 |
|
 |
|
APA & SIAPA |
 |
| |
Anggun C Sasmi Pesan Anggun untuk Negeri
ANGGUN Cipta Sasmi, 32 tahun, usai menyanyikan lagu pembuka Ku Ingin Kembali di "Konser untuk Negeri", konser besar perdananya di Indonesia, mengaku grogi, sekaligus haru. Maklum, bisa konser tunggal di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, ibarat prestasi tersendiri bagi musisi Indonesia. Alhasil, putri seniman Darto Singo ini tampil memesona didukung band yang sengaja ia boyong dari Prancis, tempat Anggun kini bermukim, ditambah dengan orkestra arahan Andi Ayunir dari Yogyakarta. "Aneh rasanya tampil di sini. Saya nervous," ungkap Anggun kepada penonton usai lagu pembukaan.
Di pertengahan konser, Anggun menunjukkan kemahirannya memainkan jarinya di atas tuts piano, saat melantunkan lagu Evil and Angel dari album Luminescence. Masih di lagu yang sama, istri Louis Olivier Maury ini mengajak teman-teman bandnya dari Prancis untuk turut menyanyi, dengan lirik berbahasa Indonesia. "Disemangatin ya. Mereka kan orang Prancis. Jadi... maklumin Bahasa Indonesianya agak gimana..." ujarnya, mewanti-wanti penonton agar tidak mentertawakan para kolega Prancisnya itu.
Sebelum lagu In Your Mind, Anggun sempat "curhat". Ia bercerita pendek soal kisah perempuan teraniaya di negara-negara yang membatasi ruang gerak bagi kaum perempuan, yang menginspirasi lagu ini. Walau tidak secara frontal, namun ia menyinggung sedikit soal kisruh perdebatan Rancangan Undang-undang Anti-Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) di Indonesia. "Saya lahir di negara Islam. Saya Islam. Tapi saya sangat prihatin kalau negara saya jadi terbelakang seperti itu. Karena Islam itu mengenal yang namanya toleransi," katanya, seolah menyesalkan. Anggun menilai, Indonesia adalah negara yang sudah maju. Tapi malah cenderung menilai moral seseorang dari pakaian. "Saya tidak mendukung negara yang bikin generasi mudanya frustrasi," ujar Anggun.
Tampil serba-seksi dengan empat setelan -dua di antaranya gaun- karya dua perancang Indonesia, Priyo Oktaviano dan Eddy Bettie, Anggun tetap konsisten melantunkan 22 lagu yang melambungkan namanya sejak era 1980-an hingga kini. Jay Subiyakto, sengaja menyimpan rancangan khususnya untuk tata-panggung, visual dan cahaya bagi Anggun. Meski terkesan irit, namun Jay berhasil memboroskan pembagian visual dan lighting pada klimaksnya konser ini, yakni di tiga lagu penutup. Salah satunya, Tua-tua Keladi, yang membuat penonton terhentak dan turut bernyanyi bersama, seakan-akan bereuni dengan lagu yang mempopulerkan nama perempuan ini.
Pada penutup konser, saat Anggun membawakan sebuah lagu balada, muncul Jay membawa bendera merah putih, yang kemudian dililitkan ke tubuh Anggun. Anggun mengaku jadi teringat kata-kata musisi Gombloh: "Indonesia, merah darahku! Putih tulangku!" Nasionalisme Anggun selaku orang Indonesia pun tampak bangkit. Ia ingin menunjukkan bahwa bagaimanapun ia tetap orang Indonesia, meski lama bermukim di negeri orang. "Sayang banget bendera negara-negara lain. Kenapa warnanya nggak merah dan nggak putih aja. Memang benar kata Pak Gombloh. Buat aku, dua warna itu yang dominan di setiap ras manusia. Merah-putih, warna yang sangat mendalam," pungkasnya. [EL]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
Mestinya seperti ikan di air yang asin. (sakuraliebe@ya..., 31/05/2006 18:53) Hai Anggun aku adalah penggemarmu sejak kamu di Indonesia! dan bangga dengan prestasimu karena mengharumkan nama bangsamu. Seperti sewaktu aku tinggal diEropapun sewaktu orang menanyakanku darimana aku berasal seketika namamu muncul ( terutama di Itali ).Aku akan lebih bangga lagi kalau kau layaknya ikan dilautan, walaupun tinggal di air yang asin dia tidak berubah rasa menjadi asin!Sekarang kau sempatkan kembali ke negrimu tapi aku melihatmu seperti sudah menjadi asin, kau sudah seperti orang b... <446 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Salut deh buat Anggun (sisiliasesy@ya..., 30/05/2006 03:25) saya salut deh buat mbak Anggun yang udah sukses memenuhi "hasratnya" untuk konser di Indonesia. kebetulan saya suka banget lagu In Your Mind itu. kostumnya keren banget, seksi tapi gak murahan. (lagi pula gak semua yang berbaju minim itu murahan dan yang berpakaian rapat dari ujung kaki sampai ujung kepala itu "mahal" kan) menurut aku itu artistik....... | |
 |
| | |
| |
BRAVO ANGGUN......! (anak@ho..., 30/05/2006 03:06) Anggun.....saya kagum dengan karya-karya Mu. Teruslah Berkarya.......Banyak Fans yang menunggu karya-karya Mu ya terbaru dan yang lebih DAHSYAT dari karya yang sudah kamu buat.BRAVO ANGGUN! | |
 |
| | |
| |
Nggak bisa semau gue aja! (swari13@ya..., 29/05/2006 13:08) Mb Anggun sebenarnya nggak hanya umat Islam saja yang anti terhadap pornografi. Memang benar! kita tak bisa menilai seseorang hanya dari segi penampilannya secara fisik tetapi sebagai manusia kita juga punya etika, adat istiadat dan Agama yang mengatur tata cara hidup manusia yang baik dan benar! jika dengan berbusana minim menurut sebagian kita itu dianggap biasa dan tak mempermalukan diri, ya silakan saja memakainya! Islam adalah agama yang menyukai keindahan tetapi bukan keindahan yang murah ... <390 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Hasil Dari Luar Negeri (orangdayacomputers@ya..., 28/05/2006 22:49) Nah ini dia hasil Anggung dari luar negeri, pake celana pendek ketat " di atas umur 15th kalau masih pakai celana pendek, seperti anak kecil yang kehilangan arah dalam hidupnya"
kawin sama orang western juga ok tapi seharusnya budaya kita yang di bawa dan di terapkan, bukannya budaya orang barat yang bernilai (-) dalam tata krama dan susila dalam hidup. | |
 |