 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Teknik Nakal Bongkar Skandal

Mulyana W. Kusumah ditetapkan sebagai tersangka penyuapan. Lewat rekaman kamera tersembunyi, KPK memperoleh bukti permulaan upaya suap anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusia 57 tahun itu. "Mulyana terbukti menghendaki auditor BPK membuat laporan sedemikian rupa supaya bersih, dengan janji akan memberikan sejumlah uang," ujar Tumpak Hatorangan, Wakil Ketua KPK. Langkah awal KPK membongkar isu korupsi di KPU. Namun terobosan KPK itu tak luput dari polemik. Teknik yang diperagakan itu dianggap nakal. Eggy Sudjana, yang awal pekan lalu mengaku sebagai pengacara Mulyana, menilai modus penangkapan ini sebagai jebakan. Ia menyebutkan, uang Rp 50 juta yang ada di kasur kamar sudah disiapkan sebelum Mulyana datang. Eggy juga mempersoalkan surat penangkapan "tertangkap tangan" yang sudah disiapkan. "Masak tertangkap tangan pake surat. Semua sudah disiapkan," kata Eggy. Berbagai kalangan berharap, KPK jangan hanya menangkap Mulyana. "Mustahil ada korupsi sendirian di KPU. Pasti kolektif," kata Agus Pambagio, seorang aktivis LSM. Mulyana mesti dijadikan titik masuk untuk menguak korupsi di KPU secara menyeluruh.
[Nasional, Gatra Edisi Khusus Berdedar Senin, 18 April 2005] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Kasus Mulyana Nazaruddin: Dana Taktis Dikelola Sekjen
Jakarta, 19 April 2005 23:30 Ketua Komisi Pemilihan Umum Nazaruddin Sjamsuddin menyatakan dirinya sama sekali tidak mengetahui tentang dana taktis KPU karena dana tersebut dikelola Sekretaris Jenderal. [ Print | Email ]
Kasus Korupsi di KPU Mulai Diperiksa KPK Jakarta, 19 April 2005 22:42 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah menemukan alat bukti awal yang cukup untuk mulai menyelidiki dugaan terjadinya korupsi di dalam Komisi Pemilihan Umum (KPU). [ Print | Email ]
Keterangan Pegawai KPU Dikonfrontir KPK
Jakarta, 19 April 2005 19:24 KPK mengkonfrontir keterangan tiga pegawai KPU, yaitu Sussongko Suharjo (Pelaksana harian Sekjen KPU), Mubari (Staf Khusus Sekjen KPU), dan R. M. Purba (Sekretaris Panitia Pengadaan Kotak Suara). [ Print | Email ]
Tiga Pemain Persikad Ajukan Banding
Yudhoyono Terima Presiden Afrika Selatan
Relawan Temukan Makanan dan Obat-obatan Kadaluarsa
KPK Perisa Ulang Sussongko, Mubari, dan Purba
BNN Tangkap Tiga Polisi Penyimpan Shabu-shabu
|
|
Gempa Nias Ternyata Picu Tsunami Jakarta, 19 April 2005 18:16 Gempa yang mengguncang Pulau Nias dan Pulau Simeulue (28/3) malam, ternyata memicu tsunami di Pulau Mandailing Natal, hingga menghancurkan sebagian besar rumah penduduk. [ Print | Email ]
Kasus Mulyana KPK Periksa PT Pos Seputar Kontrak KPU
Jakarta, 19 April 2005 17:38 PT Pos Indonesia diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai kontrak kerjasama senilai Rp 52 miliar antara mereka dengan KPU pada Pemilu 2004. [ Print | Email ]
Kasus Korupsi di KPU Hamid: Tidak Etis Berkomentar Sesuatu Tentang Diri Saya Jakarta, 19 April 2005 16:40 Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin selaku mantan anggota KPU mengaku merasa tidak etis untuk mengomentari soal dirinya mengenai proses penyelidikan atas dugaan korupsi di KPU. [ Print | Email ]
KPK Periksa Nazaruddin
Ancam Siksa Anjing, Aktris Ditangkap
Delapan Korban GT Air Dimakamkan
Muhaimin, Ketua Umum Dewan Tanfidz PKB
Jackie: Tolong Pak Presiden!
|
|
 |
|
|