 |
|
 |
|
JAWA |
 |
| |
Setiap Tahun Terjadi Dua Juta Aborsi
Semarang, 23 Agustus 2006 13:16 Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah dr Hartono, SpOG memperkirakan setiap tahun di Indonesia terjadi dua juta aborsi yang dilakukan tidak sesuai dengan standar keamanan sehingga membahayakan jiwa ibu hamil.
"Kasus aborsi memang merupakan fenomena gunung es, yang terlihat di permukaan hanya sedikit namun jumlah kasus yang sebenarnya sangat banyak. Angka yang terekam sekitar dua juta kasus aborsi setiap tahunnya," katanya pada rapat kerja dengan Komisi E DPRD Jateng, di Semarang, Rabu.
Ia mengingatkan, aborsi bukanlah masalah sederhana bagi pelakunya, namun biasanya dilatarbelakangi persoalan yang lebih kompleks, mulai dari alasan kehamilan yang tidak diinginkan, alasan ekonomi, perkosaan, alasan si ibu mengidap penyakit jantung, traumatik, hingga alasan sosial.
Melihat dari beragam alasan yang dikemukakan oleh pelaku aborsi, menurut Hartono, tidaklah mengherankan bila peminat aborsi dari waktu ke waktu semakin banyak dan metode yang digunakan juga makin beragam meskipun tidak selamanya aman dari sisi kesehatan.
Dokter spesialis kandungan tersebut memberi contoh makin meluasnya penggunaan obat dengan merek dagang "Cytotec" produksi Searle Pfizer yang indikasinya digunakan untuk obat mag, namun justru sengaja disalahgunakan untuk menggugurkan kandungan.
"Cytotec" yang memiliki nama generik "Misosprostol" ini bisa diperoleh dengan mudah di apotek, meskipun seharusnya ditebus dengan resep dokter. Obat ini memiliki kontraindikasi (larangan) dikonsumsi wanita hamil dan menyusui, namun justru efek samping inilah yang digunakan untuk aborsi.
Hartono menambahkan, banyak iklan di surat kabar menawarkan beragam ramuan yang bisa melancarkan kembali menstruasi, yang tujuan akhirnya untuk menggugurkan kandungan. [TMA, Ant]
|
|
 |