 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Tentang 300 Anak Aceh RI Tuntut Misionaris AS Cabut Pernyataannya
Jakarta, 14 Januari 2005 16:14 Pemerintah Indonesia tetap akan menuntut WorldHelp, kelompok misionaris berbasis di Virginia, Amerika Serikat, untuk mencabut pernyataan bahwa mereka telah mendapat izin pemerintah untuk membawa 300 anak yatim piatu asal Aceh ke Jakarta, guna diasuh dan diberi penanaman ajaran agama Kristen.
"Kita tetap, melalui perwakilan kita, akan mencoba meminta agar mereka secara lebih terbuka lagi mencabut pernyataan itu, karena itu jelas sangat bertolak belakang dengan upaya dan sikap pemerintah Indonesia selama ini yang juga didukung masyarakat internasional," kata Juru Bicara Deplu-RI, Marty Natalegawa, di Jakarta, Jumat.
Indonesia menyatakan keberatan atas pernyataan WorlHelp seperti yang dimuat di koran AS, Washington Post, kemarin (Kamis, 13/1).
"(Laporan Washington Post) kemarin mewartakan adanya 300 anak Aceh yang diterbangkan ke Jakarta untuk diasuh oleh kelompok misionaris Worldhelp, yang dilaporkan akan memberikan penanaman ajaran Kristen. Bahkan diberitakan, pemerintah Indonesia telah memberikan izin untuk membawa anak-anak tersebut dibawa ke Jakarta," kata Marty. Marty menegaskan, tidak benar Pemerintah Indonesia memberikan izin bagi tindakan WorldHelp itu.
"Sebaliknya Pemerintah Indonesia sejak awal sudah mensinyalir kemungkinan bahwa di balik kedok bantuan kemanusiaan, pihak-pihak tertentu mengganggu kepentingan anak-anak yang menjadi yatim piatu di Aceh. Ada ketentuan yang melarang langkah-langkah seperti itu," ujarnya.
Jumat pagi, berita lanjutan melaporkan bahwa WorldHelp ternyata telah membatalkan rencananya untuk membawa 300 anak yatim dari Aceh ke Jakarta dan memberikan konfirmasi bahwa ternyata tidak benar anak-anak Aceh tersebut sudah diangkut ke Jakarta.
Worldhelp juga mengkonfirmasi bahwa sebenarnya Indonesia melarang langkah-langkah yang mereka lakukan dalam kaitannya membawa anak-anak korban bencana dari NAD.
Namun demikian, Kedutaan Besar RI di Washington tetap berupaya menghubungi pihak Worldhelp di Virginia, yang ternyata kata Marty, "Mereka sulit dihubungi".
KBRI Washington diberi tugas untuk meminta klarifikasi pemberitaan Washington Post kepada WorldHelp dan meminta mereka untuk mencabut pernyataan bahwa Pemerintah Indonesia memberikan izin bagi mereka untuk membawa anak-anak Aceh ke Jakarta.
"Juga mengingatkan dengan keras kepada mereka bahwa langkah-langkah yang demikian itu dilarang oleh undang-undang Indonesia," kata Marty. [TMA, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
bosen,mbelenek,mbelenger (kimpetgatel@ya..., 21/01/2005 00:14) aaaaaaaah....kuno......mau muslim jadi kristen kek
atau sebaliknya...........peduli amat.......emangnya..
kalian-kalian muslim,kristen beneran..................
SULIT DIPERCAYALAH.....paling banter muslim/kristen KTP.
heiiiiiiii ........PEMERINTAH...tunjukkan dulu bantuan
kalian.....baru protes...NGACAKLAH............usiiiiiil..looo
ANAK-ANAK yang dibantu WORLD HELP aja kagak protes ...kenapa kalian-kalian yang protes..... | |
 |
| | |
| |
Lulldapull emangnya.... (juginting@cb..., 20/01/2005 23:56) Emang anak Amerika mau diadopsi ame lo?
Gak bakalan.....
