 |
|
 |
|
APA & SIAPA |
 |
| |
Ruhut Sitompul Teguran Banci Tampil Ruhut
Ruhut Sitompul kena tegur Partai Demokrat (PD), partai tempatnya bernaung, karena menjadi penasihat hukum Maria Eva, yang dililit kasus video mesum dengan pacar gelapnya, Yahya Zaini, mantan anggota Fraksi Partai Golkar DPR-RI. Posisi pria 52 tahun ini juga dianggap bisa memicu ketidaksenangan partai lain. Namun teguran yang disampaikan Wakil Sekjen PD, Adjie Massaid, dianggapnya sebagai hal biasa. Ruhut malah menyebut Adjie sebagai "banci tampil" alias seorang yang "haus" sorotan media.
"Banci tampil. Sekarang kan banyak banci tampil. Ada yang mau jadi saksi, ada yang mau jadi ini atau itu lah, malah itu bikin Maria Eva jadi beken. Tadi aja Maria Eva bilang, `Bang, riwayat hidup aku mau dibeli buat layar lebar`. Wah, kaya terus dia," ujar Ruhut kepada Gatra.com, di sela-sela pergelaran Festival Film Indonesia 2006, pekan lalu di Jakarta.
"Ruhut itu ibarat pohon. Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin bertiup atasnya," tambahnya.
Pertengahan pekan lalu, Adjie di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, menjelaskan, persentuhan kepentingan politik itu dipicu keterlibatan Ruhut sebagai kader PD yang menjadi pengacara Maria Eva. Sebagai pengacara Eva, Ruhut dianggap memicu ketidaksenangan kader Partai Golkar.
Selain itu, Ruhut juga dianggap tak mempedulikan imbauan partainya, soal pemakaian pin logo PD di baju Ruhut. Dalam kaitan itu, Ruhut tak mau mencopot pin kecil berwarna biru itu. "Nggak bakal dicopot! Siapa yang bisa copot? Sekarang aku pengen tanya, dulu waktu Ruhut masih di Golkar, kok rambutnya kuning? Koksekarang soal yang ini kok ditanya-tanya," ujarnya berapi-api. [EL]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
Keep marching forward Bang Ruhut!!! (laporanrakyat@ya..., 26/12/2006 07:14) Pertama, ini masalah professionalisme Bang Ruhut sebagai seorang lawyer. Your job is to defend your client, dan orang2 Partai Demokrat seharusnya tahu where the line is. Kedua, kalau Bang Ruhut tetap di-retain jadi pengacara Maria Eva sampai kasus ini tuntas, pejabat2 yang akan datang juga pasti akan berfikir seribu kali untuk tidak melakukan tindakan semena-mena ke rakyat. This is a new beginning di Indonesia where an ordinary citizen, like Maria Eva, can have access to legal counsel and chall... <606 huruf lagi> | |
 |