 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Muktamar IX Wanita Islam Jalankan Syariat Islam, Tak Perlu Melebihkan
Jakarta, 5 Juli 2006 12:06 Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta umat Islam untuk menjalankan syariat Islam sesuai dengan hak-haknya, tanpa perlu melebihkan atau mengurangi.
"Kita tidak perlu melebihkan dan mengurangi syariat Islam. Kita jalankan sesuai hak-hak kita," kata Wapres Jusuf Kalla ketika membuka Muktamar IX Wanita Islam dan Seminar Nasional di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Rabu.
Wapres yang didampingi Ibu Mufidah Jusuf Jusuf Kalla dan Menag Maftuh Basyuni itu menegaskan bahwa dalam menjalankan syariat Islam tidak perlu minta bantuan polisi atau hansip karena hal itu justru mereduksi umat Islam sendiri.
"Kita kan sudah menjalankan syariat Islam sejak lahir dengan benar. Tunjukkan pada saya syariat Islam apa yang tidak bisa ditegakkan di Indonesia," katanya.
Inti dari syariat Islam, katanya, adalah akidah, ibadah dan muamalah.
"Tidak ada satu pun di antara kita yang tidak bisa jalankan syariah Islam di Indonesia dengan baik," katanya.
Karenanya, Wapres mengaku kecewa jika ada daearah yang ingin melaksanakan syariat Islam dengan peraturan daerah.
Menurut Wapres, umat Islam menjalankan ibadah agama karena Allah berdasarkan Kitabullah.
"Kalau kita disuruh sholat dan puasa karena perintah bupati, lalu tidak bayar zakat masuk penjara, bagaimana itu?," katanya.
Meski demikian, Wapres sangat menyambut baik reaksi DPR RI yang sudah setuju bahwa masalah perda soal syariat Islam itu tidak perlu dipersoalkan, karena hal itu adalah hak-hak daerah selama tidak bertentangan dengan UU dan konstitusi.
Ia menambahkan, semua umat beragama di Indonesia bebas menjalankan aturan hukum (syariah) agama masing-masing sesuai haknya.
"Di Indonesia, umat Kristen, Katolik, Hindu dan Budha juga menjalankan syariat agamanya masing-masing tanpa dikurangi hak-haknya," katanya.
Tak perlu diributkan
Sementara itu, Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, sepanjang tidak bertentangan dengan UU maka perda-perda yang terkait syariat Islam itu tidak perlu diributkan.
"UU kita kan tidak ada yang murni dari kita. KUHP sumbernya dari Belanda, kenapa tidak diributkan. Jadi, sepanjang tidak bertentangan dengan aturan UU di atasnya, tidak masalah," katanya.
Jadi, katanya, perda itu lebih memperkuat apa yang ada. [TMA, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
Silakan jalankan seperti umat lain.... (rias@ma..., 17/07/2006 22:04) Setiap agama memiliki aturan dan hukum agama (syariat), setiap kelompok punya aturan main, setiap negara memiliki hukum negara. Tentunya syariat mengatur perilaku hidup para pemeluknya, bukan untuk semua orang, d.h.i Negara. Lha kalau ada perda dasarnya syariat........ ?????? Lalu apa maksud JK mengatakan hukum kita peninggalan Belanda. Padahal Hukum kita tidak mengatur syariat orang Belanda kan ? Lalu juga..... Syariat kan juga bukan bersumber dari Indonesia kan ????. Bicara soal hukum negara (... <531 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Tegakkan khilafah,penerapan syariat islam pasti pas! (kamilah_hidro@ya..., 06/07/2006 21:37) Mensikapi pernyataan yang dilontarkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara pembukaan muktamar IX Wanita Islam dan Seminar Nasional di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta,Rabu(5/7/2006)"Kita tidak perlu melebihkan dan mengurangi syariat Islam. Kita jalankan sesuai hak-hak kita" .saya sepakat dengan pernyataan tersebut diatas ketika kita ingin menerapkan syariat islam di negeri ini jangan dikurangi atau dilebih-lebihkan, tapi tempatkan syariat sesuai kehendak pembuat syariat islam yaitu Allah SW... <835 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
"when majority ruled ......" (alaguna70@ya..., 06/07/2006 20:49) "I was wondering if in some part of Indonesia (Bali, Ambon, Irian Barat, Papua, etc) when Islam is minority the majority religion makes local regulation implemented their believe? what will happen?"
as well as I wondering since insisted from such local goverment (province, kabupaten, kotamadya,etc) to have syariat islam implemented in their area and ignorant to the government that remind them this can create conflict directly or indirectly, "are they gonna mad if one or more kecamatan in thei... <393 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
betul pak Basyuni (cakbadar@ma..., 06/07/2006 14:46) memang kenapa ribut perda syariah , pakek rok mini disco dll itu sumbernya dari barat kok gak di ributkan kan aneh , memang salah kaprah susah juga . | |
 |