 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Ruang Baca Menolak Terkucil
Tak puas dengan hubungan sebatas penjual dan pembeli, para pegiat toko buku di Bandung kini menawarkan sajian lain. Toko Buku Kecil yang terletak di Jalan Kiai Gede Utama 8, Bandung, misalnya, menawarkan beragam kanal untuk memikat pengunjung. Di sana kini ada klab menulis, klab diskusi, klab nonton, dan klab hobi. Toko Buku Kecil, yang biasa disebut Tobucil, menggalakkan kegiatan-kegiatan itu dengan tujuan menggairahkan literasi lokal. "Intinya, mengajak orang gemar membaca," kata Tarlen Handayani, sang pemilik. Beragam kegiatan digelar untuk memikat pelanggan, yang tak melulu terkait dengan dunia buku. Toko Buku dan Rumah Baca Bumi Manusia di Kota Solo mensponsori kegiatan yang terkait dengan bidang sastra, seperti bedah buku dan pelatihan menulis bagi anggota komunitas. Pelanggannya kebanyakan mahasiswa dan puluhan pegiat seni yang mukim di Solo dan sekitarnya. Toko buku yang berdiri pada Agustus 2003 ini juga memiliki perpustakaan dengan koleksi buku bahasa Indonesia maupun Inggris. "Ada buku koleksi kami yang tak bisa dibeli, tapi cuma bisa dipinjam," tutur Nurul. Kebanyakan adalah buku kuno. Untuk memasok buku-buku lawas, Bumi Manusia menggandeng sejumlah kolektor buku kuno.
[Buku, Gatra, Nomor 47 Beredar Senin, 3 Oktober 2005] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Mentan: Laporan Korupsi Rp 733 M Supaya Ada Efek Jera Jakarta, 9 Oktober 2005 14:02 Menteri Pertanian Anton Aprijantono menegaskan bahwa pelaporan dugaan korupsi di Departemen Pertanian senilai Rp 733 miliar kepada Jampidsus Kejagung merupakan upaya efek jera bagi pelaku tindak korupsi. [ Print | Email ]
Sadar Dokumentasi Ratna
Sebagai pekerja seni Ratna Riantiarno, 53 tahun, baru menyadari pentingnya dokumentasi. Ia kini mulai rajin mengumpulkan koleksi foto Teater Koma, tempatnya berkreasi selama ini, yang berserakan tak menentu. Ia pun perlu menyelamatkan foto-foto lamanya yang mulai memudar. "Ini merupakan bagian dari peningkatan teknologi kerja," ujar istri Nano Riantiarno ini. Ratna juga tertarik kamera digital. Alasannya sederhana, kamera itu bisa tidak bunyi saat dijepretkan. [ Print | Email ]
Dewi & Jack Marpaung Hebat Dewi Ketimbang Jack Marpaung
Penyanyi Batak legendaris, Jack Marpaung, 57 tahun, kini punya penerus. Siapa lagi kalau bukan putri pertamanya, Novita Dewi Sri Rejeki, 26 tahun, atau akrab disapa Dewi Marpaung. "Bukan sekadar penerus. Tapi ia lebih hebat dari saya," kata pentolan Trio Lasidos ini. Jack tak berlebihan memuji putrinya. Dewi baru saja menggondol penghargaan tertinggi pada "Astana International Song Festival 2005", yang digelar di Kazakstan, 24-25 September lalu. [ Print | Email ]
Wajib Datang Neil Zaza
Habibie: Hubungan DPR-Pemerintah Masih Pincang
Tarif Angkutan Wisata Belum Bisa Naik
Real Sociedad Terlilit Hutang
Korban Bom Bali Bertambah
|
|
Jim Supangkat Posisi Terjepit Jim Supangkat
Kurator CP-Biennale Jim Supangkat memutuskan menutup perhelatan seni itu. Ia rupanya sangat terganggu oleh munculnya reaksi keras atas foto-foto "telanjang" Anjasmara dalam Pinkswing Park, salah satu karya yang dipamerkan. "Ini pukulan keras buat saya. Saya ada dalam posisi terjepit," ujarnya. Jim terpukul adanya pemberitaan yang terpiuh sehingga apresiasi seni berkembang menjadi persoalan agama, dan itu yang lalu memancing reaksi FPI. [ Print | Email ]
Anggun C. Sasmi Kangen Sate Padang Anggun
Bertambah lagi gelar Anggun Cipta Sasmi, 30 tahun. Setelah menjadi juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam program mikrokredit, penyanyi yang punya nama panggung Anggun itu bergelar duta besar. Bukan dalam urusan politik, melainkan untuk produk jam tangan merek Audemars Piguet. Di Jakarta, Anggun menyempatkan diri berkunjung ke rumah saudaranya. Selain itu, "Aku mau berburu sate padang," katanya, sambil memperlihatkan giginya yang putih. [ Print | Email ]
Kreator Takut Flu Burung Kreator
Pekan lalu, scene metal Jakarta dan Surabaya kedatangan Kreator, band legendaris beraliran trash metal asal Jerman. Aksi panggung mereka pun garang. Namun urusan flu burung, mereka sangat ketakutan. Saking khawatirnya, salah seorang panitia pun kena semprot omelan. Pasalnya, dalam makanan yang disajikan, terselip beberapa burger dengan daging ayam. "Untungnya, mereka bete nggak kelamaan," ujar promotornya lega. [ Print | Email ]
Satu WNI Masih Ditahan di North Carolina
Clijsters Gagal Rebut Posisi Nomor Satu Dunia
Gus Dur: Jangan Terpengaruh Australia
Bagir Mengaku Pernah Bertemu Harini
Ketua MA Siap Diperiksa KPK dan Komisi Yudisial
|
|
 |
|
|
|