spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
JAWA
spacer
 
Yogya Mulai Terapkan "Zona Selamat Sekolah"

Yogyakarta, 5 Januari 2007 15:42
Yogyakarta, Jumat (5/1), meresmikan "zona selamat sekolah" (ZoSS), berupa rambu khusus bagi kendaraan untuk mengurangi kecepatan di ruas jalan depan gedung sekolah. Peresmian ZoSS di SD Kanisius Kalasan, DIY, menandai diterapkannya ZoSS di provinsi ini.

Menurut Bagas Seno Adji dari Dinas Perhubungan DIY, dengan adanya ZoSS di ruas jalan raya di depan kompleks sekolah, diharapkan setiap kendaraan akan mengurangi kecepatannya, sehingga akan mengurangi kemungkinan terjadi kecelakaan lalulintas di tempat itu.

"Zona tersebut berbasis waktu, sehingga dapat digunakan untuk mengatur kecepatan laju kendaraan di area setempat," katanya.

Disebutkannya, ZoSS dicat dengan warna merah di ruas jalan sepanjang kompleks sekolah setempat. Sekitar 50 meter sampai 100 meter sebelum memasuki zona itu ada tanda untuk mengurangi kecepatan kendaraan.

"Juga dilengkapi rambu untuk menyeberang jalan atau `zebra croos`, dan di kanan-kiri zebra croos dicat kuning atau yang disebut `pelikan crossing`, yang artinya di tempat itu dilarang parkir kendaraan," kata dia.

Ia mengatakan, setiap kendaraan yang memasuki ZoSS harus mengurangi kecepatannya, atau maksimal berjalan dengan kecepatan 20 km per jam. "Ketentuan ini berlaku pada jam-jam sibuk sekolah dari pukul 06.30 sampai 13.00," kata Bagas.

Sementara itu, Kepala SD Kanisius Kalasan, Th Tien Supartinah mengatakan, dengan adanya ZoSS akan sangat membantu kelancaran aktivitas para siswa, terutama untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya di depan sekolah ini. "Apalagi sekolah kami berada di pinggir jalan raya utama Yogyakarta-Solo yang sangat ramai lalulintasnya," katanya.

Dikatakannya, pembuatan ZoSS di depan SD Kanisius Kalasan pada km-8 jalan raya Yogyakarta-Solo ini dimulai pada akhir Oktober 2006.

Menurut dia, ketika itu Dinas Perhubungan DIY memberitahu kepada pihaknya bahwa sekolah setempat akan dijadikan `pilot project` (proyek percontohan) penerapan ZoSS. "Pada akhir November 2006 pembuatan zona ini selesai," kata Tien Supartinah.

Ia mengatakan, sejak adanya ZoSS di ruas jalan raya depan SD Kanisius Kalasan, angka kecelakaan lalulintas di tempat itu berkurang drastis.

"Sebelum ada zona itu, setiap tahunnya rata-rata 10 anak siswa sekolah kami terserempet kendaraan. Bahkan pernah ada seorang guru di sini sampai meninggal akibat tertabrak kendaraan, dan juga seorang guru dari SD lain tertabrak kendaraan, sampai sekarang korban masih koma," katanya.

Mulai kurangi kecepatan

Kini setelah ada ZoSS, menurut dia kendaraan umumnya mulai mau mengurangi kecepatannya, namun justru sepedamotor yang sebagian besar masih tetap melaju kencang.

"Untuk membantu penerapan ZoSS, sekolah kami memberlakukan jadwal piket menjaga zona ini setiap hari satu orang petugas Satpam yang dibantu seorang guru," kata dia.

Siswa SD Kanisius Kalasan saat ini jumlahnya 398 anak, sedangkan siswa Taman Kanak-kanaknya sebanyak 124 anak.

Pada acara peresmian ZoSS di depan SD Kanisius Kalasan Sleman hari itu diperagakan cara menyeberang jalan yang benar. "Peragaan dilakukan sejumlah siswa, dengan dibantu lima orang petugas PKS," katanya.

Kata dia, mereka menerapkan cara menyeberang jalan dengan `4T` (tunggu sebentar, tengok kanan tengok kiri, dan tengok kanan lagi, baru menyeberang dengan hati-hati).

Di wilayah Provinsi DIY saat ini baru ada tiga ZoSS, yaitu di ruas jalan raya depan SMP Kanisius Morangan, depan SD di Tridadi serta depan SD Kanisius Kalasan, semuanya di wilayah Kabupaten Sleman.

Sementara itu, berdasar data di Polri, secara nasional tahun 2004 tercatat dua persen dari sekitar 17.600 korban kecelakaan lalulintas adalah usia 5-15 tahun.

Karena itu, dengan adanya ZoSS dimaksudkan agar anak terhindar dari kecelakaan lalulintas terutama saat mereka berada di lingkungan sekolah.

"Disamping itu, sekaligus untuk mendidik anak agar sedini mungkin taat hukum, beretika dan berempati dalam berlalulintas di jalan, serta peduli terhadap lingkungan," katanya. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  zona selamat sekolah (sigit@pt..., 11/01/2007 00:55)
kalau terhidar dari tabrakan sich nggak, cuma mengurangi, kalau dibuat jembatan penyebrangan akan terhindar dari kecelakaan.
tapi tahap awal ya lumayan.
 
 
spacer
  
  tidak masuk akal (blackspotfatmoocow@ho..., 06/01/2007 22:32)
Ide Zona Selamat Sekolah itu baik, di negara-negara lain (Kanada, Amerika, Australia) sudah diterapkan sejak puluhan tahun yang lalu. Tapi mengapa harus selambat 20km/jam? Ini tidak masuk akal. Di negara-negara lain yang mobilnya berkapasitas minimal 1800 CC, rata-rata 2000 CC ke atas dengan jalan yang lurus, mulus dan lebar saja kecepatan hanya dibatasi di 40km/jam hingga 50 km/jam.

Yang penting khan aplikasinya. Kalau maksimal 20km/jam tapi kalau belum 60km/jam tidak ditindak ya sama sa... <155 huruf lagi>
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 05 January 2007 >>
SuMTW ThFSa
dot123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer