spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
JAWA
spacer
 
Apel Impor Ancam Pemasaran Apel Malang

Surabaya, 31 Januari 2006 10:26
Kalangan petani apel di Batu, Jawa Timur mencemaskan kian banyaknya apel impor yang memasuki pasaran lokal karena kondisi ini bisa mematikan pendapatan dan pengembangan tanaman apel di daerah tersebut.

Buah apel impor itu berasal dari Selandia Baru, Australia dan Amerika Serikat saat ini semakin banyak memasuki pasar lokal dan digemari konsumen karena rasa dan kualitas buahnya lebih baik dari apel lokal, kondisi ini menjadi ancaman pemasaran apel lokal, kata para petani dan pedagang apel di Batu, Selasa (31/1).

Belum diketahui data pasti jumlah apel impor yang masuk ke pasaran lokal Jatim, namun saat ini buah tersebut telah banyak diperdagangan di pusat perbelanjaan dan pasar tradisional.

Apel yang dikembangkan petani di sejumlah Desa Kecamatan Bumiaji Batu saat ini sekitar 2,2 juta pohon, mayoritas dikelola petani pada lahan 0,25 hektare dengan produksi apel dua hingga tiga ton setiap panen.

Lahan apel tersebut berada 600 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi banyak gunung, antara lain Gunung Panderman, Gunung Banyak dan Gunung Welirang.

Tanaman apel dikembangkan sejak puluhan tahun silam secara turun temurun di saat produk apel impor masih langka ditemukan di pasar lokal Indonesia.

"Kami khawatir produk apel impor yang makin banyak ditemukan di pasar akan mengancam pemasaran apel lokal," kata Sardjiman, seorang petani Apel.

Ada empat varietas apel yang dikembangkan petani yakni manalagi, romebeauty, anna, dan wangling, para petani menilai pemasaran apel saat ini lesu karena berbagai sebab.

Mereka memprediksikan sejak empat tahun terakhir produksi apel turun hingga 2,5 persen, apel Batu harus bersaing dengan apel- apel impor dari Amerika, Australia, dan Selandia Baru yang ramai membanjiri pasar.

Harga apel lokal dijual petani hanya sekitar Rp4.000,- hingga Rp5.000,- per Kg tergantung besar dan kecil buah apel yang mereka jual.

Meskipun demikian buah apel asal Batu masih banyak dipasarkan keluar Jatim seperti ke Jateng, Jabar bahkan Sumatera.

Apel batu saat ini juga banyak dipasarkan dalam bentuk minuman siap saji, dikemas dalam kemasan gelas plastik.

Selain buah apel, Batu juga banyak menghasilkan berbagai jenis buah lain, seperti jeruk, avokad, nangka, dan pisang.

Di Kecamatan Bumiaji yang produktif menghasilkan bermacam-macam buah-buahan, juga menjadi sentra produksi jeruk keprok batu, jeruk keprok punten, dan jeruk manis.

Di samping pendistribusian dalam bentuk buah , beberapa produksi buah-buahan di Batu juga sudah diolah. Apel, misalnya, sudah berupa sirup, keripik, selai, sari apel. Begitu pula nangka dan kentang diolah menjadi keripik.

Meskipun demikian, industri olahan di Kota Batu masih terbilang sedikit dan belum mampu mengelola seluruh hasil panen petani, jumlah perusahaan hanya sekitar 30 perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian.

Puluhan perusahaan termasuk industri rumahan yang beroperasi mengolah berbagai komoditas, mulai dari produk pertanian hingga industri pengawetan, pengemasan, dan pengalengan makanan. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 31 January 2006 >>
SuMTW ThFSa
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer