|
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Testimoni Penuh Cacat
Film Memoirs of Geisha, yang diangkat dari novel laris Arthur Golden, menjadi best-seller di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Golden menulis tentang seorang gadis yang mencoba memahami arti menjadi geisha dan posisinya di antara kawan, lawan, dan lelaki. Karakter utamanya adalah gadis kecil Chiyo yang dijual sebagai babu di salah satu rumah geisha di Gion District, Kyoto. Chiyo yang digambarkan sebagai gadis manis bermata indah itu kemudian dilatih menjadi geisha. Jalan Chiyo menjadi geisha tidak mulus karena kedengkian geisha senior, Hatsumomo. Tawar-menawar antara ''pemilik'' dan ''pelatih'' dalam buku Memoirs of Geisha juga menggambarkan bahwa geisha adalah ''industri'' yang menguntungkan. Ketika menulis Memoirs, Arthur Golden berusaha menyingkirkan egonya sebagai pria kulit putih. Memoirs pun berhasil menjadi karya testimonial dari sudut pandang seorang geisha yang mencoba memahami dunianya. Maka, ketika Dreamworks berencana mengangkat kisah itu ke layar lebar, banyak pembuat film antre untuk menjadi bagian dari proyek ini. Sayang, meski berusaha agar tidak menyinggung penonton Jepang, Memoirs tidak luput dari kecaman pemirsa Jepang dan mereka yang paham tradisi. Keindahan visual Memoirs tidak bisa menutupi sejumlah cacat yang sangat mengganggu sepanjang dua jam lebih film ini.
[Film, Gatra Nomor 9 Beredar Senin, 9 Januari 2006] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Lilis Karlina Teman Curhat Lilis Karlina
Selama beberapa tahun mengurus sendiri kedua putranya, Lilis Karlina, 31 tahun, punya sejumlah pengalaman unik. "Aku belajar menyiapkan segala keperluan mereka sendiri, termasuk memasak makanan," kata pelantun lagu "Goyang Karawang" ini. Karena kebiasaan itu, Lilis makin akrab dengan Coky dan Dharma Wijaya, dua putranya dari pernikahan pertamanya. Termasuk curhat urusan asmara Coky, yang baru duduk di kelas II SMP. [ Print | Email ]
Ayu Ratna Kerja Borongan Ayu
Setelah gagal di 60 besar kontes Indonesian Idol 2, Ayu Ratna, 20 tahun, mengikuti saran Indra Lesmana ikut audisi film Garasi. Ia dapat pekerjaan borongan, termasuk menggarap soundtrack film yang judulnya sama dengan nama grup band Ayu. "Itulah yang menakjubkan," ujar Ayu, yang berperan sebagai Gaia, vokalis band rock. Di film itu, Ayu harus menjalani adegan ciuman dengan lawan mainnya. Berhasilkah? [ Print | Email ]
Adhit Element Adhit Element Ketagihan Bau Kecut
Irwan Adhitya Pratama alias Adhit, gitaris band Element, punya ritual khusus saat kangen anak: menghirup aroma kaus kaki Akira Adhitya Pandya, 2 tahun. "Itu bisa membuat gue tenang," katanya. Semakin kecut, makin dekat rasanya. Kebiasaan itu dimulai Adhit sejak sepekan kelahiran Akira. Inspirasinya datang dari Indra Q., pemain keyboard BIP, yang juga suka bawa perabotan anaknya saat mixing di studio. [ Print | Email ]
Polisi Jerman Diperintahkan Berpenampilan Rapih
RI Kembali Tempatkan Dubesnya di Swedia
Pemerintah Hanya Akui Data dari Bupati
Proses Hukum Jadi Perhatian Berikut AS
BAP 4 Tersangka Selesai Bulan Ini
|
|
Soeharto 32 Sapi Kurban Soeharto
Mantan Presiden ke-2 RI HM Soeharto membagi 32 sapi kurban pada panitia Masjid At-Tin, Jakarta, Selasa (10/1), sama dengan angka tahun lamanya Soeharto menjadi presiden (1966-1998). Ke-32 sapi itu didatangkan dari peternakan Tapos, Bogor. Namun pengurus Masjid At-Tin, Ade Nugraha, mengatakan bahwa jumlah sapi yang dikurbankan kebetulan sama dengan masa pemerintahan Soeharto, tanpa ada unsur kesengajaan. [ Print | Email ]
David Lee Roth Gaya Santun David Lee Roth
Mantan vokalis Van Halen, David Lee Roth, 51 tahun, jadi penyiar di WFNY, New York, menggantikan penyiar legendaris Howard Stern. Beda dengan Stern, yang banyak mengisi siaran dengan obrolan seputar seks, Roth justru sebaliknya. Ia menyapa pendengar yang menelepon dengan penuh sopan santun. Ketika ada penelepon yang mengaku terangsang mendengar suaranya, Roth malah memotong percakapan tadi dengan iklan. [ Print | Email ]
Paradorn Scrichaphan Kehidupan Kuil Paradorn
Saat sebagian besar petenis top dunia menghabiskan waktu libur dengan bermain ski di Eropa, atau mandi matahari di Florida, petenis putra Thailand Paradorn Srichaphan, 26 tahun, lebih memilih menjalani kehidupan sebagai biksu. Sebagai biksu, Paradorn makan dua kali sehari dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermeditasi. Ia pun menjadi pribadi yang lebih tenang, dan mengajarinya untuk mengontrol emosi di lapangan. [ Print | Email ]
Depkes Rekomendasikan Pengawet Makanan Yang Sehat
Larry Brown Cetak Kemenangan ke-1000
Arsenal Kontrak Striker Bermasalah
Warga Eks Timtim Serbu Kantor Gubernur NTT
DPR Beri Target Tiga Bulan Bagi Aparat
|
|
 |
|
|
|