 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Narasi Ikon Indonesia Modern
Penulisan sejarah pasca-Soeharto cenderung menghakimi dan "melupakan" Orde Baru. Orde ini dinilai sebagai masa gelap. Dan berbarengan dengan itu, muncul niat mengubur Orde Baru dalam-dalam. Namun, ketika reformasi tak segera memberikan hasil dan masa-masa sulit perekonomian terus melanda kaum miskin, bangkitlah nostalgia akan kembalinya era Soeharto. Dalam suasana demikian, pada 2001 lahir buku Suharto: a Political Biography karya Robert Erward Elson. Suharto, Sebuah Biografi Politik adalah edisi Indonesia buku tersebut. Biografi tokoh penting Asia yang "dilupakan" bangsanya. Robert Edward Elson mencoba memaparkan karier politik Soeharto secara lebih berimbang. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, dalam konteks apakah edisi Indonesia ini bisa dinilai berharga dan memberikan kontribusi? Sebuah pengantar kritis diberikan oleh Asvi Warman Adam. Menurut sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia itu, sangat sulit untuk menilai Soeharto. "Dalam arus balik sejarah kala itu jelas sukar untuk menulis secara jernih mengenai Soeharto," tulis Asvi. Ia mengemukakan berbagai penilaian kontroversial dari sejumlah pengamat atas karya Elson. Ada pujian, namun tak sedikit pula yang mengkritisi kesimpulan Elson.
[Buku, Gatra, Nomor 46 Beredar Senin, 26 September 2005] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Erra Fazira Doyan Motor Erra Fazira
Mantan Miss Malaysia 1992 Erra Fazira binti Wan Chek (30) tak takut kemacetan di Kuala Lumpur. Pasalnya, artis layar lebar nomor satu di negeri jiran itu doyan mengunggang motor gede, Harley Davidson Sportster 1200 2002. "Sejak remaja saya sudah melakukannya," kata Erra. Awalnya Erra senang menunggangi motor model sport. Namun, akibat kecelakaan yang menimpanya tiga tahun lalu, ia menjauhinya. "Akhirnya saya ganti bike ke Harley," ujarnya. [ Print | Email ]
Mien Uno Etiket Spesial Mien Uno
Setelah menggeluti pendidikan kepribadian selama lebih dari 40 tahun, Mien Uno akhirnya meluncurkan sebuah buku khusus etiket berjudul Etiket - Sukses Membawa Diri Disegala Kesempatan. Buku setebal 212 halaman itu merupakan buku sangat spesial baginya. "Ini buku perjalanan hidup saya. Apa yang saya pelajari, amati, dan cerna... saya tulis," ujarnya. Dalam buku itu ia menekankan, bagaimana seseorang secara konsisten menghindari upaya suap. [ Print | Email ]
Davina Jam Sepi Fitness Davina
Model Davina Veronica Hariadi (26), duta promosi pusat kebugaran "Celebrity Fitness", memilih jam-jam tertentu untuk melakukan kegiatan fitness-nya. Ia melakukannya saat sepi pengunjung. "Mending sendiri, kalau ada teman jadi nggak fitness, malah ngegosip," aku Davina. Model yang memasuki dunia sinetron ini lebih memilih latihan angkat beban ketimbang fasilitas lainnya, seperti aerobik. Entah kenapa. [ Print | Email ]
Muktamar PKB Alwi Dimulai
Bono Calon Kuat Terima Nobel Perdamaian
Sejumlah Kantor Pos Diserbu Masyarakat
Australia Menahan Empat Nelayan Asal Rote
Sejumlah Angkutan Kota Mogok Tuntut Kenaikan Tarif
|
|
Dhini Aminarti Koordinator Kampus Dhini Aminarti
Dhini Aminarti (22) Dicalonkan Pembantu rektor bidang kemahasiswaan kampusnya, Universitas Paramadina, sebagai Koordinator Paramadina Film Society (PFS), unit kegiatan yang mengakomodasi mahasiswa dalam bidang film. "Aku senang dan bersyukur diberi kepercayaan macam itu," kata mahasiswi jurusan psikologi angkatan 2001 ini. Meskipun baru beranggotakan sekitar 20 orang, seluruhnya mendukung penuh dan bersedia bekerja sama dengan Dhini. [ Print | Email ]
Nurul Qomar Pasrah Pilkada Qomar
Pelawak Nurul Qomar (45) tengah menunggu hasil penghitungan suara dari KPUD Indramayu. Maklum, ia mencalonkan diri sebagai calon bupati di sana. Kendati tercatat sebagai kandidat, Qomar sendiri tidak punya hak pilih, karena ia tercatat sebagai warga DKI Jakarta. Sebagai putra asli Indramayu, Qomar mengaku terpanggil maju ke gelanggang pemilihan untuk lebih nyata membangun kampung halamannya. Qomar mengaku pasrah pada hasil pilihan rakyat ini. [ Print | Email ]
Fachry Albar Terjerat Sinetron Fachry Albar
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ini pula yang terjadi pada Fachry Albar (24). Punya ibu Rini S. Bono dan ayah Ahmad Albar membuat darah seni mengalir deras di tubuhnya. Namun, sampai melewati usia kepala dua, tak satu pun peran film dimainkan Fachry. Ia lebih banyak menyalurkan bakat seni dari sang ayah. Di band Jibril, ia memainkan drum. Saat liburan sekolah di Amerika, ia ''dipaksa'' main sinetron, yang kemudian "menjeratnya" hingga ke layar lebar. [ Print | Email ]
Tanpa Kunjungan ke Diorama G30S PKI
5 Pegawai MA dan 1 Mantan Hakim Tinggi Ditahan KPK
Aburizal Bantah Rapat Kabinet Berlangsung Alot
Premium Rp 4.500, Solar Rp 4.300, Minyak Tanah Rp 2.000
Capirossi Pole Position di Qatar
|
|
 |
|
|