 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Masjid Muhammad Cheng Ho Rumah Indah Persaudaraan
Dibangun untuk mengenang Laksamana Cheng Ho. Sekilas bangunan itu persis kelenteng, rumah ibadah umat Tri Dharma. Gedung didominasi warna merah, hijau, dan kuning. Ornamennya kental nuansa Tiongkok lama. Apalagi pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda. Ditambah relief naga dan patung singa dari lilin. Tapi, bila dilihat lebih dekat, akan terbaca lafaz ''Allah'' dalam huruf Arab di puncak pagoda. Lambang ini menunjukkan, bangunan itu bukan kelenteng, melainkan masjid. Apalagi di sisi kiri bangunan terdapat sebuah beduk, pelengkap bangunan masjid. Perpaduan arsitek gaya Tionghoa, Jawa, India, dan Timur Tengah. Arsitektur Masjid Cheng Ho diilhami Masjid Niu Jie (Ox Street) di Beijing. Gaya Niu Jie tampak pada bagian puncak, atau atap utama, dan mahkota masjid. Selebihnya, hasil perpaduan arsitektur Timur Tengah dan budaya lokal, Jawa. Arsiteknya Ir. Abdul Aziz dari Bojonegoro. Masjid Cheng Ho mulai dibangun pada 10 Maret 2002 dan rampung serta diresmikan pada 13 Okrtober 2002, menghabiskan Rp 700 juta. Ukurannya sekitar 200 meter persegi dan hanya mampu menampung 200 jamaah. Terbuka bagi siapa saja.
[Arsitektur, Gatra Edisi Khusus, Beredar Kamis, 27 Oktober 2005] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Titi Kamal Rajin Salat Titi Kamal
Buat Titi Kamal, 24 tahun, bulan puasa adalah momen penting, terutama dalam kaitan menjalankan ibadah salat. Ia jadi rajin menjalankan salat tarawih. "Tidak setiap hari, sih. Tapi, kalau dibandingkan dengan salat dengan bolongnya, ya, banyak salatnya, katanya. Salat tarawih tak hanya dilakukan di masjid di lingkungan tempat tinggalnya. Setelah ayahnya meninggal setahun lalu, saat di ujung Ramadan keluarga besar Titi berkumpul di rumah saudara ayahnya. [ Print | Email ]
Anton Medan Siap Makam Anton Medan
Anton Medan, 48 tahun, mendirikan masjid bernama Masjid Jami' Tan Hok Liang. Melalui masjid ini, Anton ingin menggabungkan budaya Cina dengan Islam. Desain masjid senilai Rp 1,6 milyar tersebut inspirasinya dari bangunan-bangunan Cina. Uniknya, di samping masjid itu terdapat sebuah makam yang dinaungi cungkup. "Ini makam saya. Saya khawatir besok mati nggak ada yang ngurus," ujarnya sambil tersenyum. [ Print | Email ]
Jeffry Al-Buchori Hitam-Putih Ustad Jeffry
Ustad Jeffry Al-Buchori alias Uje mengaku, dulu ia jadi "duta setan". Tapi kini "ustad gaul" itu mengajak anak muda ke jalan Ilahi. Segmen remaja dipilih karena Uje merasa baru melewati masa itu dan punya pengalaman seperti apa menjadi remaja. Ia juga berkaca pada konsep dakwah Rasulullah yang menjadikan pemuda sebagai sasaran, karena mereka bakal menjadi pemimpin di masa mendatang. "Pemuda itu pilar," ia menegaskan. Pertama kali ceramah diberi honor Rp 35.000. [ Print | Email ]
Gus Dur Bantah Akui akan Ada Kerusuhan Pada 13 November
54 Orang Ditangkap Terkait Pembakaran Kantor Polsek
TNI Kerahkan Pasukan ke Poso
Australia Peringatkan Serangan Terorisme di RI Akhir 2005
Maradona Dapat Latih Tim Tango
|
|
Dhini Aminarti Isi Bolong Dhini Aminarti
Dhini Aminarti, 22 tahun, belum sepenuhnya memiliki tiang agama. Salatnya masih belum sempurna alias sering bolong. Bulan Ramadan merupakan momen tepat untuk menutupi tiang-tiang yang bolong tadi. "Ibadah di bulan puasa harus lebih dari yang biasanya," katanya pesinetron ini. Sayangnya, Dhini merasa masih tidak bisa berbuat maksimal karena sering terjebak kesibukan. Apalagi, hampir setiap bulan puasa, jadwal syuting malah lebih padat dari hari-hari biasanya. [ Print | Email ]
Ratih Sanggarwati Berhenti Ngaji Ratih Sanggarwati
Ratih Sanggarwati, 43 tahun, mengaku terkejut mendapati kegiatan pengajian yang diikutinya berhenti selama Ramadan. "Saya baru tahu di Jakarta bahwa bulan puasa berhenti. Mungkin karena mereka ngaji di rumah masing-masing, ya?," kata Ratih Sang, panggilan akrab wanita kelahiran Ngawi, Jawa Timu ini. Sempat terlintas dalam pikiran None Jakarta 1983 ini untuk menghidupkan pengajian selama Ramadan. Tapi ia menghadapi sejumlah kendala. [ Print | Email ]
Sahrul Gunawan Sekolah Siap Kerja Sahrul Gunawan
Untuk ukuran selebriti, usaha yang ditempuh Sahrul Gunawan, 29 tahun, patut diacungi jempol. Ia mendirikan yayasan pendidikan bernama Al-Hikmah, dengan program studi SMU dan SMKK. Di yayasan yang baru berdiri satu tahun ajaran itu, Sahrul duduk sebagai ketua. Ia punya cita-cita, lulusan Al-Hikmah bisa langsung bekerja. Buat yang tak mampu, Sahrul pun memberi kebijakan tersendiri. "Sekitar 10% dari murid yang ada tidak dikenai biaya," ujarnya. [ Print | Email ]
Batavia Air Harus Diaudit Menyeluruh
Ratusan Kendaraan Dibakar
Sébastien Loeb akan Perkuat Kronos Racing
Spammer Hadapi Ancaman Hukuman Penjara Setengah Abad
Deplu Belum Dapat Konfirmasi dari AS
|
|
 |
|
|
|