 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
PKS Minta Polisi Tindak Penyebar Atribut Komunis
Jakarta, 19 April 2006 10:14 Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring meminta aparat kepolisian untuk menyelidiki dan mengambil tindakan tegs terhadap oknum-oknum yang berupaya memprovokasi dengan menyebarkan atribut palu arit sebagai simbol ajaran komunis.
"Polisi harus menyelidiki kasus di Bogor itu dan menindak tegas pelaku penyebaran atribut komunis tersebut," kata Tifatul di Jakarta, Rabu, yang dimintai komentarnya terkait penemuan atribut palu arit, Senin malam (17/4), di sebuah jalan di depan Istana Bogor.
Menurut dia, aksi yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab itu kemungkinan merupakan bentuk kekecewaan penganut paham ideologi komunis akibat pertemuan yang mereka lakukan di Blitar, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, dibubarkan oleh masyarakat dan aparat kepolisian.
Untuk mencegah berkembangnya kembali ajaran komunis di Indonesia, katanya, pemerintah dan masyarakat perlu membentengi diri dari berbagai sisi.
"Misalnya dari segi pendidikan, perlu ditanamkan kepada para siswa bahwa ajaran komunis sangat berbahaya," katanya.
Bangsa Indonesia, lanjutnya, punya pengalaman buruk pada tahun 1948 dan 1965 terkait dengan apa yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).
Karena itu, ia mengusulkan adanya aturan yang lebih mendasar mengenai larangan berkembangnya ajaran komunis di Indonesia.
"TAP MPRS No.XXV/1966 tentang pembubaran PKI dan larangan mengembangkan ajaran komunis sudah banyak mendapat kritikan. Alangkah baiknya jika aturan itu dibuat dalam bentuk perundangan yang lebih tinggi, kalau perlu dimasukkan dalam UUD," katanya.
Tifatul menambahkan, salah satu dampak negatif dari era globalisasi adalah masuknya berbagai macam paham dan ideologi termasuk juga soal pornografi dan pornoaksi, sehingga perlu ada aturan hukum untuk membentengi masyarakat dari pengaruh buruk paham tersebut.
Mengenai perkembangan ajaran komunis, Tifatul mengatakan, pada saat ini ajaran tersebut nampaknya hanya tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat miskin berpendapatan rendah yang mudah terprovokasi, sedangkan di kalangan intelektual ajaran tersebut kurang berkembang.
"Apalagi di Indonesia, ajaran komunis terkendala dengan adanya pengalaman negatif oleh PKI pada tahun 1965 yang sangat membekas," katanya.
Di dunia Internasional pun, setelah Uni Soviet runtuh, praktis perkembangan ajaran komunis tidak berkembang. Bahkan Cina meskipun menganut sistem sosial komunis tetapi sistem ekonominya adalah kapitalis. "Demikian pula Vietnam, lebih dominan sistem kapitalisnya," katanya.
Namun demikian, Tifatul mengingatkan agar ajaran berkembangnya komunis tetap diwaspadai karena ajaran itu bisa masuk melalui masyarakat bawah seperti buruh karena bukan tidak mungkin penganut ideologi komunis berupaya "menunggangi" aksi unjukrasa yang dilakukan para buruh. [EL, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
Demokrasi Bobrok lebih buruk dari Komunisme (gundam_rt@ya..., 23/04/2006 01:20) memang benar bahwa Komunis kadang (baca=kadang2) melakukan tindakan anarkis. Tapiiiiiiii.....ada kalanya ajarang Komunisme itu baik, seperti juga Demokrasi, tidak semua demokrasi itu baik. Buktinya, Indonesia, yang menganut demokrasi saja tidak becus mengurus rakyatnya. Coba lihat Cina, Vietnam mereka lebih maju dibanding indonesia dan merekapun tidak lagi melakukan kekejaman yang nyata.sedangkan Indonesia, tentara saja menganiaya seorang warga sipil (baca Harian Pikiran rakyat 22 April 2006). s... <274 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
LUCU JUGA YA! (bierofjakarta@ya..., 21/04/2006 19:45) Seingat gue, Komunis di Indonesia kan sudah di babat habis, nggak sempat berkuasa, apalagi menguasai pemerintahan.
