 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Dilema Teologi Si Buah Hati
Beragam model penganutan agama anak hasil kawin lintas agama. Mulai dikte ketat sampai bebas liberal, tergantung pemahaman agama orangtua. Sikap hukum positif kita pada status agama anak kawin beda agama tergantung status perkawinan itu sendiri. Hakim Agung Dr. Rifyal Ka'bah berpendapat, Undang-Undang Perkawinan kita tidak mengakui perkawinan beda agama. Maka, anaknya berstatus sebagai anak biologis dari ibu. Ayahnya tidak memiliki legalitas sebagai ayah. Maka, Rifyal menyarankan pasangan beda agama membuat kesepakatan internal tentang agama anaknya. Jangan sampai bersengketa hingga dibawa ke pengadilan. Karena pengadilan tak mengakui keabsahannya. "Karena dalam perkawinan itu ayahnya dianggap tak ada, maka agama yang dianut anak mengikuti ibunya," kata Rifyal. Sedangkan pakar hukum keluarga dari Universitas Indonesia, Dr. Ichtijanto, berpendapat bahwa klausul perkawinan campuran dalam UU Perkawinan juga bisa diartikan sebagai kawin antar-agama, bukan semata antar-warga negara. Dari sudut psikologi anak, Seto Mulyadi, Ketua Komnas Anak, berpendapat bahwa anak yang masih kecil dari orangtua beda agama harus mendapatkan suasana kondusif. "Harus ada ketegasan dari pihak ayah dan ibu mengenai agama putra-putrinya," ujar Kak Seto, sapaan Seto Mulyadi. Soalnya, bila terjepit, anak bisa stres.
[Laporan Khusus, Gatra, Nomor 47 Beredar Senin, 3 Oktober 2005] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Kasus Suap MA Bagir Mengaku Pernah Bertemu Harini
Jakarta, 7 Oktober 2005 17:24 Ketua MA Bagir Manan mengaku pernah bertemu pengacara Probosutedjo, Harini Wijoso. Namun pertemuannya dalam rangka pamitan Harini pensiun sebagai hakim tinggi, tak menyinggung soal perkara. [ Print | Email ]
Ketua MA Siap Diperiksa KPK dan Komisi Yudisial Jakarta, 7 Oktober 2005 16:34 Ketua MA Bagir Manan menyatakan siap diperiksa KPK dan Komisi Yudisial, terkait masalah dugaan penyuapan lima pegawai MA dalam kasus kasasi Probosutedjo. [ Print | Email ]
Xanana Nyatakan Duka atas Peristiwa Bom Bali Denpasar, 7 Oktober 2005 15:34 Presiden Timor Leste Xanana Gusmao menyatakan rasa duka mendalam atas peristiwa Bom Bali II. Ia ingin menunjukkan solidaritas dengan datang langsung ke Bali. [ Print | Email ]
Mobil Raikkonen Mogok Saat Latihan
AS Tawarkan 10 Juta Dolar bagi Penangkapan Dulmatin
Mata-mata Gedung Putih Curi Dokumen Wapres Cheney
Ferdinand Dikeluarkan dari Tim Inti Inggris
Polda Jatim Segera Sebar 10.000 Poster Tersangka Pelaku
|
|
Etnis Melayu Lebih Suka Merokok daripada Membaca Kuala Lumpur, 7 Oktober 2005 15:18 Mantan Pemred harian Utusan Malaysia menilai, etnis Melayu memprioritaskan merokok ketimbang baca surat kabar, meski cukai rokok meningkat. [ Print | Email ]
Warga Bengkalis Seberangi Pulau Cari Premium Pekanbaru, 7 Oktober 2005 14:20 Warga Bengkalis Riau terpaksa menyeberangi pulau untuk mendapatkan beberapa liter premium, karena stok di sana langka, harganya mencapai Rp7000 - Rp8.000 per liter. [ Print | Email ]
Saksi Bom Bali II Capai 115 Orang Kuta, 7 Oktober 2005 14:00 Saksi ledakan bom di Jimbaran dan Kuta, Bali yang diperiksa kepolisian terus bertambah hingga mencapai 115 orang. Namun polisi belum menemui titik terang terungkapnya kasus ini. [ Print | Email ]
Gus Dur Tolak Pengaktifan Kembali Komando Teritorial
Satu Jenazah Belum Dikenal Diduga Asal Australia
Pengacara Harini: Uang itu untuk Pak Bagir
Komisi Yudisial akan Periksa Bagir Manan
Imparsial Nilai BIN Gagal Bangun Sistem Deteksi Dini
|
|
 |
|
|