|
 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Warisan Habibie Beban Garuda
Tim Habibie disebut merekomendasikan konsorsium bank yang menalangi pembelian Airbus A330-300 Garuda. Pengadaan A330-300 itu memang disinyalir berbau mark-up. Nilai pembeliannya digelembungkan.
Untuk mengurai kasus ini, Direktur Utama (Dirut) Garuda Emir Satar membentuk "Tim Pencari Fakta" yang beranggotakan enam orang, dari bagian keuangan dan satuan pengawas internal. Mereka diharapkan merampungkan misinya, 23 Agustus nanti. Tugasnya, antara lain, memeriksa dokumen terkait proses pengadaan A330 -300 tadi. Mereka juga meminta klarifikasi dari para direksi dan pejabat di bawahnya ketika pembelian terjadi.
Salah satu yang ditemuinya adalah Moehamad Soeparno, 68 tahun, Direktur Utama (Dirut) Garuda 1988-1992. "Mohon maaf jika suatu saat Bapak terbawa-bawa," kata Emir kepada Soeparno.
Sumber Gatra, sebut saja Joko Flight, mantan petinggi Garuda, menyatakan bahwa ide pembelian Airbus A330-300 juga bukan murni dari Garuda. Pilihan atas Airbus itu, kata Joko, terkait dengan antusiasnya B.J. Habibie sebagai pimpinan di Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), kini bersulih nama menjadi PT Dirgantara Indonesia, untuk mengembangkan kapasitas pabrik pesawatnya.
Jalinan kerja sama dengan Airbus terus ditingkatkan. Apalagi, Habibie kenal dekat dengan pabrik pesawat milik konsorsium negara Eropa (Jerman, Prancis, Inggris, dan Spanyol) itu. Ia pernah menjadi direktur di sana. "Tapi sebenarnya niat Pak Habibie baik, untuk kepentingan IPTN yang juga kepentingan bangsa," kata Joko. Dari sekian pilihan, Habibie menyarankan Airbus.
Di satu sisi, tidak ada salahnya membeli pesawat itu karena kualitasnya bagus. Di sisi lain, ke depan, kerja sama IPTN dengan Airbus bisa tambah mulus. "Namun niat baik Pak Habibie itu diboncengi kepentingan lain yang ingin meraup keuntungan," ujar Joko. Walhasil, harganya di-mark-up. Garuda pun kelimpungan harus mencicil utangnya, bahkan sampai sekarang.
Jika mengacu pada rekomendasi Tim PKLN, model yang dipilih mestinya operating lease alias menyewa. Tapi yang diambil Garuda, GIE Sulawesi, dan Airbus ialah finance lease atau sewa beli. Artinya, ada utang untuk pembeliannya. Di sinilah, berdasarkan temuan ICW, siasat itu dilakukan.
Dalam perjanjian itu, finance leasing direkayasa seolah-olah berupa operating lease, yakni pada pemberian judul-judul kontrak dan surat-menyurat. Sedangkan di pasal-pasal kontrak secara substansial adalah finance lease. Skema rekayasa ini tetap dibiayai dengan kredit ekspor dan konsorsium bank. Ini menunjukkan bahwa permintaan Tim PKLN agar pengadaan pesawat tidak dengan cara berutang tetap saja diabaikan.
Aries menyatakan, kasus Airbus A330-300 harus dibuka agar pemerintah terbuka matanya. Beban utang yang sekarang ada kaitannya dengan persoalan di masa lalu. "Jangan sampai yang menghajar Garuda sekarang justru orang yang membuat Garuda repot," katanya.
Pembukaan kasus ini juga akan memperjelas bahwa mahalnya harga pesawat itu dinikmati pihak-pihak tertentu atau dinikmati BUMN lain dengan cara memakai duit Garuda. "Kalau benar untuk membantu BUMN lain, mbok ya sekarang Garuda gantian dibantu," ujarnya. Membantu IPTN? "Saya tak bisa menyebut karena masih dalam penelitian."
