 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Niat Jihad dengan Cara Jahat
Tiga bom kembali mengguncang Bali, korban tewas 23 orang. Termasuk tiga orang yang ditemukan hanya dalam bentuk kepalanya. Polisi menduga, ketiga kepala terpisah itu adalah milik pelaku pengeboman. Dari dua lokasi itu, tercatat 124 orang terluka. Mereka adalah 84 warga negara Indonesia, dari Australia 24 orang, Korea tujuh orang, Amerika empat orang, Jepang empat orang, dan Jerman satu orang. Sebanyak 32 orang dilaporkan hilang. Lalu, siapa pelaku pengeboman? Brigjen Polisi Aryanto Anang Budiarjo, juru bicara Mabes Polri, menyatakan bahwa sampai Jumat pekan lalu, polisi sudah memanggil 115 orang untuk dimintai keterangan. Namun pihaknya masih belum bisa mengumumkan secara rinci hasil penyidikan. Pihak aparat hanya menyebarkan foto tiga kepala yang terpisah dari badan yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri. Polisi juga belum bisa menyebut identitas kepala tersebut. Apakah pelakunya ada hubungan dengan Noordin Moh. Top dan Dr. Azahari, dua warga negara Malaysia yang diyakini menjadi otak pengeboman di Bali (12/10/2002), JW Marriott (5/8/2003), dan Kuningan (9/9/2004)? Pemerintah Australia langsung mengiyakan. Perdana Menteri John Howard malah langsung meminta agar Jamaah Islamiyah dibubarkan. Namun Kepala Kepolisian Daerah Bali, Inspektur Jenderal I Made Mangku Pastika, belum berani mengiyakan adanya keterkaitan bom itu dengan sebuah kelompok. Pastika hanya memberi komentar pendek. "Pelakunya adalah generasi baru," kata Pastika, tanpa memerinci siapa generasi baru yang dimaksud. Benarkah ada persaingan global dalam tragedi ini?
[Laporan Khusus, Gatra Nomor 48 Beredar Senin, 10 Oktober 2005] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Dikira Pemberontak, Tiga Prajurit Nepal Tewas Ditembak Polisi Kathmandu, 13 Oktober 2005 16:28 Tiga prajurit Nepal tewas dan tujuh lainnya cedera ditembak polisi setempat. Mereka dikira pemberontak Maois yang sedang berusaha menyerang sebuah penjara. [ Print | Email ]
Amien: Pemberantasan Korupsi Seperti Hit and Run Jakarta, 13 Oktober 2005 16:18 Amien Rais menilai, pemerintah tidak membuat pemetaan tentang kasus korupsi di Indonesia, sehingga pemberantasan korupsi layaknya hanya hit and run. [ Print | Email ]
Sri Edi: Probo Sudah Laporkan Semuanya ke KPK Jakarta, 13 Oktober 2005 15:12 Pengamat ekonomi dan teman dekat Probosutejo, Sri Edi Swasono, mengatakan bahwa Probo sudah melaporkan aliran penggunaan dana Rp 16 miliar berikut penerimaannya ke KPK. [ Print | Email ]
Pasien Diduga Flu Burung di RSUD Dr Soetomo Meninggal
Ronaldo Akhiri Paceklik Gol di Brazil
Meski Tembok Lapas Roboh, Tak Ada Napi yang Kabur
Presiden Tegaskan, Tak Ada yang Tak Tersentuh Hukum
Menlu: Kontak RI dengan Israel Masih Dimungkinkan
|
|
Kasus Korupsi KPU Amien Rais: Nazaruddin Sosok Berintegritas Jakarta, 13 Oktober 2005 14:30 Amien Rais, dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor menyatakan bahwa Ketua KPU Nazaruddin adalah sosok yang memiliki integritas, jauh dari rekayasa membuat korupsi. [ Print | Email ]
Seorang Pria Bersenjata Tembaki Murid SD di Cina Beijing, 13 Oktober 2005 14:20 Media pemerintah Cina, Kamis mengatakan, seorang pria, Liu Shibing (34), yang membawa lima pistol rakitan menembaki sebuah SD di Cina tengah. Akibatnya 16 anak cedera. [ Print | Email ]
Presiden Dukung Larangan Pejabat Terima Parsel Jakarta, 13 Oktober 2005 14:04 Presiden Yudhoyono mendukung sepenuhnya larangan pejabat dan PNS menerima parsel atau hadiah Lebaran, seperti yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). [ Print | Email ]
Amien Rais Bersaksi untuk Nazaruddin
Pengusaha Pariwisata Diminta Tak PHK Karyawan
Macedonia-Belanda Berakhir 'Kacamata'
Ekspedisi Muller LIPI Inventarisir Seribu Jenis Flora-Fauna
PBB: Bencana Alam akan Ciptakan 50 Juta Pengungsi Lingkungan
|
|
 |
|
|