 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
"Cuma Memancing Masalah"
Krisis Indonesia-Malaysia dalam kasus Blok Ambalat memasuki babak baru. Kedua pihak sepakat "berdamai", yakni penyelesaian lewat proses diplomatik. Pembicaraan tim teknis segera dilakukan pada 22-23 Maret mendatang di Jakarta. Namun perbedaan pandangan kedua pihak sepertinya tidak akan mudah larut. Menteri Luar Negeri Malaysia, Syed Hamid Albar, misalnya, bersikeras bahwa pihaknya tidak salah dalam melakukan uniteralisasi peta 1979. Di lain pihak, Indonesia tetap bersikeras bahwa klaim Malaysia atas Blok Ambalat yang didasarkan peta 1979 salah. Akankah pendekatan diplomasi menyelesaikan perkara ini? Syed Hamid mengaku kaget sekali melihat reaksi bangsa Indonesia. "Kami punya hubungan yang erat dengan Indonesia. Banyak warga Indonesia yang berada di Malaysia. Ada pula keturunan Indonesia yang sudah jadi warga negara Malaysia," ungkapnya. Menurutnya, Malaysia sama sekali tidak pernah menganggap Indonesia sebagai musuh, melainkan selalu berbicara sebagai bangsa serumpun. Ketika ditanya apakah ada yang keliru di Indonesia, sehingga rakyat Indonesia bereaksi, Syed mengaku tidak tahu. "Tapi media-media di Indonesia semuanya bersifat provokasi terhadap Malaysia. Membangkitkan rasa marah. Memutar lagu-lagu perjuangan. Artis ditanyain apakah patut Malaysia diganyang saja? Saya tidak tahu, apakah itu pendekatannya yang keliru."
[Laporan Utama, Gatra Nomor 18 Beredar Senin, 14 Maret 2005] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Kenaikan Harga BBM Marisa Haque: Selidiki Kemungkinan Suap Jakarta, 17 Maret 2005 17:10 Anggota FPDIP DPR Marisa Haque mendesak aparat terkait untuk menyelidiki kemungkinan terjadinya suap dalam proses pengambilan keputusan DPR mengenai kenaikan harga BBM. [ Print | Email ]
TVRI Palembang Kesulitan Bayar Gaji Karyawan Palembang, 17 Maret 2005 15:14 TVRI Palembang mengalami kesulitan membayar gaji karyawan, setelah TVRI Pusat mulai awal April ini menghentikan bantuan ke daerah. Padahal pendapatan lewat iklan sangat kecil. [ Print | Email ]
Kristina Bintangi Sinetron Kristina
Jakarta, 17 Maret 2005 15:00 Pedangdut Kristina tahun ini akan terjun ke dunia sinetron, yang judulnya sama dengan namanya, Kristina. Ia memerankan gadis desa yang ingin jadi penyanyi dangdut terkenal. [ Print | Email ]
Pendukung Rudi Ancam Datangi Adiguna
Gus Dur Diperiksa Polisi
Eksekusi Astini, Juga Koruptor dan Bandar Narkoba
FPDIP Nilai Agung Laksono Rusak Citra DPR
Juwono akan Berupaya Sering Bertemu Senat AS
|
|
Indonesia Pusat Keanekaragaman Hayati Laut Dunia Sanur, 17 Maret 2005 14:58 Alhi terumbu karang dari AS mengatakan, perairan Indonesia tercatat sebagai satu-satunya pusat keanekaragaman hayati laut dunia, dengan koleksi ribuan species flora dan fauna. [ Print | Email ]
Setiap Gol Persijap Dihargai Rp 2,5 Juta Jepara, 17 Maret 2005 14:16 Gol pemain Persijap ketika bermain dengan tim lain pada Kompetisi Sepakbola Divisi Utama Liga Indonesia (LI) XI dihargai Rp 2,5 juta oleh manajemen tim. [ Print | Email ]
Penolakan Kenaikan BBM Mahasiswa Desak DPR Nyatakan Sikap Jakarta, 17 Maret 2005 13:58 Ratusan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabotabek dan BEM Bandung Raya, Kamis, berunjuk rasa menuntut DPR menyatakan sikapnya menolak kenaikan harga BBM. [ Print | Email ]
Farid Faqih Maafkan Kapten Syuib
Norwegia Bantu Pemotretan Udara Pantai Barat Aceh
Explosive Records Luncurkan Album Soundtrack Me vs High Heels
Beckenbauer Tolak Posisi Ketua FIFA
Anggota DPR Nyaris Adu Jotos
|
|
 |
|
|