Kasus ini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Irwan Andri Atmanto, Rohmat Haryadi, dan Hatim Ilwan
[Laporan Utama, Gatra Nomor 37 Beredar Kamis, 27 Juli 2006]
|
|
| | |  | | KOMENTAR PEMBACA |  | | | | | |
Luar biasa Habibie (teddy_pers, 30/07/2006 00:52) Ternyata kejeniusan Habibie juga telah membuat bangsa ini semakin parah, mungkin masih banyak diluar sana yang juga punya kepintaran yang sama untuk menipu bangsa indonesia!!!!! luar biasa | |  | | | | | |
Garuda ( get out from Air) (mwharahap@ya..., 28/07/2006 16:55) I think this Airlines was out of order in International market, it is so hard to understand what happen with this National Carier Flag, last years I saw Garuda Airlines at JFK euring visiting SBY on UN Summit, I am so proud if this Airlines comes to JFK Airport in NY, as The Intenational Gate, event thai Airlines was there, Malaysian there to, when Garuda will coming? the answer is N E V E R. Keep continue corrupt, manipulate, steal, even Mr. Anwar Nasution from BPK
said Indonesian People pray ... <62 huruf lagi> | |  | | | | | |
TERAPI KPK MASUK SEMUA LINI (xsan375@ho..., 28/07/2006 09:06) Selamat buat KPK yang mulai meneliti Proyek-Proyek yang benuansa KKN, apabila proyek2 benuansa KKN sejak tahun 2000 saja diungkap, maka banyak sekali temuan kejanggalan Administrasi Keuangan Negara.
Sebaiknya proyek 1 milyar ke atas segera didahulukan untuk di Periksa, segera saja yang terlibat di PHK-kan, agar tercipta lapangan kerja baru buat generasi bersih.
Seharunya temuan KPK harus didukung BPK, BPKP dan Inspektorat terkait untuk segera menetibkan Lembaga Pemerintah dan Lembaga Peme... <73 huruf lagi> | |  | | | | | |
Tembak Mati Saja (bjulianto@ho..., 28/07/2006 05:16) Negara Cina (dulu) yg paling besar korupsinya, setelah dilakukan tindakan keras, yaitu orang atau pegawai pemerintahan yg terdapat melakukan korupsi, diadili dan sanksinya dihukum mati (ini bener2 dilaksanakan lho!), kalau di negara kita......yah adalah alasan2nya, Bapak sudah tua, Bapak sudah ada jasanya, Bapak....dll dll dlll bosen, ikutin orang2 Cina itu, ketangkep, hukum mati! Jadi bersih negara kita! | |  | | | | | |
Ya gak usah keget (rias@ma..., 28/07/2006 00:23) Gak usah keget bung, jaman dulu itu biasa. Lalu sekarang mau eksen seperti apa ? Coba saja orang yang bergaya bersih itu dan lantang-lantang itu, telitilah pasti kecipratan atau mainnya pinter.
Mari kita selesaikan gak usah saling sodok.
Wassalam. | |  | | | | | |
kasus mark up air bus milik garuda oleh bj. habibie (groundhappy1@ya..., 28/07/2006 00:08) harus diusust tuntas agar para koruptor jera . harus dibuka kepada umum agar masyarakat mengerti siapa biang kerok hancurnya bangsa ini. jadi tidak main tuduh pemerintah sby saja . | |  | | | | | |
Panitia kerja dapat uang (suka_duit@ya..., 27/07/2006 16:41) Biasanya kalau ada panitia selalu ada korupsi, mulai dari perbaikan gedung, pembelian genset, pembelain mercy apalagi pembelian pesawat orang pasti khilaf. Dalam rapat sudah disepakati bahwa segala bentuk kerjaan harus dijadikan proyek yang dapat menghasilkan uang, dari gaji saja tidak cukup untuk cari isteri lagi atau wanita hiburan | |  | | | | | |
apa sih yang gak bisa di buat di Indonesia ? (ies_mart@ya..., 27/07/2006 12:52) bosen gue ngedenger urusan dan masalah indonesia, gak ada yg bener, penguasanya sebagian besar maunya korupsi, makanya kasihan, negaranya dikasih musibah terus. ELING !! | |
 |
|