Ente kayaknya munafik,kalo ente dikirim ke Amerika
dari kantor ente tarohan ente akan senang,tapi kalo ke Lybia atawa ke Iran kayaknya kurang senang ? | |
 |
| | |
| |
SARA lagi....SARA lagi... (sirikkit@ya..., 18/01/2005 22:31) Wah...wah...wah...kalo urusan SARA, rakyat Indo rame2 deh kasih komentar. Kalo urusan tolong-menolong, rame2 pada buang badan. Kalo aku sih mending sekolah baek-baek...kerja baek-baek...hidup baek-baek...insyaallah tanah air jadi baek, tidak kena tsunami or bencana lainnya. Tobat...tobat woiii...!!! | |
 |
| | |
| |
Menuju Tuhan dengan Menebar Bohong (antias2003@ya..., 17/01/2005 21:35) Adakah Kitab Suci yang memperbolehkan kebohongan demi tegaknya sebuah agama? Adakah agama yang mengijinkan kebohongan untuk menggapai Tuhannya? Akankah Tuhan bisa digapai para pemuja-Nya dengan kebohongan? Adakah indung domba yang rela anaknya digiring ke kandang domba yang lain, walau demi alasan kandang tersebut terlihat lebih nyaman? Manusia bukan domba yang bisa digiring begitu saja menuju kandangnya. Sudah bukan jamannya lagi orang digiring-giring layaknya domba yang tak punya conscience da... <12 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Aneh atau Tidak Aneh (awantea04@ya..., 17/01/2005 14:25) Sebetulnya tindakan mereka itu tidak perlu dianggap aneh bin ajaib. yang harus dianggap aneh itu apabila indonesia diam saja tidak berhasil apa yang diusahakannya membukam mereka itu. dan yang harus dianggap aneh lagi yaitu mereka yang membolehkan adopsi oleh siapa saja tanpa pandang bulu. ya, enggak? ntar ada jurig-jurig tuh dari goa sanggreng yang mau adopsi, tentu -oleh mereka ini- diperbolehkan juga. yang penting, katanya, penampilannya baik-baik saja. (yang mo diskusi kirim aja imel ke awan... <16 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Biarin aja ! (iwygodila@ya..., 17/01/2005 14:07) Kalau nggak benar pemerintah RI bilang begitu, ya biarin aja. Buang-buang enerji aja.Mendingan urusin mereka ygn korban tsunami. | |
 |
| | |
| |
Pemerintah harus tegas (sabrina_alifia@ya..., 16/01/2005 09:16) seharusnya pemerintah sudah mengantisipasi masalah tersebut sejak awal karena segala macam bantuan kemanusiaan yang berasal dari luar negeri bisa berpeluang ditunggangi kepentingan-kepentingan tertentu. Tentu kita tidak ingin persoalan ini mengganggu hubungan antara umat islam dengan umat kristiani. Bukankah umat kristiani juga tidak rela bila anak-anak mereka dibesarkan dengan ajaran agama yang tidak sesuai dengan orangtuanya? | |
 |
| | |
| |
masa depan lebih penting (kuelapis2000@ya..., 16/01/2005 03:11) selama untuk merubah masa depan anak anak itu kenapa tidak asal dilakukan sesuai prosedur, toh apakah pemerintah bisa menjamin bahwa mereka bisa bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup anak anak aceh dimasa depan.
Anak anak itu cuma butuh pertolongan untuk masa depan yang lebih baik. | |
 |
| | |
| |
Mencari teman pengikut Paul? (abuzaki58@ho..., 16/01/2005 03:09) Rupanya Missionaris Amerika itu masih mau cari pengikut Paul yang menyelewengkan ajaran Rasulullah Isa ibnu Maryam (Yesus=Barat). Anak-anak muslimin sudah lebih beriman kepada Rasulullah Isa bin Maryam dari pada para Missionaris itu bahwa dia adalah Rasulullah (Utusan ALLAH) kepada Bani Israel dan BUKAN TUHAN atau ANAK TUHAN. Nah Paullah yang menyelewengkan pengertian Rasulullah (Utusan ALLAH) menjadi Anak Tuhan. Dengan demikian posisi Paul yg tadinya menentang ajaran Rasulullah Isa ibnu Maryam ... <66 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Apa yg dilakukan oleh fundamentalis koboi tsb (lulldapull, 16/01/2005 02:27) adalah cara agar anak Muslim Indonesia, khususnya dari NAD nggak lagi fanatik thd ajaran agamanya. Gue khawatir, kalo dibiarin anak2 itu besoknya nggak layak dipanggil Teuku atau Cut; mungkin mereka nggak bakal tau apa artinya Hikayat Prang Sabil dsbnya.
Waspadai juga thd anak2 Muslim laennya!! Gimana kalo gue adopsi anak Amerika trus gue ajarin keyakinan gue?? Apa kagak maraH?? | |
 |
| | Daftar Seluruh Komentar
| |
 |