spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Y(o)udoyo(u)(k)no(w)

Susilo Bambang Yudhoyono (Yahoo! News/REUTERS/Lee Jae-Won)BINGUNG? Sudah pasti. Siapa yang tidak bingung ketika mendengar bule Amerika bercerita bahwa ia ingin berjumpa Gas Dar setelah sebelumnya mengunjungi kota Bendang? Saat ditanya siapa yang dimaksud dengan Gas Dar, bule itu dengan penuh percaya diri menjelaskan bahwa Gas Dar adalah mantan Presiden Republik Indonesia. Oo, ternyata yang dimaksud adalah Gus Dur.

Memang, jika orang terbiasa dengan pengucapan dalam bahasa Inggris dan belum kenal pengucapan kata bahasa Indonesia, Gus akan diucapkan Gas. Lalu, kota Bendang yang dimaksud adalah Bandung. Memang kata ''dung'' dalam bahasa Inggris, yang artinya kotoran hewan, dilafalkan ''dang''.

Karena itu, jangan terlalu bingung jika ada orang asing melafalkan nama Presiden Yudhoyono dengan You do you know. Tapi si bule dapat bingung jika kita beritahu bahwa kediaman pribadi sang presiden dekat Salzburg, Florence, Monaco, Barcelona, Amsterdam, Den Haag, Raffles Hills, Acropolis, Spinx, Vancouver, San Francisco, Beverly Hills, Eldorado, Orlando, dan Georgia. Boleh jadi, ia akan bertanya-tanya: ''Kok, kaya amat presiden yang baru gencar kampanye antikorupsi ini?'' Ia akan tambah bingung jika alih-alih menjawab pertanyaan itu, kita memberitahu bahwa sang presiden pada akhir pekan tinggal berdekatan dengan Van Gogh, Vivaldi, Marcopolo, Cleopatra, Rembrandt, dan Galileo.

Sebagai orang Indonesia, apalagi jika tinggal di Jakarta atau Bogor, Anda tidak perlu ikut bingung. Nama-nama kota besar, bangunan-bangunan bersejarah, dan tokoh-tokoh dunia tersebut terdapat di Kota Wisata dan Legenda Wisata, kompleks perumahan indah dan mewah tidak jauh dari Puri Cikeas, kediaman pribadi Pak SBY, di sebelah selatan Cibubur, Jakarta Timur. Mereka digunakan untuk nama blok-blok rumah, nama jalan, tempat pemberhentian bus, taman, dan fasilitas umum.

Tidak percaya? Silakan lihat sendiri, apalagi jika Anda juga ingin berbelanja di Cibubur Junction atau latihan main golf di Cibubur Driving Range. Atau ingin sekalian makan di Warung Sate Cikeas Hot Plate, yang terletak di samping jalan masuk Puri Cikeas?

Berdirinya bangunan-bangunan dalam beragam arsitektur dan nama-nama yang serba luar negeri, barangkali Cibubur, Cikeas, dan desa-desa sekitarnya kini telah menjadi global village atau desa global. Luar biasa, begitu cepatnya berubah wajah desa-desa yang dulu penghasil buah rambutan, pisang, dan petai itu. Yang mencolok dipandang mata, bahkan menyilaukan, adalah berbagai macam spanduk dan umbul-umbul yang mencolok dengan tulisan dalam bahasa Inggris yang tampak seperti ingin berlomba merebut perhatian.

Indonenglish
Luar biasa kekuatan pengaruh budaya global yang dibawa para pemodal. Mereka masuk, merangsek, dan mendominasi lanskap desa-desa yang sekitar 20 tahun lalu masih tergolong tradisional. Berada di kawasan itu, orang bisa merasa bak di sebuah negeri antah-berantah. Yang juga luar biasa adalah keberanian para pemodal itu membangun berbagai fasilitas serba wah dengan nama-nama serba asing di kawasan yang sering dilalui, minimal sepekan dua kali, oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang namanya menyiratkan kekukuhan mempertahankan nilai-nilai tradisional (Jawa) dan nasional Indonesia.

Apa mereka tidak khawatir bila tiba-tiba Presiden SBY ingat dan membuka buku Pedoman Pengindonesiaan Kata dan Ungkapan Asing terbitan Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, edisi kedua, tahun 2003? Buku, yang pertama kali terbit Mei 1995 itu memuat kata dan ungkapan asing berikut padanan Indonesianya untuk delapan bidang usaha, yakni 1) bisnis dan keuangan, 2) pariwisata, 3) olahraga, 4) properti, 5) perhubungan, 6) industri, 7) kecantikan perlengkapan pribadi, dan 8) informasi dan elektronika.

Tahun 1995, di zaman Orde Baru, ada gerakan pengindonesiaan nama-nama bangunan megah seperti bank, hotel, dan pusat perbelanjaan. Memang ada kesan pengindonesiaan itu masih setengah-setengah. Misalnya, kata grand hanya diganti dengan gran (tanpa d), mall dengan mal, dan villa dengan vila. Kini tampak tidak ada pedoman apa pun untuk menggunakan nama-nama asing, seperti junction dan town square.

Tatkala sejumlah sesepuh pendiri republik ini sedang sibuk menyemaikan jati diri bangsa, dan kita baru saja memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-77, perlu kita memperhatikan munculnya bak jamur di musim penghujan kawasan-kawasan permukiman dan industri yang mempergunakan istilah atau kata-kata asing itu. Itu jika kita konsisten ingin memiliki integritas nasional sebagai bangsa.

Buku pedoman itu, antara lain, menyebutkan bahwa badan usaha atau bangunan yang menggunakan nama asing, nama lokal mesti disebut dulu, baru nama asingnya. Misalnya, Balai Sidang Jakarta, baru di bawahnya Jakarta Convention Center, atau Tepian Danau Bogor, di bawahnya Bogor Lakeside. Kini semuanya tampak ''semau gue'', amburadul, acak-acakan, campur aduk antara bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, dialek Jakarta, bahasa Inggris, dan bahasa asing lain. Misal, di dekat Cibubur Junction terdapat spanduk berbunyi ''Nyok kite bangun Jakarte...!'' Bahasa pergaulan resmi, dan lebih-lebih lagi yang tidak resmi, akhir-akhir ini dinamai Indonenglish (Indonesia campur aduk dengan bahasa Inggris).

Bisa dimaklumi bila penduduk negeri ini, terutama yang berpendidikan rendah, terbengong-bengong tidak mengerti bahasa para petinggi negeri yang banyak disiarkan media massa secara apa adanya atau tidak disunting. Banyak juga pedagang kecil yang ikut-ikutan. Misalnya, dulu ada tulisan di depan sebuah restoran kecil, entah keliru atau disengaja, yang berbunyi sedia ''satay prawan''. Mungkin maksudnya ''prawn satay'' alias sate udang, bukan sate prawan. Pak SBY, sebagai panutan, Anda harus membenahi lingkungan sekitar Anda. Itu cocok lho dengan nama Anda, menurut lidah bule: ''You do you know''.

Parni Hadi
Dirut RRI, anggota Badan Pertimbangan Pusat Bahasa
[Kolom, Gatra Nomor 1 Beredar Senin, 14 November 2005]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  tidak ada yang salah (charloq@ya..., 22/11/2005 06:08)
Pendapat saya, kita tidak perlu merubah bahasa asing tsb dan mengindonesiakannya. Sebaiknya, semua papan spanduk ataupun tempat,dll menyajikan nama2 tsb dlm Indonesia dan dalam English. Dalam era globalisasi ini kita juga harus meningkatkan kemampuan bahasa asing bagi generasi muda, tanpa menurunkan kemampuan berbahasa Indonesia yg baik dan benar.
 
 
spacer
  
  Ganti Indonesia menjadi Nusantara (pontas@er..., 21/11/2005 21:45)
Jika kita pelajari asal kata Indonesia sebenarnya tidaklah lebih daripada pemberian nama yg diberikan oleh orang asing. Sungguh tidak ada kata indon dalam bahasa nenek moyang kita. Sebenarnya kita ini punya nama yg telah lama dan lebih dulu dikenal diseluruh dunia yaitu Nusantara. Meskipun lingkupan Nusantara itu lebih luas daripada Indonesia sekarang ini. Nusantara hampir meliputi seluruh Asia Tenggara, tetapi saya rasa tidak apa kita pakai saja nama itu untuk Republik kita tercinta ini. Sehing... <295 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Indonesienglish...??? (abdullah7478@ya..., 21/11/2005 12:38)
Dengan segala hormat untuk para pendiri bangsa...Artikel yang ditulis sdr. parnihadi kali ini sangat tidak relevan dengan kondisi saat ini, dimana era globalisasi yang sedang berlangsung tidak dapat menghindarkan kondisi seperti yg ditulis sdr. parnihadi. Apakah kita harus menghentikan sebuah investasi dimana investor-nya memasang iklan dalam bahasa inggris? atau menghilangkan kurikulum bahasa inggris di sekolah/universitas sehingga para lulusan hanya akan mahir berbahasa indonesia dan membuang ... <390 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Bahasa Inggris Menjadi bahasa kedua (herrymu@ya..., 21/11/2005 11:22)
Mengenai kata-kata Inggris mulai digunakan atau diabadikan pada suatu tempat, pemerintah jangan melarang penggunaan kata-kata tersebut diatas, karena walau bagaimana pun pemerintah sendiri menggunakan bahasa Inggris dalam memulai kelulusan dari siswa SMP dan SMA, bahkan murid SD pun sudah dimulai diajarkan. Artinya bangsa Indonesia sudah akan go International, sehingga bahasa Inggris menjadi bahasa kedua setelah bahasa Indonesia.
 
 
spacer
  
  Himbauan yang baik (info@mi..., 21/11/2005 06:02)
Saya setuju dengan tulisan Bapak. Karena Bahasa mencerminkan bangsa. Kalau bahasanya tinggi dan banyak berarti kebudayaannya tinggi.Saya selalu berbahasa Indonesia atau sunda tinggi dgn anak2 dan suami walaupun suami saya orang Inggris. Kalau pulang ke Indonesia anak2 yang sdh mahasiswa suka senyum2 melihat tulisan2 tsb. Lebih2 suka bengong melihat ada anak remaja beli minuman alkohol biar 0.5% ditoko biasa.Karena mereka sendiri tdk minum(Muslim).Slm Poppy
 
 
spacer
  
  PERCAYA DIRI (AYPERMANA@YA..., 21/11/2005 04:17)
Betul itu, rasa nasionalisme harus di tingkatkan. Jangan cuma berpikir bahwa apa-apa yg dari luar negri itu lebih baik dari milik bangsa sendiri.
Kalau kita tidak percaya diri bagaimana orang lain akan memandang kita.
 
 
spacer
  
  Siapa suruh jadi rakyat (sundariwarso@ya..., 21/11/2005 04:07)
Bagi yang tidak mengerti peng-Inggeris-kan bahasa rakyat Indonesia sekarang ini, ingatlah " siapa suruh menjadi rakyat".
 
 
spacer
  
  Pak Parni yang sponsori ya? (panjigudang@ho..., 20/11/2005 14:07)
Memang memprihatinkan kondisi kebahasaan di negara kita. Saat ini kesadaran berbahasa memang tengah tersingkir dari penglihatan kita gara-gara kasus-kasus terorisme, kampanye korupsi, kenaikan harga dan lain-lain. Boro-boro memikirkan berbahasa yang baik, buat menyambung hidup susahnya sudah setengah mati.

Menurut saya, berbahasa yang baik sebenarnya harus dimulai dari kalangan yang punya akses informasi ke masyarakat dengan mudah: pers. Perhatikan bahasa Indonesia yang dipakai pembawa berita... <398 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  norak banget (Dmx_26@ho..., 20/11/2005 13:09)
norak banget sih artikelnya. Kampungan gitu. jayus abis. Gue aja yang baca malu.. Kalo mo bikin humor yang lucuan dikit gitu napa..
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 20 November 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdot12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer