 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Penumpang Gerbong Tujuh Tiga
Perwira tinggi alumni Akpol 1973 bakal banyak duduk di posisi strategis. Sejumlah jenderal bintang tiga polisi dikabarkan akan menghadang naiknya Komjen Pol Sutanto sebagai Kapolri. Sementara itu, kalangan jenderal polisi bintang satu dan dua menyatakan dukungannya pada Sutanto. Mudah ditebak, siapa tokoh yang dimaksud dalam cerita itu. Sebab di jajaran kepolisian saat ini hanya terdapat beberapa jenderal bintang tiga. Antara lain Wakapolri Konjen Pol Adang Dorodjatun dan Kepala Bareskrim Komjen Pol Makbul Padmanegara. Juga Inspektur Pengawasan Umum Komjen Pol Binarto, mantan Kepala Bareskrim Komjen Pol Suyitno Landung, serta Komjen Pol Ismerda Lebang yang menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan dan Keamanan Polri. Mereka semua dikenal sebagai kawan dekat Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar. Bahkan nama Suyitno Landung, Makbul Padmanegara, dan Adang Dorodjatun beberapa bulan lalu sempat diberitakan sebagai calon Kapolri, bersaing dengan Sutanto. Namun, Senin pekan lalu, Presiden Yudhoyono hanya mengajukan calon tunggal, yakni Sutanto. Da'i Bachtiar membantah kabar panas itu dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kamis pekan lalu. Da'i menegaskan, tidak ada perwira tinggi polisi yang melakukan manuver untuk mengganggu proses pemilihan Kapolri. "Saya yakin itu tidak ada. Semua akan mendukung apa yang diputuskan presiden," kata Da'i Bachtiar.
[Nasional, Gatra Nomor 34 Beredar Senin, 4 Juli 2005] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Skandal KPU Nazaruddin Akui Buat Nota Pemilihan Langsung Jakarta, 5 Juli 2005 21:38 Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nazarudin Syamsudin mengaku membuat nota dinas yang disampaikan kepada Sekretaris Jendral KPU yang isinya menerangkan bahwa pengadaan buku pemilu 2004 dilakukan melalui pemilihan langsung rekanan bukan penunjukan langsung. [ Print | Email ]
Kredit Macet Mandiri Prabowo: PT Kiani Kertas Perlu Diselamatkan Jakarta, 5 Juli 2005 19:54 PT Kiani Kertas perlu diselamatkan mengingat perusahaan itu adalah aset nasional dan cukup menjanjikan, kata mantan Direktur Utama (Dirut) PT Kiani Kertas Prabowo Subianto, Selasa petang. [ Print | Email ]
Kasus Suap Linda Purnomo Siap Dikonfrontir dengan Popon
Jakarta, 5 Juli 2005 19:04 Istri Abdullah Puteh, Linda Purnomo, menyatakan siap dikonfrontir dengan Tengku Syaifudin Popon, mantan pengacara suaminya. [ Print | Email ]
Paris Nantikan Keputusan IOC
Polisi Buat Sketsa Wajah Korban Mutilasi
Teras Narang Pamit Kepada DPR
Linda Dikonfrontir dengan Popon Cs
Gaji PNS, TNI, dan Polri Naik 2006
|
|
Ruki Tutup Pintu bagi Kuasa Hukum Tersangka Jakarta, 5 Juli 2005 17:36 Empat kuasa hukum tersangka kasus suap panitera Pengadilan Tinggi Jakarta, berusaha menemui Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki, tanpa alasan jelas. Namun Ruki menutup pintu bagi mereka. [ Print | Email ]
Polri Cekal Mantan Dirut Jamsostek Jakarta, 5 Juli 2005 16:34 Tim Penyidik Mabes Polri, yang tergabung dalam Tim Tastipikor, mencekal tersangka mantan Direktur Utama PT Jamsostek Achmad Djunaidi, karena diduga terkait korupsi senilai Rp 200 miliar. [ Print | Email ]
Pemerintah Siapkan Perpu Tanah untuk NAD Jakarta, 5 Juli 2005 16:24 Pemerintah menyiapkan perpu untuk masalah pertanahan di NAD, karena ada perbedaan antara UU Syariah yang berlaku di daerah itu dengan UU Pertanahan Nasional. [ Print | Email ]
Purnomo: Pasokan Premium Lebih dari Kuota
Warga Phoenix Nilai Jason "Cantik di Dalam"
32 Juta Pounds, Harga Boyong Gerrard ke Chelsea
DPR Setujui Sutanto jadi Kapolri
Prabowo Subianto Diperiksa Kejagung
|
|
 |
|
|