 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Penilaian Ba`asyir Ledakan Bom Bali Adalah Mikro Nuklir
Malang, 22 Agustus 2006 08:40 Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Ustad Abu Bakar Ba`asyir mengatakan, ia mendapat informasi dari salah seorang ahli bahwa ledakan bom di Bali bukan bom rakitan biasa, melainkan mikro nuklir.
"Saya memperoleh informasi dari pakar bom, ledakan yang terjadi di Bali beberapa waktu lalu itu adalah mikro nuklir, bukan sekedar bom rakitan. Kalau ada yang mengatakan itu bom rakitan, jelas pernyataan itu adalah pendapat dari orang idiot," tegasnya, usai melakukan tablig dan dialog di Masjid Al-Muhajjirin di Malang, Senin.
Oleh karena itu, ujar Ba`asyir, untuk mendapatkan hasil yang akurat sekaligus merekonstruksi lagi secara tuntas perlu didatangkan tenaga ahli.
"Hanya saja kendalanya, penyidikan dan penyelidikan itu merupakan rekayasa untuk menyenangkan Amerika Serikat, sehingga hukuman mati bagi Amrozi itu merupakan kedzoliman dan tidak adil serta tidak seimbang dengan kesalahannya," katanya.
Oleh karema itu, katanya, Peninjauan Kembali (PK) bagi tiga terpidana mati kasus bom Bali I yakni Amrozi, Imam Samudera serta Ali Ghufron (kakak kandung Amrozi) terus memunculkan polemik, karena di satu sisi, pemerintah, melalui Kejaksaan Agung memberikan batas waktu supaya ketiganya mengajukan PK paling lambat 22 Agustus atau hari ini.
Namun di sisi lain, katanya, kuasa hukum ketiganya, Mahendradata dari Tim Pengacara Muslim (TPM) menyebut jika PK baru akan diajukan pasca-lebaran mendatang.
Sebelum ke Malang, Ba`asyir tabligh akbar di Madiun, Ponorogo, Mojokerto serta Surabaya yang dilanjutkan menghadiri ulang tahun Front Pembela Islam (FPI) di Jakarta. Dari Malang Ba`asyir melanjutkan `perjalanannya` ke Pamekasan dan akan berakhir di Probolinggo.
Lebih lanjut ia menilai, prediksi dari intlejen Australia yang menyebut bakal ada teror bom dan sebagainya di beberapa kota di Indonesia merupakan ulah dan rencana Australia sendiri untuk melakukannya.
Apalagi, katanya, prediksi itu juga menyebutkan teror bakal berlangsung antara September hingga Desember dan terutama dikota-kota yang banyak dikunjungi wisatawan khususnya asing.
"Itu kan ulah mereka dan sebenarnya teror itu tidak lepas dari mereka sendiri, makanya berani memprediksi akan terjadi pada bulan September karena pada waktu-waktu itu mereka akan berbuat," tegasnya.
Menurut dia, makin banyaknya ledakan bom di Indonesia justru semakin memperjelas adanya intervensi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Australia, bahkan penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan kepolisian tidak tuntas ditambah lagi keputusan yang diambil terhadap Amrozi cs sangat dholim dan bodoh. [TMA, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
basyir orang idiot (thoenk8@ho..., 22/08/2006 23:10) ba'syir lebih baik jangan banyak bicara,ba'syir ini sendirinya seorang teroris menuduh orang lain teroris.Maling teriak maling!!kalau ngga tau soal bom jangan bilang Mikro nuklir atau sebagainya,sudah jelas itu bom hasil rakitan kelompok anda.Saya harap anda juga akan bernasib sama dengan kelompok imam samudra,yaitu mati di ujung bedil!!Dasar orang kampung!!! | |
 |