Yang terjadi adalah KO(rupsi) dan MU(lut) (ma)NIS dari pejabat yang selalu berkata: demi kepentingan rakyat.
Kenyataannya sekarang ini Indonesia bangkrut, pinjam uang sana-sini (yang belum tentu) untuk rakyat, pengangguran semakin banyak, balita kurang gizi, banyak yang putus sekolah!
Jadi, yang dimaksudkan PKS adalah KOMUNIS yang mana dulu nih! | |
 |
| | |
| |
Jangan memasung kebebasan menyatakan pendapat (Ludz_5@ya..., 21/04/2006 15:15) Saya berpikir bahwa PKS itu ngawur, apa hak dan wewenangnya melarang berkembangnya sebuah ide/paham? Lebih baik urusi partainya sendiri, berikan pendidikan kepada pengikutnya, bukan menghakimi kelompok politik lain, apalagi menyatakan "berbahaya". Mengapa setiap hal yang berlainan dengan ide kita, harus kita halangi? Demokrasi macam apa itu? Jangan kita terus terkungkung dalam tempurung masa lalu! | |
 |
| | |
| |
selain PKI juga ada,dimana-mana. (bobox_xl@ya..., 21/04/2006 01:23) Menurut sejarah yang saya pelajari sejak SMP. Banyak pemberontakan-pemberontakan di indonesia salah satunya ya PKI ,selain PKI juga masih ada sekarang bisa dilihat ( hanya orang yang peka aja ) orang-orang seperti bergerilya secara pelan tapi pasti untuk mewujudkan cita-cita pemberontakkannya pada jaman dulu,sekarang sudah merambah digedung senayan dan mulai kedaerah-daerah.insting saya mengatakan bahwa nanti akan ada ide untuk membuat negara ini satu paham dan hukumnya juga satu paham tapi ini ... <375 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
introspeksi diri aja lah... (tumo250478@ya..., 20/04/2006 22:09) Lebih baik introspeksi diri lah....apakah negara kita yang ngaku2nya nasionalis & agamis sudah bisa dikatakan negara yang maju? Kita harus ingat apa yang pernah Amerika lakukan terhadap negara2 komunis mungkin akan diterapkan terhadap negara2 Islam. Rusia dan China (komunis) adalah dua negara yg tdk setuju dgn agresi Amerika & Eropa untuk menyerang Iran (Islam). | |
 |
| | |
| |
PKI masih misteri (maumi_takimai@ya..., 20/04/2006 21:18) kasus 1965 merupakan kasu yang belum terungkap siapa pelaku G30 SPKI apakah suharto atau Moh. aidit dan teman temannya yang lari ke cina, sewaktu itu petani hanya di jadikan alat kekuasan dari orang yang memegang kekuasaa sewaktu itu, suharto sebagai letjen operasi banyak masyarakat yang di bunu dari kudeta ingin mendirikan negara KOmunis Jika komunis berkembang apa yang di lakukan dalam buku yang di terbitkan Ribka tijibtaniungsi "aku bangga jadi anak pekai itu masih misteri siapa pelaku seben... <254 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
PKS partai penjaga moral (komentarsaya@ya..., 20/04/2006 02:00) Sekali lagi PKS membuktikan sebagai partai spesialis masalah moral. mulai dari Perda Pelacuran di Tangerang, RUU APP, dan sekarang pencegahan komunis. Masalah korupsi dan lain-lain biar partai-partai lain yang ngurusin, itu cuman prioritas yg kesekian. Karena moral pemersatu bangsa dan penentu keberhasilan bangsa. Hidup PKS!!! | |
 |
| | |
| |
JANGAN EMOSIONAL! (yogosgold@ya..., 20/04/2006 01:10) Menanggapi adanya simbol komunis di Indonesia seharusnya PKS tidak terlalu emosional dan arogan yang berlebihan, memang komunis sangat tidak cocok dengan orang Indonesia, akan tetapi semua itu hanyalah sebagai cermin dan untuk koreksi diri bangsa ini. Dengan adanya kejadian tersebut sebagai refleksi dan koreksi diri bahwa para wakil partai yang ada di Indonesia sekarang ini tidak bisa mewakili dan melindungi Rakyat kecil. Mereka hanya dijadikan komoditas dan tidak pernah diberikan hak yang layak... <781 huruf lagi> | |
 |