spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
EKONOMI
spacer
 
Susi Pudjiastuti
Karena Amanah Bukan Serakah

Susi Pudjiastuti; Lobster; Salah Satu Komoditas Utama (GATRA/Tatan Agus RST.)LAUT kita kaya raya. Sungguh itu bukan isapan jempol belaka. Susi Pudjiastuti, juragan ikan asal Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sudah membuktikannya.

Saking kewalahan memenuhi pasar, Susi sampai-sampai perlu membeli dua pesawat Cessna Grand Caravan buatan Amerika Serikat. Pesawat yang mulai beroperasi Desember 2004 ini untuk membawa ikan, lobster, dan hasil laut lainnya langsung dari nelayan di kawasan selatan Pulau Jawa.

Menurut rencana, satu pesawat akan digunakan mengangkut hasil nelayan ke pabrik pemrosesan dan pengepakan di Pangandaran. Sedang satu lagi menerbangkannya ke Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Selanjutnya dikirim ke negara-negara tujuan seperi Asia, Eropa, dan Jepang serta Australia. "Sekarang ekspor hasil laut tidak lagi terkendala oleh lamanya waktu pengangkutan melalui kontainer," kata Susi.

Susi mengaku membeli pesawat untuk mengimbangi volume ekspor perusahaannya yang terus meningkat. Saat ini setiap bulan perusahaannya mampu menjual hasil laut ke beberapa negara di Asia, Eropa, dan Amerika, antara 50-60 ton. Bahkan sejak merebaknya isu daging sapi gila dan flu burung di dunia terutama di Asia, ekspor udang dan ikan naik sampai 80 ton per bulan.

Pengoperasian pesawat itu diharapkan meningkatkan omzet PT ASI Pudjiastuti dari US$ 2 juta menjadi US$5 juta pertahun. Menurut ibu tiga anak ini, kalau ikan dan udang segar sampai ke Jepang kurang dari 24 jam, maka perbedaan harganya bisa 50%. Misalnya, ikan laut yang biasanya US$ 3 per kilogram, kalau tiba kurang dari sehari semalam, harganya bisa menjadi US$ 8 per kilogram.

Tentu itu akan membuat Susi terus berkibar. Dalam lima tahun mendatang dia berencana membeli delapan buah lagi pesawat caravan. Lima pesawat rencananya akan dioperasikan di pulau Jawa, dua pesawat di Sumatera, tiga pesawat di Indonesia Bagian Timur. Bahkan Susi juga sudah berencana membeli kapal feri eks Belgia yang akan dijadikan pabrik terapung.

Pabrik tersebut dirancang mengolah hasil laut dari pulau sekitarnya dan langsung diekspor ke Darwin, Australia. "Kita dianugerahi hasil laut yang luar biasa, tinggal bagaimana kita mengelolanya," kata Susi.

Susi tak asal omong. Tiap hari, berton-ton hasil laut diolah di pabriknya. Sekitar 95% hasil produksinya diekspor ke Hong Kong, Jepang, dan beberapa negara Eropa. Komoditas utamanya lobster, udang, kakap, dan tuna.

Dia memang kenyang pengalaman. Sejak kecil dia memang tinggal di Pangandaran. Baru saat SMA dia bersekolah di Yogyakarta. Itu pun tak sampai tamat. Ia malah ingin mandiri. Berbekal uang Rp 750 hasil tabungannya, tahun 1983 Susi mulai berusaha menjadi pengepul ikan. "Mula-mula saya baru sanggup beli 1 kg, tapi makin hari makin bertambah," kata Susi. Perjalanan hidup kemudian mengantarnya ke Cirebon dan Sumatera.

Pengalaman bertahun-tahun menjadi pengepul ikan membuat Susi kesal dengan pabrik yang suka memainkan harga. Dia lalu bertekad mengekspor sendiri hasil lautnya. Tahun 1996 ia kemudian mendirikan PT ASI Pudjiastuti.

Diatas tanah dua hektar warisan orang tuanya, Susi membangun pabrik pengolahan ikan. Hasil produksinya disukai karena pabriknya ramah lingkungan. Dia sama sekali tak menggunakan bahan pengawet. "Dari segi rasa dan kesehatan hasilnya lebih oke," kata Susi.

Pabriknya juga menggunakan alat-alat yang ramah lingkungan. Untuk pendingin, misalnya, dia memilih menggunakan amoniak ketimbang freon yang bisa merusak ozon. Selain itu, pabriknya juga tak menghasilkan limbah. "Semua sampah disini bisa dimanfaatkan kembali. Kulit udang atau ikan bisa dijadikan pakan ternak," kata Susi.

Saat krisis ekonomi melanda, Susi malah makin berjaya. Maklum, hasil produknya dibayar dengan dolar. Maka dia bisa membangun pabrik kedua seharga Rp 35 milyar. Kapasitas pabrik ini setiap harinya bisa memproses dan menyimpan stok ikan maupun udang sampai 15 hingga 20 ton per hari. Teknologi yang digunakan semuanya termodern. Sehingga bisa disebut pabriknya ini merupakan perusahaan perikanan termodern di Indonesia.

Teknologi baru yang digunakan antara lain, tujuh myocon 700 Hp. Lalu, ice flate kapasitas 13 ton per hari, contact plate dari Denmark dengan kapasitas 450 kg per jam, blast freezer kapasitas 1.000 kg per tiga jam. Adventec tunbel untuk 500 kg per jam dari Swedia, water chiller, AC centralized seluruh ruangan anteroom, dan lainnya. Semuanya untuk memproses agar ikan, udang, dan lobster yang akan dikirim ke luar tetap segar. Selain itu, waktu proses pengolahan juga makin cepat.

Boleh jadi, kunci sukses yang dicapainya itu berkat kesadaran bahwa apa yang didapatnya itu adalah amanah. "Karena itu, meski ini bisnis, saya selalu berusaha tak pernah melupakan kepedulian sosial," katanya.

Susi tidak serakah meraup untung. Misalnya, ikan kakap. Ikan itu diambil dagingnya saja untuk dijadikan fillet. Kepalanya yang masih banyak daging itu dijualnya ke penduduk sekitar dengan harga hanya Rp 750 perkilo. Padahal, bisa saja kepala ikan itu dijual ke restoran di Jakarta dengan harga 10 kali lipat.

Susi mengaku tak keberatan membagi pengalamannya kepada nelayan lain. Namun dia mematok persyaratan ketat. "Saya hanya akan mengeksplorasi hasil laut yang berwawasan lingkungan," katanya. Bahkan kepada pemerintah daerah sekalipun. Dia, misalnya, sempat menjalin kerja sama dengan Pemerintah Maluku Tenggara Barat untuk mengembangkan hasil laut di sana. "Perairan Maluku itu luar biasa. Seperti kolam ikan saja," ceritanya.

Menurutnya, sudah saatnya pemerintah lebih serius menggarap kelautan. Misalnya dengan memberi bantuan pembelian kapal dan kelengkapan alat tangkap bagi para nelayan. Selain itu, pemerintah juga mesti membangun pelabuhan besar yang bisa menarik kapal agar bisa berlabuh. Dengan demikian akan memberikan kontribusi besar buat pembangunan daerah. Baik dari retribusi lelang ikan maupun banyaknya kapal yang masuk ke pelabuhan.

Laut kita memang bisa membuat orang kaya raya.

Taufik Abriansyah (Bandung)
[Entrepreneur Laut, Gatra Edisi Khusus Beredar Jumat, 30 Desember 2005]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  panjang umur dan sehat (robinugly@ho..., 23/01/2006 13:13)
saya mendoakan supaya sdri.susi tetap diberikan kesehatan yg prima dan panjang umur agar terus dapat melaksanakan amanah ini dan mudah2an bisa menularkan kepada orang2 disekitarnya. artinya yg ditularkan adalah amanah dan kerja kerasnya, bukan semata nilai uangnya.
 
 
spacer
  
  Salut untuk bu Susi (hartonord@ya..., 08/01/2006 06:43)
Salut untuk Ibu Susi atas usaha dan kerjakerasnya dalam mengelola industri perikanan. Tapi bu tolong ingatkan pemerintah, khususnya Departemen Perikanan dan Kelautan (DKP) agar lebih profesional dalam mengelola dan memfasilitasi industri perikanan kita. Bukan rahasia lagi bahwa salah satu simpul ketidakberesan pengelolaan justru dibawah departemen ini, salah satunya adalah yang terkait dengan sertifikasi kesehatan yang dikeluarkan laboratorium pengujian mutu. Banyak produk ekspor perikanan Indon... <701 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Kartini Era abad 21.... (djokomadurianto@ya..., 08/01/2006 06:39)
Hallo ibu-ibu, ini ada contoh seorang Kartini abad 21. Kepahlawanannya memang patut dicontoh.... Yang penting tidak rakus dan ramah lingkungan....
 
 
spacer
  
  Akhirnya berita positif dari Jawa (Iwanbogor@zo..., 08/01/2006 06:09)
Salut buat perempuan Indonesia asli yang satu ini, tidak hanya mengangkat derajat perempuan Indonesia yang banyak dikabarkan harga dirinya terinjak oleh kuam laki-laki dengan semakin banyak import masuknya aliran Islam di Indonesia yang bikin ruang gerak perempuan Indonesia kembali ke jaman primitif....

Saya harapkan akan tumbuh seribu perempuan Indonesia seperti yang satu ini bahkan mungkin jutaan, selama ruang geraknya tidak dibatasi dengan masalah agama.
Oh yach...di Prancis, Italy, Yunan... <488 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  It's the excellence business!!! (smustikos4@ya..., 08/01/2006 02:31)
Dear Mrs.S.Pudjiastuti

Congratulations!!!
Sekali lagi selamat atas usaha Ibu, semoga usaha yang telah Ibu lakukan sukses terus, terhindar dari kendala2 yang mengganggu perjalanan bisnis Ibu itu.

Usaha yang Ibu Susi lakukan ini, riil adanya artinya, memanfaatkan potensi natural resources kelalutan yang ada di Indonesia, menggunakan tehnologi yang pragmatis sesuai kebutuhan perusahaan, pemikiran2 yang pragmatis pula dalam mengatasi lamanya delivery order (pakai pesawat Cesna), mempunyai sen... <2435 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Salut pisan euy (yayan@as..., 08/01/2006 01:32)
Salut pisan euy. Kemandirian dan keuletan serta kecerdikan Bu Susi dalam membangun Perusahaannya menurut saya merupakan suatu Tauladan. Kalau boleh usul BAGI-BAGI donk pengalamannya ke kita-kita via email or lainnya.
Dewan Redaksi Yth. boleh saya minta email Bu Susi?
Terima kasih. Hatur Nuhun pisan.
 
 
spacer
  
  usul mbak susi (alexluvmarissa@ya..., 08/01/2006 00:41)
usul mbak susi,,, kan mau beli lagi 8 pesawat. gimana kalau yang 4 itu jangan beli dari amrik, pesen aja dari DI atau IPTN gituh. biar ikut membantu bangkitnya kembali industri dirgantara kita. Bravo mbak susi. we r damn proud of You.
 
 
spacer
  
  Berjayalah Srikandiku (sugito_sp@ya..., 08/01/2006 00:40)
Pujiastuti adalah sosok Srikandi pada era ini
Begitu gigihnya beliau ini sehingga bisa sukses hingga mampu menyumbangkan kemampuanya kepada bangsa ini.
 
 
spacer
  
  Nah ini baru Srikandi wiraswatsa Indonesia (rudy_tjah@ya..., 07/01/2006 14:58)
Wah ini baru salut, kalau ada 1000 orang Indonesia seperti mbak Pujiastuti ini saya yakin pengangguran banyak terkurangi, Devisa negara makin besar, n masih banyak hal2 lain yg bisa memajukan bangsa ini dari kerterpurukan.Beginilah caranya kalau ingin kaya,berwiraswastalah.Kekayaan diperoleh dgn halal.tidak diperoleh dgn cara2 yg kotor seperti korupsi.Korupsi itu jelas haram, karena menghisap darah n keringat orang lain yg pada gilirannya akan menjadikannya suatu musibah n penyakit yg mengerika... <203 huruf lagi>
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 07 January 2006 >>
SuMTW ThFSa
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer