handyca... <1298 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Loss Leader (hansip, 19/08/2004 03:31)
fyuhhhh ... trik yang hebat dan bahaya.... dalam bidang ekonomi saya ga tau banyak.. tapi yang saya tau banyak pemimpin yang sering Loos Leader.. yah hampir sama lah dengan Loss Leader
 
 
spacer
  
  Loss Leader (bushgila@ya..., 17/08/2004 10:25)
Kayaknya bung Kafi baru saja mempraktekan loss leader, dan sukses.................hasilnya dirasakan minggu lalu ketika dia berhasil menyunting gadis matang yang sekarang jadi istrinya.

Pokoknya sang ahli pemasaran ini ternyata gak jago memasarkan dirinya, buktinya.......... udah berkepala 4 baru dapet pembeli..... Nah lho....

Tapi, Selamat dech ya Bung. Sekali lagi selamat.
 
 
spacer
  
  loss leader (redword_k@ad..., 17/08/2004 00:40)
loss leader memang selalu ada di mana-mana dan di berbagai segi, terutama yang menyangkut orang banyak. kita sebagai subyek dan obyek pasar tidak bisa berbuat apa apa, kecuali memberikan pengertian kepada publik dampak dari hal ini, salah satu nya dengan artikel ini.

Selamat buat Bung Kafi Kurnia yang baru saja menikah, semoga langgeng dan cepat dikaruniai momongan.
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 21 August 2004 >>
SuMTW ThFSa
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer