 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Tong Sampah Laut Namanya
Pencemaran di daerah pesisir kian mengkhawatirkan. Laut masih dianggap tempat pembuangan sampah. Kisah ikan bergelimpangan di Teluk Jakarta itu kembali menunjukkan betapa pencemaran terhadap laut sudah sangat memprihatinkan. Bukan cuma karena cakupannya kian luas, melainkan juga lantaran tingkat pencemaran itu terus bertambah parah. Di daerah seperti Teluk Jakarta, pesisir Surabaya, dan pesisir Makassar, tingkat pencemarannya telah melewati ambang batas baku mutu. Malah, di Teluk Jakarta, menurut hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), biota lautnya sudah mengandung logam berat seperti Pb, Zn, Cd, dan Fe. Bisa dibayangkan bagaimana akibatnya bila manusia terus-menerus mengonsumsi hasil laut yang telah tercemar tadi. Menurut Agus Ajar, Koordinator Manajemen Pengolahan Pesisir DFW, tingkat pencemaran yang makin tinggi ini terjadi karena dua hal. Yakni, masyarakat masih memandang laut sebagai tempat pembuangan sampah. Kedua, tidak padunya kerja sama lintas sektoral dari aparat pemerintah. "Pengaruh (limbah) darat lebih besar datang dari limbah yang tidak bisa teruraikan," kata Bengen. Limbah anorganik ini sangat berbahaya bagi manusia. Ia dapat terserap lewat ikan atau kerang yang dikonsumsi manusia. "Dalam jangka panjang, dapat merusak kesehatan manusia," kata Prof. Dietriech Geoffrey Bengen, guru besar bidang kelautan Institut Pertanian Bogor.
[Problematika Lingkungan, Gatra Edisi Khusus Beredar Jumat, 30 Desember 2005] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Oka Sulaksana Papan Tua Oka
Sejak menjuarai lomba selancar angin Bali Open 1986, hampir 60 kejuaraan diikuti Oka Sulaksana, 34 tahun. Peringkat pertama ia rebut lebih dari separuhnya. Agustus lalu, ia menyabet medali emas dalam PON di Palembang. Siapa nyana, prestasi Oka berawal dari modal pas-pasan. Putra nelayan itu mulai menggeluti dunia selancar angin lewat papan selancar buatan sendiri, plus latihan dan perjuangan keras. Setelah itu, ia dapat papan selanjar pinjaman. [ Print | Email ]
Maudy Kusnaedy Takut Suntik Maudy
Pesinetron Maudy Kusnaedy mengaku tak akan mau dioperasi, meski ia menderita sinusitis. Alasannya, "takut disuntik dan dibedah." Selain itu, menurutnya, di zaman modern ini, ada alternatif penyembuhan lainnya tanpa harus melalui operasi. Maudy juga mengaku tak mau ambil pusing dengan sedot lemak, operasi mempercantik wajah, termasuk payudara, yang biasa dilakukan rekan-rekannya. Ia lebih memilih berolahraga, makan teratur dan sehat. [ Print | Email ]
Mat Solar Emosi Tukang Bubur Mat Solar
Air mata aktor komedi Mat Solar, yang memerankan tokoh Sulam, seorang tukang bubur yang berhasil menghajikan keluarganya, tak bisa dibendung lagi, saat menyaksikan cuplikan sinetron religi Maha Kasih. "Pas syuting, jujur, gua kagak nangis. Tapi nggak tahu kenapa tadi bisa nangis gitu," ujarnya saat menyaksikan adegan Sulam membagi-bagikan bubur kepada puluhan anak yatim di panti asuhan. [ Print | Email ]
Tiga WNI Tewas Ditembak di Perbatasan Timtim
Peterhansel Menangkan Tahapan Ketujuh Reli Dakar
KBRI Sudah Terima Penjelasan Pembatalan Kunjungan Rice
Kate Moss Bakal Hadapi Tuntutan Hukum
Keruskan Lingkungan, Penyebab Utama Banjir Jember
|
|
Yusuf Mansur Buah Kebaikan Ustad Yusuf
Ustad Yusuf Mansur, 31 tahun, yang memerankan dirinya dalam sinetron Maha Kasih yang tayang di RCTI, membuat sinetron bernuansa religi ini untuk melengkapi sinetron-sinetron sejenis yang sudah ada, termasuk sinetron mistik. "Saya tidak anti-sinetron mistik, tapi justru ingin melengkapi sinetron religi ini," kata pengasuh Wisata Hati ini berdiplomasi. Menurutnya, inti dari sinetron ini adalah kebaikan yang berbuah kebaikan. [ Print | Email ]
Intan Nuraini Tandem Ulang Intan
Wajah aktris sinetron Intan Nuraini, 20 tahun, kontan memerah saat ia disindir akan kembali berpasangan dengan mantan pacarnya, Sahrul Gunawan, dalam sinetron religi Maha Kasih. "Lagi-lagi sama Aa. Padahal, mereka sebenarnya tahu bahwa kami sudah putus," kata pemeran sinetron Bukan Cinderella ini sambil tersenyum. Selain harus tandem ulang dengan mantan pacar, Intan juga dituntut profesional melakoni sosok gadis berjilbab. [ Print | Email ]
Michael S. Jukire Ody Dive Mike
Keindahan laut membuat Michael "Mike" S. Jukire merelakan profesi pengacaranya. Sarjana hukum lulusan Universitas Trisakti, Jakarta, itu memilih mengelola Ody Dive Center, pusat olahraga selam di Menteng, Jakarta. Selain menyewakan alat-alat menyelam, mereka juga memberi pelatihan. Mike tak hanya menjadikan Odi Dive sebagai ajang hiburan dan petualangan, melainkan juga pemeliharaan lingkungan. Seperti membudidayakan penyu dan kuda laut. [ Print | Email ]
Puluhan Ribu Warga Jatim Terancam Longsor
Menlu Rice Batalkan Kunjungan ke Indonesia
Dua Balita Korban Pembakaran Masih Kritis
AS Kalahkan Belanda di Final Piala Hopman
Tony Leung Divonis Hukuman Percobaan
|
|
 |
|
|
|