 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
BBM Naik, Nuklir Terbilang
Minyak bumi, berdasarkan kalkulasi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, hanya cukup untuk 18 tahun lagi. Sementara cadangan gas tersisa 60 tahun dan batu bara 150 tahun. "Penggunaan energi akan terus bertambah. Kita harus menyiapkan energi untuk 10 tahun mendatang bagi 250 juta bahkan 300 juta orang," kata SBY. Perlu cepat beralih ke energi gas dan nuklir. Dalam pidato resminya pada acara pertemuan tingkat tinggi para kepala negara di PBB, 16 September lalu, SBY mengatakan bahwa penggunaan nuklir untuk persenjataan haruslah dicegah dan diawasi. "Namun kita harus mendorong penggunaan tenaga nuklir untuk tujuan damai bagi pembangunan negara," katanya. Pesona nuklir dalam menghasilkan listrik memang membuat banyak negara melirik. Menurut catatan Badan Atom dan Energi Internasional (IAEA), jumlah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dunia sudah 441 buah. Lalu, hingga 2020, bakal ada tambahan 126 PLTN baru. Dari jumlah itu, 40 di antaranya dibangun di Cina. Maklum, negeri itu memerlukan banyak listrik untuk 1,3 milyar penduduknya. Prancis adalah contoh bagaimana sebuah negeri mengandalkan nuklir untuk kebutuhan listriknya. Sebanyak 78% sistem listrik Prancis telah ditopang nuklir. Ukraina dan Jerman juga telah memanfaatkan energi nuklir dalam jumlah besar. Di Indonesia, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Soedyartomo Soentono, hakulyakin nuklirlah jalan satu-satunya untuk bisa keluar dari krisis energi listrik. Karena Indonesia sebenarnya punya pengalaman nuklir. Tapi realisasi PLTN terus tertunda.
[Laporan Utama, Gatra, Nomor 47 Beredar Senin, 3 Oktober 2005] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Kasus Suap Kabag Kepegawaian MA Akui Uang untuk Ketua
Jakarta, 3 Oktober 2005 21:02 Malam Pagi Sinuhadji, Kabag Kepegawaian MA, salah satu dari 5 pegawai MA yang telah ditahan oleh KPK, juga menyatakan bahwa uang yang ia terima dari Harini Wiyoso, mantan Hakim PT DIY, akan diserahkan untuk pimpinan yang menangani perkara Probosutedjo. [ Print | Email ]
Kasus Suap MA Sudi: Katanya untuk Bapak Ketua Jakarta, 3 Oktober 2005 19:38 Sudi Ahmad, Staf Wakil Sekretaris Korpri Mahkamah Agung (MA), mengaku menerima sejumlah uang dari Harini, mantan hakim Pengadilan Tinggi Yogyakarta yang kini jadi pengacara, untuk diserahkan pada Ketua MA Bagir Manan. [ Print | Email ]
Ketua MPR Minta Presiden Evaluasi Kinerja Intelijen Jakarta, 3 Oktober 2005 17:00 Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta Presiden Yudhoyono melakukan evaluasi atas kinerja intelijen nasional, sehubungan dengan terjadinya serangan bom Bali untuk kedua kalinya. [ Print | Email ]
Penyakit Kardiovaskuler, Penyebab Kematian Utama
Korban Tewas Bom Bali II Ternyata 22 Orang
MMI Khawatirkan Bom Bali II untuk Sudutkan Ba`asyir
Ketua Umum PAN Ajak Masyarakat Lakukan Taubat Sosial
AS Tawarkan Bantuan Lawan Terorisme di Indonesia
|
|
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1.110 Ton Solar Surabaya, 3 Oktober 2005 16:56 Kapal patroli TNI AL, KRI Kakap-811 dari Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1.110 ton solar di Laut Arafuru, Papua. [ Print | Email ]
Polri Tak Temukan Kaitan Bom Bali dengan Kenaikan BBM Jakarta, 3 Oktober 2005 16:54 Wakapolri Komjen Pol Adang Dorodjatun menyatakan, Polri tak menemukan adanya kaitan antara kasus Bom Bali II dengan kenaikan harga BBM, mulai 1 Oktober 2005. [ Print | Email ]
Pramono Anung Resmi Tingalkan MPR Jakarta, 3 Oktober 2005 16:32 Sekjen PDIP Pramono Anung Wibowo secara resmi melepas statusnya sebagai anggota MPR, setelah Ketua MPR Hidayat Nurwahid melantik penggantinya untuk meneruskan masa tugasnya hingga empat tahun mendatang. [ Print | Email ]
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 5 Oktober 2005
Kapolri Duga, Jaringan Pelaku Sama dengan Sebelumnya
MA Buka Akses bagi Penyelidikan KPK
Kapten Sepak Bola Portugal Pingsan di Tengah Lapangan
Polri Segera Sebarkan Identitas Tersangka Pelaku
|
|
 |
|
|